Implementasi SDGs 4 dan 12 melalui “Sedekah Sampah”, Mahasiswa KKN-T 141 UNDIP Ajak Siswa SDIT Permata Bunda Ubah Sampah Menjadi Karya Mozaik

Demak – Sampah anorganik menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang perlu mendapatkan perhatian sejak dini. Berbagai sampah berbahan plastik dan kemasan yang sulit terurai dapat menumpuk apabila tidak dikelola dengan baik. Pengenalan mengenai pemilahan dan pemanfaatan sampah kepada anak-anak menjadi salah satu langkah untuk menumbuhkan kebiasaan peduli terhadap lingkungan. Hal itu menjadi latar belakang pelaksanaan program “Sedekah Sampah: Edukasi dan Praktik Pemilahan Sampah Anorganik melalui Kreasi Mozaik” oleh mahasiswa KKN Tematik 141 Universitas Diponegoro di SDIT Permata Bunda – Unit Pucang Gading Raya, pada Sabtu, 18 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 07.00–08.30 WIB ini diikuti oleh sekitar 123 siswa kelas 5A, 5B, 5C, dan 5D.

Program tersebut merupakan bagian dari kegiatan edukasi mahasiswa KKN-T 141 di lingkungan sekolah sekaligus menjadi bentuk implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) 4 tentang Pendidikan Bermutu dan SDGs 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Program ini diinisiasi oleh Nalya Nur Khusna dan Selvia Dwi Ananda Wulandari, mahasiswa Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro.

Mendukung SDGs melalui Pendidikan Lingkungan

Program “Sedekah Sampah” menjadi salah satu bentuk implementasi SDG 4: Pendidikan Bermutu melalui pemberian pengetahuan dan keterampilan kepada siswa dalam memahami persoalan lingkungan. Pembelajaran dilakukan dengan menggabungkan edukasi dan praktik sehingga siswa dapat memperoleh pengalaman secara langsung dalam menerapkan pengetahuan mengenai pengelolaan sampah.

Selain itu, kegiatan ini turut mendukung SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui praktik pemilahan dan pemanfaatan kembali sampah anorganik. Sampah plastik dan kemasan yang dibawa oleh siswa tidak langsung berakhir sebagai limbah, tetapi digunakan kembali sebagai bahan untuk menghasilkan karya mozaik.

Mengenalkan Sampah Anorganik kepada Siswa

Kegiatan diawali dengan edukasi mengenai sampah anorganik. Siswa diperkenalkan dengan pengertian sampah anorganik, jenis-jenisnya, serta pentingnya membiasakan diri memilah sampah dalam kehidupan sehari-hari.

Materi juga mengajak siswa untuk memahami bahwa sampah yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari tidak selalu harus langsung dibuang. Beberapa jenis sampah anorganik masih dapat dimanfaatkan kembali apabila dipilah dan dikelola dengan tepat. Setelah mendapatkan materi, siswa kemudian diajak menerapkan pengetahuan tersebut melalui praktik pembuatan karya mozaik. Edukasi tidak hanya berlangsung secara teoritis, tetapi dilanjutkan dengan pengalaman langsung yang melibatkan siswa dalam proses pengelolaan sampah.

Mengubah Sampah Kemasan Menjadi Karya Mozaik

Pada sesi praktik, siswa menggunakan sampah anorganik yang sebelumnya telah dibawa dari rumah. Sampah yang digunakan antara lain bungkus makanan, kemasan deterjen, dan berbagai kemasan plastik lainnya.

Setiap kelas dibagi menjadi lima kelompok. Setiap kelompok kemudian bekerja sama untuk menghasilkan satu karya mozaik dengan pola yang telah disiapkan oleh mahasiswa. Siswa terlebih dahulu memilah sampah berdasarkan warna, kemudian mengguntingnya menjadi potongan-potongan kecil untuk ditempelkan pada pola yang tersedia.

Antusiasme siswa terlihat selama proses praktik, terutama ketika mereka memilah warna dan menggunting sampah untuk menyesuaikannya dengan gambar. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar bekerja sama sekaligus mengembangkan kreativitas melalui pemanfaatan bahan yang sebelumnya dianggap sebagai sampah.

Berbagai karya berhasil dihasilkan oleh siswa, mulai dari bunga, buah, hingga mobil-mobilan. Setiap karya merupakan hasil kerja sama anggota kelompok dalam menyusun potongan sampah hingga membentuk gambar yang telah ditentukan.

Tidak Berhenti pada Pembuatan Karya

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi membersihkan kelas. Siswa diajak mengumpulkan dan mengondisikan kembali sisa-sisa sampah dari proses pembuatan mozaik.

Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam pembelajaran karena siswa tidak hanya belajar memanfaatkan sampah, tetapi juga memahami tanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan selama kegiatan.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-T 141 Universitas Diponegoro berupaya mengenalkan pengelolaan sampah dengan cara yang sederhana dan aplikatif. Diharapkan pengalaman memilah, memanfaatkan kembali, serta membersihkan lingkungan setelah kegiatan dapat menjadi kebiasaan yang diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.

  • Nalya Nur Khusna dan Selvia Dwi Ananda Wulandari
  • Mahasiswi Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro
  • nalyanurhusna@gmail.com
  • 085712297341
  • 17864476453118767999474609155963
    17864476453118767999474609155963
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!