Tingkatkan Kesiapsiagaan Sejak Dini, Mahasiswa KKN Undip Kenalkan Struktur Bangunan Tahan Gempa dan Simulasi Jalur Evakuasi di SDN Pilang 1

Tingkatkan Kesiapsiagaan Sejak Dini, Mahasiswa KKN Undip Kenalkan Struktur Bangunan Tahan Gempa dan Simulasi Jalur Evakuasi di SDN Pilang 1

SRAGEN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro, Aurel Rizqi Zaki, menggelar program edukasi keselamatan bertajuk “Edukasi Mitigasi Bencana dengan Pengenalan Struktur Bangunan Aman Gempa dan Simulasi Penentuan Jalur Evakuasi Mandiri” bagi siswa kelas 5 SD Negeri Pilang 1, Desa Pilang, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini diselenggarakan pada Jumat (31/7/2026) dan diikuti dengan penuh antusias oleh siswa-siswi sekolah dasar setempat.

Program ini digagas karena masih minimnya pemahaman dasar siswa sekolah dasar mengenai faktor keselamatan bangunan saat terjadi bencana gempa bumi serta bagaimana cara melakukan evakuasi mandiri secara tepat di lingkungan sekolah. Memanfaatkan latar belakang keilmuan Teknik Sipil, Aurel merancang materi edukasi kebencanaan yang disesuaikan dengan daya tangkap anak-anak melalui metode storytelling, presentasi interaktif, dan mini games peraga struktural.

Dalam sesi pembelajaran, siswa dikenalkan pada komponen utama bangunan yang berfungsi menahan gempa, seperti fondasi, kolom (tiang), dan balok pengikat. Siswa diajarkan mengenali tempat-tempat perlindungan yang aman di dalam kelas dan area yang harus dihindari saat guncangan terjadi. Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan rute denah jalur evakuasi sekolah dan simulasi tanggap darurat, di mana para siswa mempraktikkan langsung gerakan melindungi kepala (drop, cover, hold on) hingga berjalan tertib menuju titik kumpul (assembly point) di lapangan terbuka.

Kepala Sekolah SDN Pilang 1, Bapak Dwi, menyambut baik inisiatif program mitigasi bencana tersebut. “Edukasi ini sangat penting dan bermanfaat bagi anak-anak kami. Pengenalan jalur evakuasi dan struktur bangunan membuat siswa tidak panik dan tahu apa yang harus dilakukan secara mandiri ketika terjadi bencana di sekolah maupun di rumah,” tuturnya.

Program edukasi ini selaras dengan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan) melalui upaya peningkatan ketahanan (resilience) dan mitigasi risiko bencana pada fasilitas pendidikan sejak usia dini.

Penulis: Aurel Rizqi Zaki – Mahasiswa KKN Undip Tim II Desa Pilang, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik

  • Aurel Rizqi Zaki
  • Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!