Mahasiswa Kesehatan Masyarakat dan Bioteknologi KKNT 114 UNDIP Berkolaborasi Ajak Karang Taruna Desa Blimbing Sehat Lewat Pangan Fermentasi, Kenalkan Kombucha dan Edukasi Kesehatan Pencernaan
JATENG,NET, Desa Blimbing, Klaten (8/8/2026) – Sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai minuman fermentasi yang tengah populer, mahasiswa Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) 114 Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan kegiatan sosialisasi dan edukasi mengenai kombucha kepada Karang Taruna RW 01 Desa Blimbing, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 8 Agustus 2026, pukul 18.30 WIB hingga selesai, bertempat di lingkungan RW 01 setempat.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dua mahasiswa dengan latar belakang keilmuan berbeda, yaitu Aqilah Putri Ayu Utomo dari Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, serta Isma Nuraini Afifah dari Program Studi Bioteknologi, Fakultas Sains dan Matematika. Program ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya minat masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap kombucha sebagai alternatif minuman sehat sekaligus potensi peluang usaha desa yang belum banyak diketahui secara mendalam, baik dari segi manfaat, kandungan, maupun cara pembuatannya yang benar.
Dalam kesempatan tersebut, Aqilah menyampaikan materi mengenai kesehatan pencernaan dan kaitannya dengan konsumsi kombucha. Ia menjelaskan peran mikrobiota usus bagi tubuh, faktor gaya hidup yang memengaruhi kesehatan pencernaan pada kelompok usia muda, serta pentingnya transparansi informasi mengenai kandungan kombucha, seperti sisa gula hasil fermentasi, kadar alkohol alami, dan kelompok masyarakat yang perlu lebih berhati-hati dalam mengonsumsinya. “Kombucha bukan obat, melainkan salah satu pendukung pola hidup sehat yang perlu dikonsumsi secara bijak dan sesuai kebutuhan tubuh masing-masing,” jelas Aqilah dalam pemaparannya.
Selanjutnya, Isma memaparkan materi mengenai pengenalan kombucha secara umum, termasuk proses fermentasi menggunakan SCOBY (Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast), bahan dan alat yang diperlukan, serta tahapan pembuatan yang tepat sesuai standar keamanan pangan. Ia turut menjelaskan indikator keberhasilan fermentasi serta durasi fermentasi ideal, sehingga peserta dapat memproduksi kombucha yang aman dikonsumsi maupun layak dijual.
Sebagai pelengkap edukasi, kedua mahasiswa membagikan leaflet berisi rangkuman materi kepada peserta, mencakup pengenalan kombucha dan cara pembuatannya, panduan keamanan pangan, serta klarifikasi mitos dan fakta seputar kombucha. Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak antusias mengikuti jalannya sosialisasi dan aktif mengajukan pertanyaan, terutama terkait cara penyimpanan, tingkat keamanan konsumsi, serta potensi kombucha sebagai produk unggulan desa.
Melalui kegiatan ini, Aqilah dan Isma berharap masyarakat, khususnya Karang Taruna RW 01 Desa Blimbing, dapat lebih memahami kombucha secara utuh, baik dari sisi manfaat kesehatan maupun aspek keamanan pangan. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan pengetahuan ini dapat menjadi bekal untuk mengembangkan kombucha sebagai salah satu produk usaha desa yang berkelanjutan di masa mendatang.
Penulis:
- Aqilah Putri Ayu Utomo – Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro
- Isma Nuraini Afifah – Program Studi Bioteknologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro
DPL: Dr. Sunarno, S.Si., M.Si.
Lokasi: Desa Blimbing, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten





