Kreatif & Eco-Friendly: Pelatihan Origami dari Kertas Bekas KKN UNDIP di SDN Gebang 2

Sragen, 23 Juli 2026 — Dalam upaya mengasah kreativitas sekaligus menumbuhkan kepedulian lingkungan sejak dini, mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) menyelenggarakan pelatihan origami dari kertas bekas di SDN Gebang 2, Desa Gebang, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen. Program edukatif ini dilaksanakan oleh Dea Handal Dewi, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNDIP.

Program kerja ini secara khusus menyasar 17 siswa kelas VI SDN Gebang 2. Berangkat dari belum optimalnya pemanfaatan kertas bekas di lingkungan sekolah serta minimnya variasi media pembelajaran seni dan budaya asing yang interaktif, program ini hadir sebagai solusi yang ramah lingkungan dan menyenangkan.

Melalui pelatihan ini, para siswa diajak untuk memanfaatkan kembali kertas bekas yang tidak terpakai di sekitar mereka agar diolah menjadi beragam bentuk karya seni origami yang bernilai estetika dan edukatif. Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai pentingnya menjaga lingkungan melalui daur ulang kertas bekas dan pengenalan singkat kebudayaan Jepang menggunakan media slide PowerPoint dan poster edukatif.

Tak sekadar melipat kertas, mahasiswa KKN juga memanfaatkan momen ini untuk memperkenalkan kosakata dasar bahasa Jepang kepada para peserta, khususnya nama-nama hewan yang bentuknya disesuaikan dengan karya origami yang dibuat.

Selama kegiatan berlangsung dari pukul 10.00 hingga 11.00 WIB, para siswa kelas VI SDN Gebang 2 menyambut baik kegiatan dan mengikuti pelatihan dengan antusias. Siswa aktif mengikuti demonstrasi, mempraktikkan pembuatan origami dari kertas bekas dengan pendampingan intensif, serta tertarik mempelajari kosakata bahasa Jepang yang diperkenalkan.

Dea Handal Dewi menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan dampak positif berkelanjutan bagi para siswa, baik dari segi wawasan lingkungan maupun kebudayaan.

“Kami ingin para siswa tidak hanya belajar berkarya, tetapi juga memahami pentingnya mengolah kembali barang bekas di sekitar mereka. Melalui perpaduan seni origami dan pengenalan bahasa Jepang ini, diharapkan kreativitas serta kesadaran pemanfaatan sampah kertas di kalangan siswa dapat terus meningkat secara berkelanjutan,” ujar Dea dalam penyampaian materinya.

Kegiatan ditutup dengan sesi evaluasi hasil karya lipatan siswa dan foto bersama. Dari pelaksanaan program ini, seluruh siswa kelas VI SDN Gebang 2 berhasil membuat karya origami dari kertas bekas secara mandiri sekaligus memahami dan mampu melafalkan kosakata nama-nama hewan dalam bahasa Jepang.

Pelatihan ini turut mendukung SDG 4 – Pendidikan Bermutu melalui pembelajaran kreatif yang menggabungkan seni origami dan pengenalan bahasa Jepang, serta SDG 12 – Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pemanfaatan kertas bekas menjadi karya yang bernilai guna.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNDIP berharap pemanfaatan kertas bekas dan pemahaman kebudayaan Jepang dapat terus dilanjutkan serta dikembangkan oleh warga sekolah sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan dan mengasah kreativitas siswa. Dengan keberlanjutan program tersebut, diharapkan pengelolaan sampah kertas dapat dilakukan dengan lebih baik serta minat belajar seni dan bahasa asing siswa semakin meningkat sehingga tercipta lingkungan sekolah yang lebih kreatif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Penulis/Reporter: Dea Handal Dewi

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL): Widayanto S.Sos., M.Si.

Lokasi: Ruang Kelas VI SDN Gebang 2, Desa Gebang, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen

  • Dea Handal Dewi
  • Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang, Universitas Diponegoro
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!