Mahasiswa KKN-R Tim II UNDIP, Kenalkan Racikan Pengendali Hama Tikus untuk Mendukung Pertanian Desa Banaran
Banaran, Sragen (21/7) — Mahasiswa KKN-R Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) Tahun 2026 Desa Banaran yang berasal dari Program Studi Rekayasa Perancangan Mekanik, Sekolah Vokasi, Universitas Diponegoro melaksanakan program kerja berupa pengenalan racikan pengendali hama tikus kepada petani Desa Banaran pada Selasa, 21 Juli 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai salah satu upaya untuk memberikan pengetahuan dan alternatif pengendalian hama tikus yang kerap mengganggu tanaman padi di area persawahan Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen.
Hama tikus menjadi salah satu permasalahan yang cukup sering dihadapi oleh petani karena dapat menyerang tanaman padi sejak fase awal pertumbuhan hingga menjelang panen. Serangan tersebut berpotensi menyebabkan kerusakan pada tanaman dan berpengaruh terhadap jumlah maupun kualitas hasil panen. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengendalian hama yang dapat diterapkan sesuai dengan kondisi lahan serta kebutuhan petani.
Melalui program kerja ini, mahasiswa memperkenalkan salah satu racikan pengendali hama tikus dengan bahan-bahan yang relatif mudah ditemukan oleh masyarakat. Racikan tersebut terdiri atas 10 kilogram beras, 10 butir telur, setengah liter minyak jelantah, dan 10 butir Racumin. Selain memperkenalkan bahan yang digunakan, mahasiswa juga menjelaskan proses pemanfaatan racikan tersebut kepada petani serta memberikan pemahaman mengenai pentingnya memperhatikan aspek keamanan dalam penggunaan bahan pengendali hama.
Dalam penyampaiannya, mahasiswa turut mengingatkan agar penggunaan bahan pengendali hama dilakukan secara bijak dan hati-hati. Hal tersebut penting untuk meminimalkan risiko terhadap manusia, hewan non-target, serta lingkungan di sekitar area persawahan. Dengan demikian, upaya pengendalian hama diharapkan tetap memperhatikan aspek keamanan dan kondisi lingkungan.
Kegiatan ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 2, yaitu Tanpa Kelaparan (Zero Hunger). Upaya membantu petani dalam mengendalikan hama tikus merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap keberlanjutan produksi pertanian. Dengan menekan potensi kerusakan tanaman akibat serangan hama, produktivitas lahan pertanian diharapkan dapat tetap terjaga sehingga turut mendukung ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Pengenalan racikan pengendali hama tersebut mendapat respons positif dari petani Desa Banaran. Salah satu petani menyampaikan bahwa racikan yang diperkenalkan cukup praktis karena menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh. “Racikannya mudah dibuat dan menurut saya cukup bagus untuk membantu mengatasi tikus di sawah. Bahannya juga mudah didapat, jadi bisa menjadi salah satu pilihan bagi petani,” ujar salah satu petani Desa Banaran.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-R Tim II UNDIP berharap pengetahuan yang diberikan dapat menjadi tambahan informasi bagi petani dalam menghadapi permasalahan hama tikus di persawahan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong penerapan pengendalian hama yang lebih tepat dan aman sehingga tanaman padi dapat terlindungi serta produktivitas pertanian di Desa Banaran dapat terus dipertahankan.
- Yusran Bagus Adidharma
- Mahasiswa Program Studi Rekayasa Perancangan Mekanik, Universitas Diponegoro
- Setuju





