Digitalisasi Informasi Alat Pertanian Berteknologi Tinggi sebagai Upaya Peningkatan Produktivitas Kelompok Tani Desa Pringanom pada Website

SRAGEN, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler (KKN-R) Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) terus mendorong penguatan akses informasi teknologi pertanian bagi kelompok tani di Desa Pringanom.

Salah satunya diwujudkan melalui program “Digitalisasi Informasi Alat Pertanian Berteknologi Tinggi” di Desa Pringanom, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, sebagai bagian dari program kerja Multidisiplin 1 bertema Peningkatan Produktivitas Pertanian Melalui Pemanfaatan Teknologi Informasi.

Kegiatan tersebut menyasar anggota Kelompok Tani Desa Pringanom. Program ini dirancang untuk memperluas wawasan petani mengenai ragam alat dan mesin pertanian modern, mulai dari alat tanam, alat panen, hingga alat pascapanen, agar dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi kerja dan hasil produksi.

Program tersebut dilaksanakan sebagai respons terhadap kondisi minimnya informasi yang diterima kelompok tani mengenai perkembangan alat pertanian berteknologi tinggi. Berdasarkan hasil observasi awal mahasiswa KKN-R UNDIP, sebagian besar petani di Desa Pringanom masih mengandalkan cara konvensional dan belum banyak mengetahui keberadaan serta manfaat alat-alat pertanian modern yang dapat diakses maupun diajukan melalui program bantuan pemerintah.

Muhammad Dhiya Nabiqhoh Rochman, mengatakan program tersebut disusun agar informasi mengenai alat pertanian berteknologi tinggi dapat lebih mudah diakses dan dipahami oleh kelompok tani.

“Kami melihat banyak petani di sini yang sebenarnya sangat terbuka terhadap teknologi baru, hanya saja informasinya belum sampai ke mereka. Lewat program ini, kami berharap informasi mengenai alat pertanian modern bisa lebih mudah diakses, sehingga dapat mendorong produktivitas dan efisiensi kerja kelompok tani,” ujarnya.

Kegiatan dilakukan dengan pemaparan materi menggunakan media video berisi katalog alat dan mesin pertanian berteknologi tinggi, lengkap dengan merk, keunggulan dan kekurangannya, dan lokasi pembelian dan juga tempat perawatannya, rekomendasi alat pengering padi modern, dan cara perawatan dari alat pertanian tersebut.

Program KKN-R UNDIP di Desa Pringanom ini diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan semata. Kemudahan akses informasi terhadap teknologi alat pertanian diharapkan dapat menjadi bekal berkelanjutan bagi kelompok tani Desa Pringanom untuk terus meningkatkan produktivitas di masa mendatang.

  • Muhammad Dhiya Nabiqhoh Rochman
  • Mahasiswa Program Studi Rekayasa Perancangan Mekanik, Universitas Diponegoro
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!