Lestarikan Budaya Bangsa, Mahasiswa KKN UPGRIS Ajak Siswa SDN Wringinjajar 03 Bermain Permainan Tradisional

Serunya bermain sambil melestarikan budaya.

Demak – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 37 melaksanakan program kerja Bidang Agama dan Budaya dengan mengajak siswa SD Negeri Wringinjajar 03 memainkan berbagai permainan tradisional sebagai upaya menanamkan rasa cinta terhadap budaya Indonesia sejak dini. Kegiatan ini dilaksanakan di halaman SD Negeri Wringinjajar 03, Desa Wringinjajar, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, pada Rabu, 5 Agustus 2026.

Program kerja ini bertujuan untuk melestarikan permainan tradisional sekaligus mengenalkan kembali nilai-nilai budaya kepada generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan maraknya penggunaan gawai. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN membagi siswa ke dalam beberapa kelompok untuk memainkan empat permainan tradisional, yaitu gobak sodor, engklek, egrang, dan bekel. Setiap permainan dipandu oleh mahasiswa KKN sehingga siswa dapat mengikuti aturan permainan dengan baik.

Melalui permainan tersebut, siswa tidak hanya diajak bermain, tetapi juga belajar mengenai nilai-nilai karakter seperti kerja sama, sportivitas, disiplin, kejujuran, serta saling menghargai antarteman. Suasana kegiatan berlangsung meriah dengan antusiasme siswa yang aktif mengikuti setiap permainan hingga selesai.

Kepala SD Negeri Wringinjajar 03 menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kegiatan yang dihadirkan mahasiswa KKN tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang efektif untuk melestarikan budaya lokal di lingkungan sekolah.  “Kami mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN UPGRIS. Permainan tradisional memiliki banyak nilai positif, seperti melatih kerja sama, kedisiplinan, dan kebersamaan. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan kecintaan siswa terhadap budaya Indonesia sekaligus menjadi alternatif aktivitas yang edukatif,” ujar Kepala SD Negeri Wringinjajar 03, Redi Pramandika, S.Pd., M.Pd.

Sementara itu, Rafika Rizky Agustina, selaku penanggung jawab program kerja Bidang Agama dan Budaya KKN UPGRIS Kelompok 37, mengatakan bahwa permainan tradisional dipilih karena selain menyenangkan juga sarat akan nilai pendidikan karakter yang penting ditanamkan kepada anak-anak. “Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak adik-adik untuk kembali memainkan permainan tradisional seperti gobak sodor, engklek, egrang, dan bekel sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia. Selain menyenangkan, permainan tersebut juga mengajarkan nilai kebersamaan, sportivitas, dan kerja sama. Harapannya, anak-anak dapat terus melestarikan permainan tradisional dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Penanggung Jawab Bidang Agama dan Budaya, Rafika Rizky Agustina.

Melalui program kerja ini, Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 37 berharap permainan tradisional tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan KKN, tetapi juga dapat terus dimainkan oleh siswa sebagai salah satu upaya menjaga dan melestarikan warisan budaya Indonesia di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

  • Raffa Hayfa Kinara Putri
  • Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas PGRI Semarang
  • hayfaraffa@gmail.com
  • 085600838377
  • WhatsApp-Image-2026-08-08-at-12.46.32-PM
    WhatsApp-Image-2026-08-08-at-12.46.32-PM
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!