KKNT-79 UNDIP Ciptakan Sego Jagung Instan, Bantu UMKM Bu Pur Perluas Pasar

Tim KKNT-79 Universitas Diponegoro bersama Pak Wanto, pelaku UMKM Lele di Kelurahan Wujil, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang

KKNT-79 UNDIP Dampingi UMKM Lele Kembangkan Produk Frozen Food Marinasi

Semarang, 31 Juli 2026 – Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Diponegoro, KKNT-79, mendampingi UMKM Lele Pak Wanto di Kelurahan Wujil, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, mengembangkan produk olahan lele siap pasar. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (31/7/2026) pukul 10.00 itu diikuti enam mahasiswa bersama pelaku usaha, dengan hasil berupa produk “Olahan Lele Marinasi” dalam kemasan frozen food, lengkap dengan pendampingan kalkulasi biaya produksi dan pelatihan pemasaran digital melalui Shopee.

Selama ini, usaha budidaya sekaligus penjualan lele milik Pak Wanto di RW 12 hanya mengandalkan pengepul sebagai satu-satunya jalur distribusi. Pola penjualan tersebut membuat harga jual lele cenderung rendah dan sepenuhnya bergantung pada pengepul, sehingga pendapatan yang diperoleh belum cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga. Ditambah lagi, produk olahan dari lele belum pernah dikembangkan, padahal nilai jualnya berpotensi lebih tinggi jika diolah lebih lanjut.

Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa KKNT-79 mengusulkan inovasi “Olahan Lele Marinasi” berbentuk frozen food untuk mendongkrak nilai jual sekaligus memperpanjang daya simpan lele sebagai produk turunan. Program ini juga menyasar sisi manajemen usaha dengan membekali Pak Wanto cara menghitung Harga Pokok Produksi (HPP) secara mandiri, serta memperluas jangkauan pasar melalui pengelolaan akun Shopee. Dengan begitu, pelaku usaha diharapkan mampu meneruskan produksi dan pemasaran produknya sendiri secara berkelanjutan, sekaligus mendongkrak pendapatan dan kesejahteraan keluarga.

Program berjalan melalui beberapa tahap. Mahasiswa lebih dulu melakukan observasi dan wawancara untuk memetakan kondisi usaha, sebelum menetapkan program kerja yang akan dijalankan. Tahap berikutnya diisi dengan uji coba formula produk, hingga akhirnya bahan baku dan resep produk ditetapkan. Pada tahap akhir, mahasiswa mendampingi Pak Wanto menghitung biaya produksi sekaligus mengelola akun Shopee sebagai kanal pemasaran baru.

Mahasiswa KKNT-79 Universitas Diponegoro mendampingi proses pembuatan produk olahan lele marinasi di UMKM Lele Pak Wanto, Kelurahan Wujil.

Antusiasme Pak Wanto terlihat sepanjang program berjalan. Ia tertarik dengan inovasi “Olahan Lele Marinasi” yang dinilai memberi nilai tambah baru pada lele, yang sebelumnya hanya dijual mentah. Program ini pun dirasakan membantu, sebab tidak sekadar memperkenalkan produk baru, tetapi juga membekali pengetahuan, keterampilan, dan sarana pemasaran yang bisa terus digunakan setelah program berakhir.

Dari kegiatan ini, Pak Wanto menerima prototipe produk “Olahan Lele Marinasi” dalam kemasan frozen food, dokumen kalkulasi HPP, dan akun Shopee yang siap dikelola sendiri. Produk olahan ini punya daya simpan lebih panjang sehingga lebih aman disimpan dan didistribusikan dibanding lele mentah yang cepat rusak. Bentuknya yang lebih praktis dikonsumsi juga membuka peluang pasar yang lebih luas, memberi keunggulan dibanding sekadar menjual lele mentah ke pengepul. Ke depan, Pak Wanto diharapkan bisa memperoleh tambahan pendapatan sekaligus mengembangkan usaha pengolahan hasil perikanannya lebih jauh.

Mahasiswa KKNT-79 Universitas Diponegoro menyerahkan produk olahan lele marinasi kepada Pak Wanto disaksikan warga sekitar di Kelurahan Wujil, Jumat (31/7/2026).

Dalam jangka panjang, program ini diharapkan mendorong lele Wujil naik kelas dari sekadar dijual mentah menjadi produk olahan bernilai tambah yang lebih kompetitif di pasaran. Selain membuka peluang usaha baru bagi warga sekitar, teknologi pengemasan frozen food juga diharapkan mendongkrak daya simpan dan daya jual produk lele, sekaligus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga mengolah bahan baku lokal menjadi produk pangan yang lebih inovatif, higienis, dan siap dipasarkan.

Dokumen kalkulasi HPP yang diserahkan diharapkan menjadi acuan Pak Wanto dalam menentukan harga jual yang tepat, terutama saat harga bahan baku berubah. Sementara itu, akun Shopee akan terus dikelola dan diperbarui secara berkala untuk memperluas jangkauan pemasaran produk lele marinasi. Belum ada kegiatan lanjutan yang dijadwalkan setelah program ini rampung.

Penulis/Reporter: Ayunda Dea Febrina

Fotografer: Erick Benediktus Sinulingga dan Hafidz Afif

Kontak Media/Humas: @kknt79.wujil

  • Ayunda Dea Febrina
  • Mahasiswa Program Studi Akuntansi Perpajakan, Universitas Diponegoro
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!