Mahasiswa KKN Tematik Tim 101 UNDIP Gelar Edukasi Mengenai Pemanfaatan Daun Kering Sebagai Mulsa Organik dan Pembuatan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) di Lingkungan Kampung Perbalan Kelurahan Gunungpati Semarang
Mahasiswa KKN Tematik Tim 101 Universitas Diponegoro melaksanakan edukasi kepada ibu-ibu PKK RT 01 RW 08, Kelurahan Gunungpati, Kota Semarang. Kegiatan edukasi ini dilaksanakan pada hari Minggu, 2 Agustus 2026 di rumah Ibu RW 08. Kegiatan ini berisi dua materi yaitu edukasi mengenai pemanfaatan daun kering sebagai mulsa organik untuk mencegah pertumbuhan gulma di sekitar tanaman budidaya dan edukasi mengenai pembuatan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) sebagai biostimulant untuk meningkatkan kesuburan tanah. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah nyata dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) No. 1, yaitu Tanpa Kemiskinan (No Poverty), melalui pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai guna untuk ketahanan pangan keluarga. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat untuk mendukung praktik pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan.
Kegiatan edukasi terbagi menjadi dua sesi . Sesi Pertama diisi dengan pemaparan materi mengenai pemanfaatan limbah daun kering menjadi mulsa organik yang disampaikan oleh Aliya Fira Nugroho. Aliya menyampaikan materi yang meliputi cara pemanfaatan dan penggunaan limbah daun kering menjadi mulsa organik, alat bahan yang diperlukan, serta manfaat penggunaanya terhadap tanaman budidaya. Penggunaan mulsa organik dari limbah daun kering ini diharapkan dapat mengurangi pertumbuhan gulma di sekitar tanaman budidaya serta dapat menjaga kelembapan tanah. Penggunaan mulsa organik ini juga diharapkan dapat menggantikan penggunaan mulsa plastik yang harganya mahal, sehingga penggunaan mulsa organik ini dapat mengurangi biaya yang dikeluarkan untuk budidaya tanaman.
Sesi kedua diisi dengan pemaparan materi mengenai pembuatan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) yang disampaikan oleh Reni Amelia Nikmah. Reni menyampaikan materi yang meliputi penjelasan singkat mengenai PGPR, alat bahan yang diperlukan, dan juga cara pembuatannya. Reni juga menjelaskan mengenai manfaat penggunaan PGPR yang dapat menyuburkan tanah, meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman dan membantu tanaman dalam menyerap unsur hara karena PGPR dapat melarutkan fosfat dan memfiksasi nitrogen. Selain itu, peserta juga diberi pemahaman mengenai ciri keberhasilan dan ciri kegagalan dalam pembuatan PGPR serta cara pengaplikasinnya pada tanaman budidaya. Penggunaan PGPR ini diharapkan dapat mendukung terwujudnya praktik pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan dengan pemanfaatan bahan-bahan alami yang ada di lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan yang diusung oleh KKN Tematik Tim 101 UNDIP 2026 ini, diharapkan warga RT 01, RW 08, Kelurahan Gunungpati, Kota Semarang dapat menerapkan penggunaan mulsa organik dan pembuatan PGPR secara mandiri untuk mendukung terwujudnya sistem pertanian dengan penghematan pengeluaran dan peningkatan produktivitas tanaman dengan tujuan untuk membentuk masyarakat yang produktif dan sejatera.
- Lilik Krismiyanto, S.Pt., M.Si.
- Dosen Departemen Peternakan Fakultas Peternakan dan Pertannian Universitas Diponegoro
- lilikkrismiyanto@gmail.com
- 081575023999
-
WhatsApp-Image-2026-08-06-at-20.35.23 - Setuju






