Mahasiswa KKN Reguler II Tim 10 UNDIP Kenalkan Olahan Gummy Jelly Buah Naga di Kelurahan Beji
WONOGIRI — Program tahunan mahasiswa Universitas Diponegoro kembali hadir dengan visi-misi pengabdian pada masyarakat melalui kegiatan KKN (Kuliah Kerja Nyata). Tahun ini, terdapat satu program unggulan yang dilaksanakan oleh mahasiswa Undip KKN Reguler II Tim 10 tahun 2026 yang berlokasi di Kelurahan Beji, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri. Program dilaksanakan pada 2 Agustus 2026, bertempat di kediaman Ibu Siswarsini, warga Lingkungan Pudak sekaligus Ketua Gapoktan Beji Makmur.
Mengusung tema “Pelatihan Pembuatan Gummy Jelly Berbahan Buah Naga Sebagai Inovasi Pangan Fungsional Dengan Pendampingan Legalitas Produk”, kegiatan ini mengajak ibu-ibu warga Lingkungan Pudak dan Ngersik untuk belajar dan mencoba langsung pembuatan Gummy Jelly berbahan buah naga, lemon, dan gelatin rumput laut. Selain praktik, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai manfaat dan kandungan gizi buah naga serta pengetahuan mengenai legalitas produk UMKM. Pemilihan buah naga sebagai bahan utama didasarkan pada potensi wilayah yang dikenal sebagai salah satu sentra komoditas buah naga, sehingga diharapkan dapat menjadi alternatif pemanfaatan dan pengembangan produk olahan berbahan dasar buah naga.
Acara dimulai pada pukul 20.00 WIB, satu jam lebih lambat dari jadwal awal karena peserta belum seluruhnya hadir. Setelah pembukaan dan doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Koordinator Desa, Arfidito, dan Ketua Gapoktan Beji Makmur, Ibu Siswarsini. Selanjutnya, Nazala Najmi Kamila dari Program Studi Kedokteran menyampaikan materi mengenai manfaat bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan Gummy Jelly. Peserta terlihat antusias dan turut mengajukan pertanyaan mengenai manfaat bahan serta kondisi kesehatan masing-masing.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan Gummy Jelly yang dipandu oleh Widyaning Anjani Seto dari Program Studi Teknologi Hasil Perikanan. Dalam praktik ini, peserta diperkenalkan pada komposisi Gummy Jelly yang terdiri dari buah naga, lemon, stevia, dan gelatin. Buah naga digunakan sebagai bahan utama karena merupakan salah satu komoditas unggulan di wilayah tersebut, sedangkan lemon ditambahkan untuk memberikan cita rasa segar dan menyeimbangkan rasa manis. Stevia digunakan sebagai alternatif pengganti gula pasir dengan kalori yang lebih rendah, sehingga menjadi salah satu keunggulan Gummy Jelly sebagai inovasi pangan yang lebih sehat. Peserta kemudian melihat dan mencoba secara langsung proses pengolahan bahan-bahan tersebut hingga menjadi produk Gummy Jelly.
Kegiatan selanjutnya diisi dengan materi mengenai legalisasi produk UMKM yang disampaikan oleh Gomgom Tampubolon dari Program Studi Hukum. Materi tersebut memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya legalitas produk serta hal-hal yang perlu diperhatikan apabila produk olahan rumah tangga ingin dikembangkan dan dipasarkan sebagai produk UMKM.
Meskipun waktu pelaksanaan mengalami perubahan dari jadwal awal, seluruh rangkaian kegiatan tetap dapat berjalan hingga selesai. Peserta juga cukup aktif selama kegiatan berlangsung, baik saat praktik maupun ketika sesi diskusi. Salah satu peserta mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengetahuan baru karena sebelumnya belum mengetahui bahwa buah naga dapat diolah menjadi Gummy Jelly. “Kegiatannya menarik karena bisa langsung mencoba membuat Gummy Jelly dan mendapatkan pengetahuan baru tentang cara mengembangkan produk,” ujar salah satu peserta.
Bagi tim KKN, kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai pengolahan buah naga, tetapi juga memperkenalkan langkah lanjutan yang dapat dilakukan apabila warga ingin mengembangkan hasil olahan menjadi produk UMKM. Dengan adanya praktik dan penyampaian materi legalitas dalam satu kegiatan, peserta dapat memperoleh gambaran mulai dari proses pembuatan hingga pemasaran produk.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Reguler II Tim 10 berharap pengetahuan yang telah diberikan dapat diterapkan oleh warga, terutama dalam memanfaatkan buah naga menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah. Tim KKN juga berharap kegiatan tersebut dapat menjadi langkah awal bagi warga Kelurahan Beji untuk mengembangkan produk olahan lokal serta lebih memahami pentingnya legalitas dalam pemasaran produk UMKM.
- KKN Reguler II Tim 10
- Universitas Diponegoro
- Setuju







