Perkuat Daya Saing UMKM & Ketahanan Pangan: Sinergisitas Program Akselerasi Mahasiswa KKN Undip Melalui Sosialisasi Perhitungan HPP & Literasi Keuangan

Sosialisasi Edukasi dan Pendampingan Modul UMKM dalam Perkuat Posisi Pasar UMKM

Sebagai sentral penghasil singkong dan tempe potensial, desa Kedungdowo memiliki peluang dalam ekspansi pasar di tingkat Kecamatan Andong maupun di Kabupaten Boyolali atau bahkan bisa diekspor di luar kota. Peluang ini harus dimanfaatkan desa Kedungdowo, dalam mendorong aktivitas perekonomian untuk memperkuat sinergisitas masyarakat dalam menunjang berbagai kebutuhan, sehingga dapat mendorong kemandirian ekonomi dan menjadi desa percontohan. Namun dibalik potensi yang ada, masih melekat hambatan terutama dalam akses edukasi keuangan sebagai urat nadi kehidupan, terutama untuk para pelaku UMKM dan petani sebagai kontributor penggerak mesin ekonomi desa. Jika hal ini tidak diatasi akan menciptakan kerugian finansial dan munculnya kesenjangan antara faktor produksi antara sumber modal dan sumber daya manusia (SDM) yang menjadi stimulan untuk permasalahan yang lain.

Melalui inisiasi Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) dalam program akselerasi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi desa dengan memberdayakan masyarakat setempat berhasil menghadirkan dua program diantaranya “Pendampingan Perhitungan Biaya Produksi dan Penyusunan Laporan Keuangan Sederhana”, dan “Penguatan Ketahanan Pangan Berbasis Potensi Lokal melalui Pemberdayaan Masyarakat Desa Kedungdowo” dengan harapan menjadi stimulan awal pemberdayaan masyarakat lokal.

Program pertama berfokus pada edukasi perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) dan praktek dalam dunia industri UMKM. Program ini sebagai bentuk implementasi tema KKN “Optimalisasi Potensi Pasar Melalui Digitalisasi dan Promosi Berbasis Media Online sebagai Langkah membangun Brand Reputation UMKM”. Kegiatan ini berfokus pada para pelaku UMKM di desa Kedungdowo. Program ini hadir sebagai jawaban atas permasalahan perhitungan profit UMKM yang selama ini terkendala pada margin, dikarenakan keterbatasan pemahaman dalam biaya, sehingga banyak biaya yang belum dimasukkan dalam perhitungan harga jual.

Kegiatan ini dilakukan melalui edukasi dan pendampingan praktis mengenai pengenalan  dan perhitungan 3 jenis biaya dalam proses produksi (biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya overhead), perhitungan HPP dan harga jual, hingga pembuatan laporan laba/rugi berbasis manual dan excel melalui template yang telah disediakan. Kehadiran program ini, menjadi fondasi ke depannya untuk UMKM dalam menyesuaikan harga jual sehingga dapat menentukan margin yang sesuai.

Sekretaris Desa Kedungdowo Aris Muttaqin menilai program ini sebagai bentuk penciptaan dinamika baru dalam UMKM yang mandiri, bersinergi dan sebagai bentuk keunggulan kompetitif terutama di Kabupaten Boyolali dalam mewadahi pelaku UMKM dalam membentuk keuangan yang akuntabel dan meningkatnya profesionalitas.

Selanjutnya pada program ke dua melalui edukasi dan sosialisasi terkait pentingnya pengelolaan dan literasi keuangan sebagai upaya preventif dan mitigasi agar tidak menjadi korban kejahatan finansial, seperti scam, pinjol, judi online, investasi bodong, phising dan kejahatan lainnya yang sering menargetkan masyarakat desa. Program ini dilandasi dari tema multidisiplin “Penguatan Ketahanan Pangan Berbasis Potensi Lokal melalui Pemberdayaan Masyarakat Desa Kedungdowo”. Literasi keuangan penting dalam mendukung tercapainya ketahanan pangan, karena dengan pemahaman keuangan sebagai salah satu pilar dalam keberhasilan tercapainya swasembada pangan lokal yakni dengan adanya kemampuan berhasil menargetkan para petani desa kedungdowo yang merupakan pemain utama dalam ketahanan pangan desa.

Babinsa Kedungdowo mengungkapkan bahwa banyaknya masyarakat terlibat dengan lintah darat dikarenakan kurangnya literasi keuangan warga sehingga mudah terbujuk tawaran pinjol dan lintah darat. Sehingga dengan adanya sosialisasi ini mampu mengurangi angka korban pinjol dan lintah darat, dan juga menjadi tameng untuk warga ke depannya sebagai langkah preventif.

Kedua program tersebut selaras dengan pencapaian poin da ke delapan dalam Sustainable Development Goals (SDGs) yakni Decent Work and Economic Growth ( Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi). Melalui edukasi perhitungan HPP dan bimbingan pembuatan laporan keuangan, diharapkan ke depannya mampu membangun SDM yang mandiri secara ekonomi dan menciptakan pelaku usaha (UMKM) yang melek finansial sehingga dapat bersaing dengan usaha mikro bahkan makro, dan menciptakan value added dalam bisnis untuk memperluas pangsa pasar sehingga mampu meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat. Di samping itu dengan adanya literasi keuangan dan pengenalan bahaya scam, pinjol dan pengenalan badan pengawas keuangan mendorong terciptanya pengelolaan keuangan yang inklusif sehingga nantinya warga dapat merasakan financial freedom dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Melalui kolaborasi antara akademisi dan masyarakat desa, KKN Tim II UNDIP berharap Desa Kedungdowo menjadi desa yang mandiri secara ekonomi dan bersinergi dalam memanfaatkan segala potensi sumber daya yang ada.

Zakhia Nur Azizi

  • Zakhia Nur Azizi
  • Mahasiswa S-1 Program Studi Akuntansi, Universitas Diponegoro
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!