KKN UIN Walisongo Sosialisasi Edukasi Remaja SMK Islam Nurul Hadi tentang Bahaya Miras, Judi Online dan Pinjaman Online
Demak – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) ke- 22 Posko 70 Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang Berhasil Merealisasikan Program Kerja Sosialisasi Interaktif Remaja: Safe Future ‘Menjaga diri dari adiksi miras, menjaga jempol dari judol, pinjol dan kejahatan digital’ di SMK Islam Nurul Hadi Desa Batu Kecamatan Karang Tengah, Kabupaten Demak pada hari Rabu (5/8/26).
Kegiatan ini diikuti oleh 76 Siswa kelas 10 dari beberapa jurusan. Antusiasme melalui sesi penyampaian materi, diskusi interaktif, serta quiziz disertai beberapa pertanyaan mengenai bahaya penyalahgunaan minuman keras dan etika bermedia digital. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman remaja mengenai risiko adiksi minuman keras terhadap kesehatan fisik, mental, dan kehidupan sosial.
Melalui tema “Safe Future”, mahasiswa KKN mengajak para siswa memahami bahwa kebiasaan yang dianggap sederhana dapat berkembang menjadi masalah apabila dilakukan tanpa kontrol. Konsumsi minuman keras, misalnya, tidak hanya berpotensi memengaruhi kesehatan dan kondisi psikologis, tetapi juga dapat berdampak terhadap hubungan sosial, prestasi belajar, hingga masa depan remaja. Selain itu, peserta juga dibekali pengetahuan tentang pentingnya menggunakan media digital secara bijak, mulai dari meng-klik pinjaman online illegal hingga menjaga keamanan data pribadi. Edukasi semacam ini sejalan dengan upaya sekolah dalam membentuk peserta didik yang berkarakter, berakhlak, dan mampu menghadapi tantangan perkembangan teknologi.
Acara dimulai dengan sambutan dari perwakilan kepala sekolah, Wahyu mengatakan “sosialisasi ini harusnya bisa menjadi dampak positif untuk siswa karena mengenai judul sosialisasi ini marak di sekitar kita”. Dalam isi sambutannya, Wahyu menjelaskan upaya siswa untuk menyimak materi dengan sebaik mungkin karena bisa menjadi pembekalan untuk diri sendiri terutama mengenai lingkungan. Lalu dilanjut dengan materi mengenai miras yang dibawakan oleh Muhammad Shafwan Afif. “Miras itu tergantung kendali kontrol pada diri kita begitupun juga tergantung pada lingkungan, maka dari itu kita pandai-pandai memilih lingkungan. Selain itu, miras itu tidak baik untuk kesehatan dan dapat memicu penyakit jantung” ujarnya.
Materi lainnya yaitu mengenai keamanan digital yang dibawakan oleh anggota KKN Ibnu Ubaidillah “Dalam menjaga keamanan digital kita harus menjaga password dan yang bersifat pribadi, karena kalo data bocor maka data kita bisa disalahgunakan oleh seseorang” ujarnya. Keamanan digital ini marak karena adanya beberapa pesan atau sms ataupun melalui beberapa platform sosial media dengan mengirim link tanpa diketahui data bisa dicuri oleh pihak yang tidak berwenang. Selain itu, narasumber memberikan beberapa contoh terkait materi supaya bisa dipahami dengan baik.
Materi selanjutnya ada mengenai pinjaman online dan judi online yang dibawakan oleh beberapa pemateri dari anggota KKN lainnya, dengan isi materi bahwa kemudahan akses melalui telepon genggam membuat kedua aktivitas tersebut dapat dijangkau dengan cepat. Kondisi ini dapat menjadi persoalan apabila remaja tidak memiliki pemahaman yang cukup mengenai risiko finansial, sosial, dan psikologis yang mungkin ditimbulkan. Siswa juga memperoleh wawasan mengenai bahaya perjudian online yang dapat menyebabkan kecanduan, kerugian finansial, gangguan hubungan sosial, hingga memengaruhi kondisi psikologis. Selain itu, materi tentang pinjaman online ilegal dan kejahatan digital membekali peserta dengan kemampuan mengenali modus penipuan, pencurian data pribadi, penyalahgunaan media sosial, serta pentingnya menjaga keamanan informasi pribadi saat beraktivitas di dunia digital.
Dari kegiatan tersebut, para siswa diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya menjaga diri dari adiksi minuman keras, menggunakan media sosial secara bijak, serta menghindari judi online dan pinjaman online yang berisiko.
Selain meningkatkan pengetahuan, sosialisasi juga diharapkan memberikan dampak jangka panjang berupa meningkatnya kemampuan siswa dalam mengambil keputusan, membangun pergaulan yang sehat, serta menjaga masa depan mereka dari berbagai perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Dengan adanya edukasi tersebut, mahasiswa KKN UIN Walisongo berharap siswa SMK Islam Nurul Hadi dapat menjadi generasi muda yang lebih sadar risiko, mampu memanfaatkan teknologi secara positif, dan berani mengatakan tidak terhadap berbagai ajakan yang dapat mengancam masa depan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi tantangan sosial di kehidupan nyata.
- Artanti Maulita Rossi
- Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Posko 70
- artantirosi125@gmail.com
- 081284482459
-
BUKTI-TF-2 - Setuju





