Inovasi Pangan Lokal melalui Edukasi Yogurt Bunga Telang, Dorong Masyarakat Kenali Camilan Sehat
Pangan lokal memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk yang lebih menarik sekaligus mendukung kebiasaan hidup sehat di tengah masyarakat. Pemanfaatan bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar juga dapat menjadi cara sederhana untuk mengenalkan pentingnya memilih makanan yang lebih sehat. Salah satu bahan yang memiliki potensi tersebut adalah bunga telang (Clitoria ternatea). Bunga berwarna biru alami ini mengandung senyawa antioksidan, khususnya antosianin, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami dalam olahan pangan. Pemanfaatannya dalam yogurt menjadi salah satu alternatif untuk menghadirkan camilan yang tidak hanya menarik secara tampilan, tetapi juga memanfaatkan potensi bahan pangan lokal.
Potensi bunga telang tersebut kemudian diangkat oleh Safiya Aulia Rahma dari Tim KKN-T 99 Universitas Diponegoro melalui program kerja “Inovasi Pangan Lokal Melalui Edukasi Yogurt Bunga Telang sebagai Camilan Berantioksidan Tinggi untuk Masyarakat KWT RW 04, KWT Berkah Tulip, PKK RW 04, dan KTT Rejeki Lumintu.” Program ini dikemas dalam bentuk edukasi gizi sekaligus pengenalan inovasi pangan kepada masyarakat Kelurahan Sumurrejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan pemanfaatan bahan pangan lokal melalui produk yang sederhana dan dapat diterapkan di lingkungan rumah tangga.
Program ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui edukasi mengenai pemilihan camilan sehat dan pentingnya asupan pangan yang mendukung kesehatan tubuh. Selain itu, kegiatan ini juga berkaitan dengan SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui pengenalan dan pemanfaatan pangan lokal sebagai bagian dari diversifikasi produk pangan masyarakat. Tidak hanya berbicara mengenai camilan sehat, peserta juga dikenalkan pada peran antioksidan bagi tubuh dan pemanfaatan bunga telang dalam produk pangan. Melalui kegiatan ini, bunga telang diperkenalkan sebagai bahan lokal yang dapat memberikan warna alami sekaligus menjadi sumber senyawa antioksidan pada yogurt. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi masyarakat untuk mengolah bahan lokal menjadi produk pangan yang sederhana dan dapat dibuat kembali di rumah.
Edukasi yang diberikan tidak berhenti pada penyampaian materi. Informasi mengenai manfaat yogurt, potensi bunga telang, kandungan antioksidan, hingga pentingnya memilih camilan sehat disampaikan dengan cara yang sederhana dan interaktif. Peserta juga diajak melihat secara langsung proses pengolahan yogurt bunga telang melalui demonstrasi pembuatan produk. Setiap tahapan diperagakan dengan memperhatikan kebersihan alat, bahan, dan proses pengolahan. Dengan pendekatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh informasi, tetapi juga dapat melihat secara langsung bagaimana inovasi pangan tersebut dibuat dengan memperhatikan prinsip higiene dan keamanan pangan.
Kegiatan melibatkan anggota KWT RW 04, KWT Berkah Tulip, PKK RW 04, dan KTT Rejeki Lumintu sebagai peserta edukasi. Acara diawali dengan pengenalan alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan yogurt bunga telang. Setelah itu, peserta mendapatkan penjelasan mengenai manfaat yogurt, pemanfaatan bunga telang sebagai bahan pangan lokal, kandungan antioksidan, serta pentingnya memilih camilan yang lebih sehat. Materi kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan yogurt bunga telang. Suasana kegiatan semakin interaktif ketika peserta mengikuti sesi mencicipi yogurt bunga telang yang telah diperkenalkan selama kegiatan.
Memasuki sesi praktik, peserta terlebih dahulu dikenalkan dengan fungsi masing-masing alat dan bahan sebelum proses pembuatan dimulai. Selanjutnya, peserta memperagakan tahapan pengolahan yogurt bunga telang sembari mendapatkan penjelasan mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan dalam proses pembuatannya. Kebersihan menjadi salah satu perhatian utama, mulai dari penggunaan alat hingga penanganan bahan selama pembuatan produk. Peserta dapat mengamati proses secara langsung dan mengikuti penjelasan yang diberikan oleh tim. Pendampingan juga dilakukan selama kegiatan untuk memastikan peserta memahami materi dan tahapan pembuatan yang telah disampaikan.
Dari kegiatan tersebut, Safiya Aulia Rahma menghasilkan materi penyuluhan dan poster edukasi sebagai media informasi yang dapat digunakan peserta untuk mengingat kembali materi mengenai yogurt bunga telang dan pilihan camilan sehat. Pengenalan yogurt bunga telang juga menjadi salah satu bentuk upaya memperluas pemanfaatan bahan pangan lokal di lingkungan masyarakat. Antusiasme peserta selama penyampaian materi, demonstrasi, hingga sesi mencicipi menunjukkan adanya ketertarikan terhadap inovasi pangan yang diperkenalkan. Melalui kegiatan ini, pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam memilih dan mengolah camilan secara lebih sehat. Pemanfaatan bunga telang pun diharapkan tidak berhenti sebagai pewarna alami, tetapi dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk mengembangkan berbagai inovasi pangan lokal yang sederhana, kreatif, dan bernilai guna.
- Safiya Aulia Rahma
- Mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan, Universitas Diponegoro
- Setuju






