Mahasiswa KKN-T 136 Undip Ajak Siswa SD di Getas Kenali Sains Lewat Praktik Cuci Tangan

Mahasiswa KKN-T 136 Desa Getas Universitas Diponegoro (Undip) bersama siswa kelas 4 SD berfoto setelah mengikuti kegiatan edukasi "Sains di Balik Cuci Tangan" di Desa Getas, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, 6 Agustus 2026. Kegiatan memadukan pembelajaran sains dengan edukasi mengenai pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun. (Foto: Dokumentasi KKN-T 136 Undip)

(06/08/2026) Mahasiswa KKN-T 136 Desa Getas Universitas Diponegoro (Undip) tahun 2026 yang ditempatkan di Desa Getas, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, menggelar program edukasi bertajuk “Sains di Balik Cuci Tangan” bagi siswa kelas 4 SD Negeri 2 Getas. Program ini menggabungkan pengenalan konsep sains sederhana dengan praktik cuci tangan menggunakan sabun.

Program ini merupakan bagian dari Desa BRILiaN, sebuah inisiatif kolaborasi antara Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Universitas Diponegoro dengan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang bertujuan mendorong desa binaan tumbuh secara mandiri, inovatif, dan berdaya saing. Penanggung jawab program ini adalah Habib Ari Murti, mahasiswa Program Studi Fisika, Fakultas Sains dan Matematika Undip. Pelaksanaan KKN-T ini dibimbing oleh Tim Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-T 136 Desa Getas, yaitu Dr. Ir. Cahya Setya Utama, S.Pt., M.Si., IPM. selaku ketua, didampingi Dr. Ir. Marry Christyanto, M.P., IPM., Edi Prayitno, S.Pt., M.Si., Annisa Firdausi, S.P., M.P., dan Dr. Dinda Ayu Permata Sari, S.Pt., M.Si.

Kegiatan ini muncul dari kondisi yang ditemukan tim KKN di lapangan, yakni masih kurangnya pemahaman siswa mengenai konsep sains sederhana dalam kehidupan sehari-hari, termasuk pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun dengan cara yang benar. Persoalan tersebut mendorong mahasiswa untuk merancang program pengajaran yang tidak hanya menyampaikan teori, tetapi juga mengaitkannya langsung dengan kebiasaan hidup bersih siswa.

Sebagai jawaban atas persoalan itu, mahasiswa menghadirkan edukasi sains secara interaktif dengan menyampaikan materi sederhana mengenai massa, fluida, fluida statis, fluida dinamis, dan tegangan permukaan. Materi tersebut kemudian dipadukan dengan praktik sabun dan lada sebagai media visualisasi sederhana, sehingga siswa dapat melihat sendiri bagaimana konsep sains bekerja dalam fenomena yang dekat dengan aktivitas cuci tangan sehari-hari.

Kegiatan diawali dengan pengenalan konsep sains kepada siswa, dilanjutkan dengan penjelasan mengenai sabun dan cara mencuci tangan yang tepat. Mahasiswa kemudian memandu demonstrasi percobaan sabun dan lada, diikuti praktik dan pengamatan bersama siswa, sesi diskusi, kuis, hingga penyampaian kesimpulan di akhir kegiatan. Sepanjang proses tersebut, para siswa aktif mengamati jalannya percobaan, menjawab pertanyaan, dan berpartisipasi dalam kuis, sementara guru dan pendamping sekolah turut membantu kelancaran kegiatan dari awal hingga akhir.

Mahasiswa KKN-T 136 Desa Getas Undip berinteraksi dengan siswa kelas 4 saat kegiatan pembelajaran dan kuis "Sains di Balik Cuci Tangan" di Desa Getas, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, 6 Agustus 2026. Siswa berpartisipasi aktif menjawab pertanyaan dan mengikuti pembelajaran sains secara interaktif. (Foto: Dokumentasi KKN-T 136 Undip)

 

Kepala sekolah menyampaikan keterbukaan pihak sekolah terhadap keterlibatan mahasiswa KKN dalam kegiatan belajar-mengajar.

“Sekolah terbuka jika mahasiswa KKN ingin membantu mengajar. Untuk pelaksanaannya, mahasiswa dapat berkoordinasi dengan guru di masing-masing kelas,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, salah satu guru menilai kegiatan semacam ini memberi pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa.

“Kegiatan seperti ini menarik bagi siswa karena mereka tidak hanya belajar materi, tetapi juga bisa melihat langsung percobaan sains sederhana,” ujar guru pendamping.

Antusiasme juga datang dari siswa peserta kegiatan.

“Percobaannya seru, saya jadi tahu kalau sabun bisa membuat lada bergerak,” ujar salah satu siswa.

Program ini menghasilkan terlaksananya kegiatan edukasi sains interaktif tentang cuci tangan, sekaligus tersedianya media pembelajaran berupa PPT serta alat dan bahan percobaan sabun dan lada yang dapat digunakan kembali oleh pihak sekolah. Dari sisi manfaat, kegiatan ini mendorong meningkatnya pemahaman dan ketertarikan siswa terhadap sains, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun untuk menjaga kebersihan dan kesehatan.

Program “Sains di Balik Cuci Tangan” turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penanaman kebiasaan cuci tangan yang benar, SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui pendekatan pembelajaran sains yang interaktif, serta SDG 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak, khususnya pada aspek higiene melalui edukasi cuci tangan menggunakan sabun. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat, karena mahasiswa tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga turut membina kebiasaan hidup sehat di lingkungan sekolah.

Dengan terlaksananya program ini, diharapkan pemahaman siswa terhadap sains dapat terus berkembang dan kebiasaan mencuci tangan yang baik dapat diterapkan dalam keseharian mereka, sehingga turut mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih sehat di Desa Getas.

Penulis: Habib Ari Murti, 24040123130051, Fisika, Sains dan Matematika

Dosen Pembimbing Lapangan: Dr. Ir. Cahya Setya Utama, S.Pt., M.Si., IPM. (Ketua), didampingi Dr. Ir. Marry Christyanto, M.P., IPM., Edi Prayitno, S.Pt., M.Si., Annisa Firdausi, S.P., M.P., dan Dr. Dinda Ayu Permata Sari, S.Pt., M.Si.

Lokasi/Periode KKN: Desa Getas, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, 2026

 

  • Habib Ari Murti
  • Mahasiswa KKN-T 136 Desa Getas, Program Studi Fisika, Universitas Diponegoro
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!