Mahasiswa KKN UMBY Kelompok 92 Gelar Sosialisasi Sanitasi Kandang Ternak Untuk Meningkatkan Pengetahuan Peternak di Padukuhan Salam
JATENG.NET, Sleman — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Program Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) Kelompok 92 menyelenggarakan Sosialisasi Sanitasi Kandang Ternak bagi masyarakat Padukuhan Salam, Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Rabu (5/8/2026).
Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja bidang peternakan yang bertujuan meningkatkan pengetahuan peternak mengenai pentingnya menjaga kebersihan kandang guna mencegah penyebaran penyakit dan meningkatkan produktivitas ternak. KKN-PPM Kelompok 92 yang di ketuai Mutawadiin Asyahuri dan dibimbing oleh Dosen Fakultas Agroindustri Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Ir. Ajat Sudrajat, S.Pt., M.Pt., IPP.
Kegiatan ini diselenggarakan berdasarkan hasil observasi dan diskusi bersama masyarakat yang menunjukkan bahwa peternakan merupakan salah satu potensi utama di Padukuhan Salam. Namun, masih diperlukan peningkatan pemahaman mengenai sanitasi kandang sebagai salah satu aspek penting dalam menjaga kesehatan ternak. Oleh karena itu, mahasiswa KKN UMBY Kelompok 92 menghadirkan pemateri dari mahasiswa Program Studi Peternakan Universitas Mercu Buana Yogyakarta untuk memberikan edukasi kepada para peternak melalui penyampaian materi dan sesi diskusi interaktif.
Ketua KKN UMBY Kelompok 92 menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus upaya mendukung peningkatan kualitas peternakan di Padukuhan Salam.
“Program sosialisasi ini kami laksanakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus mendukung peningkatan pengetahuan peternak mengenai pentingnya menjaga kebersihan kandang. Harapannya, materi yang disampaikan dapat diterapkan dalam kegiatan beternak sehari-hari sehingga kesehatan ternak tetap terjaga,” ujarnya.

Dalam sosialisasi tersebut, peserta memperoleh materi mengenai pentingnya sanitasi kandang sebagai langkah pencegahan penyakit pada ternak. Materi yang disampaikan meliputi cara menjaga kebersihan kandang secara rutin, pengelolaan limbah peternakan, penerapan biosekuriti sederhana, serta upaya menciptakan lingkungan kandang yang sehat agar ternak dapat tumbuh secara optimal. Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk berkonsultasi mengenai berbagai kendala yang dihadapi dalam pemeliharaan ternak.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Salah seorang peserta, Bapak Bandi, mengaku memperoleh wawasan baru mengenai pentingnya sanitasi kandang dalam pemeliharaan ternak.
“Selama ini cara kami memelihara ternak masih tergolong tradisional. Setelah mengikuti sosialisasi ini, saya jadi mengetahui bahwa sanitasi kandang juga perlu diperhatikan. Ke depannya saya ingin memperbaiki kondisi kandang dan menerapkan apa yang telah disampaikan agar pemeliharaan ternak menjadi lebih baik,” ujar Bandi.
Dukuh Padukuhan Salam, Bapak Bambang, turut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi ini sangat bermanfaat mengingat sebagian besar masyarakat di Padukuhan Salam memiliki usaha peternakan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN Universitas Mercu Buana Yogyakarta yang telah menyelenggarakan sosialisasi sanitasi kandang. Kegiatan ini sangat membantu masyarakat, khususnya para peternak, dalam menambah wawasan mengenai cara menjaga kebersihan kandang yang baik dan benar. Harapan kami, ilmu yang diperoleh malam ini dapat diterapkan sehingga mampu meningkatkan kualitas pemeliharaan ternak di Padukuhan Salam,” ungkap Bambang.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UMBY Kelompok 92 berharap masyarakat dapat menerapkan praktik sanitasi kandang secara berkelanjutan dalam aktivitas beternak sehari-hari. Dengan penerapan sanitasi yang baik, diharapkan kesehatan ternak dapat terjaga, risiko penyebaran penyakit dapat diminimalkan, serta produktivitas peternakan masyarakat di Padukuhan Salam semakin meningkat. Kegiatan ini juga menjadi wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah padukuhan, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan sektor peternakan yang lebih sehat dan berkelanjutan.





