Mahasiswa KKN-T UNDIP Edukasi Pemanfaatan Madu sebagai Pemanis Alami dalam Produk Yogurt untuk Meningkatkan Pengetahuan Gizi dan Pemilihan Camilan Sehat

JATENG.NET, Sumurrejo – Mahasiswa KKN-T Universitas Diponegoro, Priskila Netanya dari Program Studi Teknologi Pangan, melaksanakan program edukasi bertajuk “Edukasi Pemanfaatan Madu sebagai Pemanis Alami dalam Produk Yogurt untuk Meningkatkan Pengetahuan Gizi dan Pemilihan Camilan Sehat”. Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 8 Agustus 2026 di Balai Kelurahan Sumurrejo dengan melibatkan masyarakat dari KTT Rejeki Lumintu, KWT Berkah Tulip, PKK RW 3, dan PKK RW 4 Kelurahan Sumurrejo.

Program ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Kontribusi tersebut diwujudkan melalui peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pangan bergizi dan pemilihan pola konsumsi yang lebih sehat. Edukasi mengenai pemanfaatan madu sebagai pemanis alami dalam produk yogurt diharapkan dapat memberikan wawasan kepada masyarakat mengenai alternatif camilan berbasis susu yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemilihan camilan yang lebih sehat melalui pengenalan yogurt dan pemanfaatan madu sebagai pemanis alami. Yogurt dipilih sebagai produk yang mudah dikonsumsi dan dapat dikembangkan menjadi salah satu alternatif camilan berbasis susu. Pemanfaatan madu diperkenalkan sebagai pilihan pemanis alami yang dapat memberikan rasa manis sekaligus meningkatkan daya tarik produk yogurt bagi masyarakat.

Pelaksanaan program meliputi edukasi mengenai yogurt, pemanfaatan madu sebagai pemanis alami, serta demonstrasi pembuatan yogurt. Penyampaian materi dan pendampingan praktik turut dibantu oleh empat penyuluh, yaitu Lintang, Safiya, Franklin, dan saya sendiri, Priskila. Peserta memperoleh penjelasan mengenai tahapan pengolahan yogurt serta cara penggunaan madu yang tepat pada produk akhir.

Penambahan madu dilakukan setelah proses fermentasi yogurt selesai dan produk telah mencapai kondisi yang sesuai untuk dikonsumsi. Teknik tersebut bertujuan menjaga proses fermentasi tetap terkendali serta mempertahankan karakteristik madu yang dapat mengalami perubahan akibat paparan panas selama proses pengolahan. Penambahan pada tahap akhir juga memberikan keleluasaan dalam mengatur tingkat kemanisan yogurt sesuai preferensi konsumen.

Antusiasme peserta terlihat selama sesi edukasi dan demonstrasi. Peserta aktif mengikuti pemaparan materi serta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai pembuatan yogurt dan penggunaan madu. Respons positif juga terlihat saat peserta mencoba produk yogurt dengan tambahan madu yang telah dibuat selama kegiatan.

Hasil kegiatan menunjukkan adanya ketertarikan peserta terhadap pemanfaatan madu pada produk yogurt. Mayoritas respons terhadap produk yang dihasilkan menunjukkan penerimaan yang positif dari segi rasa. Sejumlah peserta juga menunjukkan minat untuk mencoba membuat yogurt dengan tambahan madu secara mandiri di rumah. Respons tersebut menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan mampu memperkenalkan alternatif pengolahan yogurt sekaligus mendorong masyarakat untuk mempertimbangkan pilihan camilan yang lebih beragam dan bernilai gizi.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat Kelurahan Sumurrejo mengenai pengolahan pangan sederhana dan pemilihan camilan yang lebih sehat. Pengetahuan mengenai pemanfaatan madu sebagai pemanis alami pada yogurt juga diharapkan dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat sebagai salah satu bentuk diversifikasi konsumsi pangan.

Penulis: Priskila Netanya
Program Studi Teknologi Pangan, Universitas Diponegoro

Butuh bantuan? Chat kami!