Mahasiswa KKN Kembangkan Brownies Kulit Pisang untuk Kurangi Food Waste di Desa Kahuman
KLATEN, 5 Agustus 2026 – Anggota Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II 2026 Universitas Diponegoro, Adisa Naila Lubna, mengembangkan inovasi produk pangan berupa brownies berbahan puree kulit pisang sebagai upaya pemanfaatan limbah pangan dan peningkatan nilai tambah bahan pangan di Desa Kahuman, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. Program ini dilaksanakan melalui kegiatan demonstrasi dan praktik bersama yang menyasar ibu-ibu dan bapak-bapak di Desa Kahuman.
Program tersebut dilatarbelakangi oleh masih adanya kulit pisang yang umumnya langsung dibuang setelah buah dikonsumsi. Padahal, kulit pisang masih berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku produk pangan setelah melalui pengolahan yang tepat. Melalui program ini, mahasiswa KKN memperkenalkan alternatif pemanfaatan kulit pisang menjadi produk yang lebih bernilai sekaligus mendorong penerapan SDGs 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pengurangan food waste.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa terlebih dahulu melakukan identifikasi terhadap potensi kulit pisang sebagai bahan baku pangan. Kulit pisang kemudian diolah melalui tahap pretreatment sebelum dihaluskan menjadi puree dan digunakan dalam formulasi brownies. Tahapan tersebut dilakukan untuk menghasilkan bahan yang lebih sesuai digunakan dalam produk pangan sekaligus mempertahankan karakteristik brownies yang dapat diterima oleh masyarakat.
Kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan brownies berbahan puree kulit pisang kepada peserta. Mahasiswa menjelaskan tahapan pengolahan kulit pisang, formulasi bahan, teknik pencampuran adonan, hingga proses pemanggangan. Peserta juga diberikan kesempatan untuk mengamati dan mengikuti proses pengolahan secara langsung sehingga pemanfaatan kulit pisang tidak hanya disampaikan sebagai materi, tetapi dapat dipraktikkan sebagai alternatif pengolahan food waste di tingkat rumah tangga.
Selain demonstrasi, mahasiswa melakukan uji kesukaan sederhana untuk mengetahui penerimaan masyarakat terhadap produk yang dikembangkan. Penilaian dilakukan berdasarkan karakteristik sensori produk, seperti warna, aroma, rasa, tekstur, dan tingkat kesukaan secara keseluruhan. Hasil kegiatan tersebut menjadi bagian dari evaluasi untuk menentukan karakteristik brownies yang lebih sesuai dengan penerimaan masyarakat.
Koordinator KKN Desa Kahuman, Rizka Aulia Ramandani, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan alternatif pemanfaatan limbah pangan yang sederhana dan dapat diterapkan oleh masyarakat.
“Kami melihat bahwa kulit pisang yang selama ini sering dianggap sebagai limbah ternyata masih dapat dimanfaatkan menjadi produk pangan. Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan cara sederhana kepada masyarakat untuk mengolah kulit pisang menjadi brownies sehingga memiliki nilai tambah sekaligus dapat membantu mengurangi food waste,” ujarnya saat diwawancarai di sela-sela kegiatan.” ujarnya saat diwawancarai di sela-sela kegiatan.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa bahan yang selama ini dianggap sebagai limbah masih dapat memiliki nilai guna apabila diolah dengan tepat. Pemanfaatan kulit pisang menjadi brownies juga menjadi contoh penerapan konsumsi dan produksi yang lebih bertanggung jawab melalui upaya mengurangi pembuangan food waste dan menghasilkan produk pangan bernilai tambah.
Ibu Ida Andung Prihatin, S.Pd., selaku Kepala Desa Kahuman, turut menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN.
“Kami mengapresiasi kegiatan mahasiswa KKN yang memberikan pengetahuan dan praktik langsung kepada warga. Pemanfaatan kulit pisang menjadi brownies merupakan hal yang menarik karena bahan yang biasanya dibuang ternyata dapat diolah menjadi produk yang bernilai. Semoga kegiatan seperti ini dapat memberikan manfaat dan mendorong warga untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan bahan yang ada di sekitar,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berharap inovasi brownies berbahan puree kulit pisang dapat menjadi salah satu contoh sederhana yang dapat diterapkan masyarakat dalam memanfaatkan limbah pangan. Program ini juga diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk melihat food waste bukan semata-mata sebagai sampah, tetapi sebagai sumber daya yang masih dapat dimanfaatkan secara kreatif dan bertanggung jawab.
Mahasiswa KKN memaparkan inovasi brownies berbahan puree kulit pisang sebagai upaya mengurangi food waste dan mendukung SDGs 12.
Penulis/Reporter: Adisa Naila Lubna
Dosen Pembimbing Lapangan: Sri Risdhiyanti Nuswantari, S.Tr.T., M.T.
- Adisa Naila Lubna
- Mahasiswi Kuliah Kerja Nyata Tim II Program Studi Teknologi Pangan, Universitas Diponegoro
- Setuju






