Mahasiswa KKN-T Rabuk UNDIP Galakkan Urban Farming di Tembalang dan Banyumanik

Avatar photo

- Editorial Team

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 12:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa KKN-T Tim 154 Universitas Diponegoro berfoto bersama warga usai pelaksanaan kegiatan urban farming di salah satu kelurahan di Kecamatan Tembalang, Semarang, Jumat (25/7/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Rabuk DTA dan Waduk Diponegoro” yang bertujuan memperkuat pengelolaan sumber daya air berkelanjutan berbasis DAS mikro sekaligus mendukung ketahanan pangan lokal melalui pertanian kota.

Mahasiswa KKN-T Tim 154 Universitas Diponegoro berfoto bersama warga usai pelaksanaan kegiatan urban farming di salah satu kelurahan di Kecamatan Tembalang, Semarang, Jumat (25/7/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Rabuk DTA dan Waduk Diponegoro” yang bertujuan memperkuat pengelolaan sumber daya air berkelanjutan berbasis DAS mikro sekaligus mendukung ketahanan pangan lokal melalui pertanian kota.

JATENG.NET, SEMARANG — Dalam rangka mendukung pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan serta mengantisipasi ancaman bencana banjir dan kekeringan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 154 Universitas Diponegoro menginisiasi kegiatan urban farming berbasis Daerah Aliran Sungai (DAS) mikro di dua kecamatan di Kota Semarang, yakni Kecamatan Tembalang dan Kecamatan Banyumanik.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program bertajuk “Rabuk DTA dan Waduk Diponegoro: Pengelolaan Sumber Daya Air Berkelanjutan untuk Mitigasi Bencana Banjir dan Kekeringan Berbasis DAS Mikro serta Mendukung Ketahanan Pangan.” Sebanyak 12 kelurahan menjadi lokasi pelaksanaan program, dengan keterlibatan aktif masyarakat sebagai bentuk kolaborasi multipihak.

Apa Itu Urban Farming?

Urban farming atau pertanian kota adalah praktik bercocok tanam dan beternak di wilayah perkotaan dengan memanfaatkan lahan terbatas seperti halaman rumah, atap bangunan, dinding, atau bahkan lahan tidur di lingkungan sekitar. Metode ini menjadi solusi inovatif dalam menjawab tantangan ketersediaan pangan, degradasi lingkungan, serta krisis air yang dihadapi oleh masyarakat urban.

Selain memproduksi bahan pangan segar secara mandiri, urban farming juga berperan dalam meningkatkan kualitas lingkungan, menyerap air hujan, serta menurunkan suhu permukaan tanah di perkotaan. Melalui pendekatan yang partisipatif, kegiatan ini turut mendorong kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan.

Tujuan dan Manfaat Kegiatan Mahasiswa

Kegiatan urban farming yang digagas Mahasiswa KKN-T Tim 154 memiliki berbagai tujuan strategis, antara lain:

1. Meningkatkan Ketahanan Pangan Lokal

Dengan menanam sayuran dan tanaman konsumsi lainnya di lingkungan tempat tinggal, masyarakat diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pangan harian secara mandiri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pasar.

Baca Juga:  Mahasiswa KKN UPGRIS Lakukan Edukasi Kewaspadaan Hoax bagi Keluarga Cerdas Digital

2. Meningkatkan Daya Serap Air dan Mengurangi Genangan

Lahan-lahan pertanian kota mampu meningkatkan porositas tanah dan memperbesar daya serap air hujan, sehingga berkontribusi dalam pengurangan limpasan air yang berpotensi menimbulkan banjir lokal.

3. Pemanfaatan Limbah Organik Rumah Tangga

Sisa-sisa makanan dan sampah organik diolah menjadi kompos sebagai media tanam, mendukung prinsip zero waste, sekaligus menyuburkan tanah secara alami tanpa bahan kimia.

4. Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat

Kegiatan ini menjadi sarana edukasi langsung mengenai praktik pertanian ramah lingkungan di perkotaan, sekaligus mendorong warga untuk terlibat aktif dan melanjutkan kegiatan secara mandiri di luar masa KKN.

5. Mitigasi Dampak Perubahan Iklim

Dengan memperluas ruang terbuka hijau dan meningkatkan tutupan vegetasi, urban farming membantu menstabilkan suhu lingkungan dan memperbaiki siklus air tanah di wilayah DAS mikro.

Bergerak Bersama Masyarakat

Mahasiswa tidak hanya terlibat dalam aspek teknis budidaya tanaman, tetapi juga melakukan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan kepada warga setempat. Kolaborasi dengan perangkat kelurahan serta komunitas lingkungan menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini.

Melalui pendekatan berbasis DAS mikro, program urban farming yang diinisiasi Tim 154 merupakan langkah nyata dalam membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya pengelolaan lingkungan dan air secara terpadu. Harapannya, kegiatan ini menjadi model inspiratif yang dapat direplikasi di wilayah lain sebagai bagian dari strategi menghadapi krisis iklim dan pangan.

Follow WhatsApp Channel www.jateng.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

FT UNDIP Lewat Rewearth 2025 Salurkan Ribuan Pakaian ke Komunitas Sosial di Semarang
Dosen yang Menyalakan Logika: Ketika Filsafat Jadi Gaya Hidup di Kelas
Kanker Payudara: Mengintip ‘Sel Nakal’ dari Dekat! Rahasia di Balik Biomedis Tumor dan Harapan Pengobatan Masa Depan
Olahraga untuk Investasi Tulang Masa Depan: Apakah Semua Olahraga Bikin Tinggi?
CFD Perdana Comal, Saat Warga Akhirnya Menikmati Jalanan yang Biasanya Hanya Dilewati
SDN Gedanganak 02 Catat Prestasi! Aji Darma Juara 1 Olimpiade Teknologi Tingkat Kabupaten
Sinergi Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang dan Warga Krajan Tingkatkan Kesehatan Balita hingga Lansia
Analisis Pengelolaan Sumber Daya Manusia dalam Industri Properti di PT. Musawa Jaya Perkasa
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 14:21 WIB

FT UNDIP Lewat Rewearth 2025 Salurkan Ribuan Pakaian ke Komunitas Sosial di Semarang

Kamis, 4 Desember 2025 - 13:54 WIB

Dosen yang Menyalakan Logika: Ketika Filsafat Jadi Gaya Hidup di Kelas

Selasa, 2 Desember 2025 - 13:35 WIB

Kanker Payudara: Mengintip ‘Sel Nakal’ dari Dekat! Rahasia di Balik Biomedis Tumor dan Harapan Pengobatan Masa Depan

Selasa, 2 Desember 2025 - 12:39 WIB

Olahraga untuk Investasi Tulang Masa Depan: Apakah Semua Olahraga Bikin Tinggi?

Senin, 1 Desember 2025 - 14:43 WIB

CFD Perdana Comal, Saat Warga Akhirnya Menikmati Jalanan yang Biasanya Hanya Dilewati

Berita Terbaru