KKN Undip Dorong Penguatan UMKM Desa Karangdowo melalui Panduan Pengelolaan Usaha
KENDAL — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim II Universitas Diponegoro (Undip) turut mendorong pengembangan Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) di Desa Karangdowo, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal sebagai bagian dari upaya memperkuat potensi ekonomi lokal.
Upaya tersebut tidak hanya terhenti pada pemberian edukasi, namun juga melalui penyusunan booklet dengan judul “Pengembangan & Penguatan UMKM Desa Karangdowo: Bersama UMKM, Membangun Desa, Menguatkan Ekonomi, Mewujudkan Kemandirian.” Booklet tersebut disusun sebagai panduan praktis bagi masyarakat dalam mengembangkan dan memperkuat usaha secara berkelanjutan.
Desa Karangdowo memiliki potensi ekonomi yang tersebar luas dengan berbagai sektor mulai dari kuliner, perdagangan, hingga industri skala kecil. Namun, sejumlah pelaku usaha masih menghadapi tantangan operasional seperti pencatatan keuangan, visualisasi produk, standarisasi kualitas dan kemasan, promosi, hingga pemanfaatan media digital.
Kondisi tersebut turut dibenarkan oleh Rusdianto, salah satu pegawai pemerintah Desa Karangdowo. Menurutnya, permodalan, pengelolaan keuangan, dan promosi melalui media digital menjadi tantangan utama bagi pelaku usaha di Desa Karangdowo.
“Secara umum tantangan utamanya ada pada modal. Terkadang barang habis, modal juga habis untuk kebutuhan anak sekolah, rumah tangga, dan lainnya. Jadi intinya modal minim,” ungkap Rusdianto.
Ia juga menyoroti keterbatasan pemahaman pelaku usaha dalam media sosial sebagai sarana promosi. “Ibu-ibu kurang tahu tentang media sosial untuk posting juga promo. Walaupun mereka punya, tapi untuk mengoperasikannya belum paham. Mungkin dari tim jenengan bisa membantu untuk mempromosikannya atau membantu digitalisasinya,” imbuhnya.
Merespon kondisi tersebut, mahasiswa KKN Undip turun langsung memberikan sosialisasi dan pendampingan kepada ibu-ibu PKK Desa Karangdowo yang turut berperan dalam pengembangan usaha rumahan di masyarakat. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan pada 1-10 Agustus 2026 dengan menyesuaikan jadwal kegiatan PKK masing-masing wilayah.
Melalui penyusunan booklet, sosialisasi disampaikan secara praktis dan aplikatif. Persebaran UMKM tiap dusun, perhitungan harga produksi dan titik impas, berbagai tips dan trik visualisasi produk, hingga strategi perluasan jejaring pasar menjadi acuan utama dalam penyampaian materi.
Selain aspek manajemen usaha, pengetahuan akan standarisasi kualitas produk usaha pangan juga ditekankan. Panduan pemilihan kemasan yang efektif, higienitas pengemasan dan penyimpanan, kontrol mutu bahan baku, serta teknik penanganan bahan pangan juga menjadi perhatian dalam sosialisasi.
Pendampingan ini diharapkan menjadi pegangan berkelanjutan bagi warga dalam merintis produk unggulan yang berdaya saing, sekaligus mendukung upaya pembangunan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.
- Mahasiswa KKN Tim II Desa Karangdowo
- Universitas Diponegoro
- Setuju







