Mahasiswa KKN-T Undip Edukasi Alat Fermentasi Pupuk Cair, Bantu Warga Ubah Sampah Dapur Jadi Pupuk

Avatar photo

- Editorial Team

Rabu, 23 Juli 2025 - 23:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa KKNT-IDBU Universitas Diponegoro Tim 12 Kelompok 3 berfoto bersama warga dan ibu-ibu PKK seusai pelaksanaan demonstrasi pembuatan pupuk organik cair (POC).

Mahasiswa KKNT-IDBU Universitas Diponegoro Tim 12 Kelompok 3 berfoto bersama warga dan ibu-ibu PKK seusai pelaksanaan demonstrasi pembuatan pupuk organik cair (POC).

JATENG.NET, SEMARANGMahasiswa Universitas Diponegoro yang tergabung dalam KKN-T IDBU Tim 12 Kelompok 3 membuat inovasi untuk mengolah sampah dapur menjadi pupuk organik cair (POC). Inovasi ini bertujuan membantu warga mengelola sampah organik secara mandiri dan berkelanjutan.

KKNT-IDBU Universitas Diponegoro Tim 12 Kelompok 3 ini dilaksanakan pada Minggu (20/07/2025) di bawah bimbingan Fajrul Falah, S.Hum., M. Hum dan Ibu Riris Tiani, S.S., M.Hum. Dengan mengangkat tema “Inovasi Pengelolaan Sampah Organik Berbasis Pemberdayaan Warga,” mahasiswa tidak hanya memberikan sosialisasi, tetapi juga langsung membuat dan memperlihatkan prototipe pengolah sampah dapur kepada masyarakat.

Sebagai bentuk implementasi dari program pemberdayaan warga dalam pengelolaan sampah organik, Tim 12 Kelompok 3 KKNT-IDBU Universitas Diponegoro mengadakan demonstrasi pembuatan pupuk organik cair (POC) di hadapan ibu-ibu PKK. Kegiatan ini memperkenalkan proses fermentasi limbah dapur menggunakan media sederhana berbasis tong tertutup, yang dirancang agar mudah digunakan secara mandiri di lingkungan rumah tangga.

Mahasiswa Universitas Diponegoro dari Tim 12 Kelompok 3 KKNT-IDBU menunjukkan proses pembuatan pupuk organik cair (POC) kepada ibu-ibu PKK menggunakan alat pengolah sampah dapur berbasis tong tertutup.

Dalam praktiknya, sisa buah dan sayuran dicampur dengan larutan air beras, gula merah, EM4 dan difermentasi dalam wadah tertutup yang telah dilengkapi pengaduk manual, saringan internal, saluran pembuangan, dan keran penyalur. Seluruh proses dilakukan tanpa memerlukan listrik, sehingga metode ini tidak hanya efisien dan hemat energi, tetapi juga higienis dan ramah lingkungan.

Demonstrasi ini bertujuan memberikan pemahaman langsung kepada peserta mengenai tahapan pembuatan POC, mulai dari pemilihan bahan organik, proses pencampuran, hingga cara penyimpanan hasil akhir. Diharapkan, kegiatan ini dapat mendorong masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga, untuk mulai mengelola sampah dapur secara mandiri serta memanfaatkan hasilnya untuk perawatan tanaman di pekarangan rumah.

Baca Juga:  Olah Kulit Bawang jadi Pupuk Organik Cair, Mahasiswa KKN UPGRIS 27 Sosialisasikan Ramah Lingkungan di Desa Bergas Kidul

Selain demonstrasi praktik, mahasiswa juga menyusun dan membagikan booklet informatif yang disusun dalam format cetak maupun digital. Booklet ini tidak hanya memuat panduan langkah-langkah pembuatan pupuk organik cair hingga cara pengaplikasian tetapi juga dilengkapi dengan materi pendukung seperti strategi pemasaran sederhana, regulasi hukum yang relevan dalam distribusi produk lingkungan, serta pengenalan budaya Jepang yang berkaitan dengan konsep keberlanjutan dan pertanian organik.

Materi ini disusun untuk memperluas wawasan ibu-ibu PKK sebagai sasaran utama kegiatan, dengan harapan dapat mendorong lahirnya inisiatif lokal dalam pengolahan dan pemanfaatan limbah rumah tangga. Melalui booklet tersebut, para peserta dibekali dengan pengetahuan praktis yang tidak hanya aplikatif, tetapi juga memiliki nilai budaya dan edukatif, serta dapat digunakan kembali secara mandiri atau dibagikan kepada komunitas lain melalui pemindaian QR code yang telah disediakan.

Inovasi ini menjadi contoh nyata bahwa kerja sama antara mahasiswa dan masyarakat bisa menghasilkan solusi yang bermanfaat dan bisa diterapkan di banyak tempat. Pendekatan seperti ini penting, apalagi di tengah persoalan sampah dan perubahan iklim yang terus berkembang.

 

Follow WhatsApp Channel www.jateng.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

FT UNDIP Lewat Rewearth 2025 Salurkan Ribuan Pakaian ke Komunitas Sosial di Semarang
CFD Perdana Comal, Saat Warga Akhirnya Menikmati Jalanan yang Biasanya Hanya Dilewati
SDN Gedanganak 02 Catat Prestasi! Aji Darma Juara 1 Olimpiade Teknologi Tingkat Kabupaten
Sinergi Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang dan Warga Krajan Tingkatkan Kesehatan Balita hingga Lansia
Bekal Dunia Kerja, Mahasiswa Manajemen UPGRI Semarang Ikuti Magang di PT Pegadaian Kanwil XI Semarang
Mahasiswa ICS 2025 Lestarikan Budaya dan Lingkungan Lewat Batik & Wayang Kulit di Yogyakarta
Kolaborasi Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang dan Warga Desa Campurejo, Sukseskan Program Bank Sampah
Cara Kirim Artikel ke Media Biar Cepat Tayang
Berita ini 93 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 14:21 WIB

FT UNDIP Lewat Rewearth 2025 Salurkan Ribuan Pakaian ke Komunitas Sosial di Semarang

Senin, 1 Desember 2025 - 14:43 WIB

CFD Perdana Comal, Saat Warga Akhirnya Menikmati Jalanan yang Biasanya Hanya Dilewati

Sabtu, 15 November 2025 - 14:06 WIB

Sinergi Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang dan Warga Krajan Tingkatkan Kesehatan Balita hingga Lansia

Rabu, 5 November 2025 - 17:15 WIB

Bekal Dunia Kerja, Mahasiswa Manajemen UPGRI Semarang Ikuti Magang di PT Pegadaian Kanwil XI Semarang

Selasa, 4 November 2025 - 13:36 WIB

Mahasiswa ICS 2025 Lestarikan Budaya dan Lingkungan Lewat Batik & Wayang Kulit di Yogyakarta

Berita Terbaru