Mahasiswa KKN Dorong Kemandirian Warga Terban melalui Tiga Program Edukatif
BATANG, Jawa Tengah – Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro di Desa Terban, Kecamatan Warungasem, melaksanakan rangkaian program pemberdayaan masyarakat khususnya yang diinisiasi oleh Muhammad Dhiya Ulfikri, mahasiswa Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro yang mengangkat aspek pendidikan, ekonomi, dan lingkungan. Tiga program tersebut meliputi PERMATA: Edukasi Keuangan Dasar, edukasi pemanfaatan TOGA dan edukasi perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), serta edukasi manfaat ekonomi kompos rumah tangga. Rangkaian kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya mendorong masyarakat untuk memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekitar melalui langkah-langkah sederhana yang memiliki manfaat jangka panjang.
Salah satu program yang menyasar generasi muda adalah PERMATA: Edukasi Keuangan Dasar yang diberikan kepada siswa SDN Terban. Program ini bertujuan mengenalkan pengelolaan uang secara bijak sejak dini, mulai dari pengenalan uang dan sumber uang, hingga pemahaman mengenai perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Materi kemudian dilanjutkan dengan pengenalan pentingnya menabung serta cara sederhana untuk mulai menyisihkan uang.
Agar materi lebih mudah dipahami, kegiatan dikemas secara interaktif melalui diskusi, kuis, permainan edukatif, dan pemberian hadiah sebagai bentuk apresiasi kepada siswa yang aktif berpartisipasi. Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Sejumlah siswa juga membawa celengan, yang menjadi salah satu media untuk mendorong kebiasaan menabung sejak dini. Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai uang, tetapi juga diajak untuk mulai menerapkan kebiasaan menggunakan uang secara lebih bijak dalam kehidupan sehari-hari.
Selain menyasar siswa sekolah dasar, mahasiswa KKN juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus membuka potensi ekonomi rumah tangga. Masyarakat didorong untuk memanfaatkan lahan di sekitar rumah dengan menanam TOGA yang dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Hasil tanaman tersebut tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk konsumsi pribadi, tetapi juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi. Hasil TOGA dapat dijual secara langsung dalam bentuk bahan mentah maupun diolah terlebih dahulu menjadi produk turunan untuk memperoleh nilai tambah. Dalam pengembangan produk olahan tersebut, masyarakat diperkenalkan dengan perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) sebagai dasar untuk menentukan harga jual dengan mempertimbangkan biaya yang dikeluarkan selama proses produksi.
Edukasi tersebut turut didukung melalui penyusunan ensiklopedia yang dikerjakan secara kolaboratif dengan anggota tim. Ensiklopedia memuat informasi mengenai ketahanan pangan, manfaat TOGA, tanaman yang ditanam di lahan perumahan, serta pemanfaatan hasil TOGA dan potensi ekonominya. Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat melihat bahwa tanaman yang tumbuh di sekitar rumah tidak hanya bermanfaat untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi sumber nilai ekonomi.
Program lainnya berfokus pada pemanfaatan limbah organik rumah tangga melalui kompos mandiri. Dalam kegiatan ini, mahasiswa memberikan edukasi mengenai manfaat ekonomi pengolahan limbah organik menjadi kompos serta mempraktikkan pemanfaatannya. Program tersebut mengajak masyarakat melihat limbah rumah tangga dari sudut pandang yang berbeda, yaitu sebagai sumber daya yang masih dapat dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan lahan.
Untuk memperlihatkan manfaat ekonominya secara lebih konkret, Muhammad Dhiya ulfikri menyusun perbandingan nominal pengeluaran rumah tangga sebelum dan sesudah menggunakan kompos. Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan kompos secara berkelanjutan berpotensi mengurangi pengeluaran untuk pembelian pupuk. Berdasarkan perhitungan yang digunakan dalam edukasi, setiap rumah tangga berpotensi menghemat hingga sekitar Rp1.000.000 dalam satu tahun, bergantung pada kebutuhan dan pengeluaran masing-masing rumah tangga.
“Ketiga program tersebut memiliki pendekatan yang berbeda, tetapi memiliki tujuan yang saling berkaitan, yaitu mendorong masyarakat Desa Terban untuk mengambil langkah sederhana dalam mengelola sumber daya yang dimiliki secara lebih bijak. Program Sosial kemasyarakatan mengenai edukasi keuangan diberikan kepada siswa sebagai bekal pengelolaan uang sejak dini, dan melalui 2 Program Multidisiplin lainya, harapannya masyarakat mulai sadar akan pentingnya langkah kecil seperti membuat kebun rumah yang dilengkapi dengan sarana pengolahan pupuk organik mandiri. Tujuan ini selaras dengan program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, khususnya melalui program resmi Pekarangan Pangan Bergizi (P2B).” ujar Muhammad Dhiya Ulfikri saat menjelaskan.
Melalui rangkaian program tersebut, mahasiswa KKN berharap pengetahuan yang telah diberikan tidak berhenti pada saat kegiatan berlangsung, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat. Kebiasaan menabung, pemanfaatan lahan untuk TOGA, serta pengolahan limbah organik menjadi kompos merupakan langkah sederhana yang apabila dilakukan secara konsisten dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, baik dari sisi pendidikan, lingkungan, maupun ekonomi.
Penulis/Reporter: Muhammad Dhiya Ulfikri
Kontak: [|dhiulfikrii@gmail.com|kknterbanbatang@gmail.com|@dhiya.ulfikri|@kkn.terbanundip26]
- Muhammad Dhiya Ulfikri
- Mahasiswa Universitas Diponegoro, Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro tahun 2025/2026 Desa Terban, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, Jawa Tengah
- Setuju





