Hidupkan Kembali Semangat Budaya di Kalangan Anak, Mahasiswa KKN UNDIP Adakan Edukasi ‘Gempar’ (Gerakan Melestarikan Permainan Anak) di SD Muhammadiyah 24 Surakarta

Avatar photo

- Editorial Team

Sabtu, 17 Agustus 2024 - 00:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JATENG.NET, SURAKARTA – Shafa Pradnya Adira, mahasiswi dari Tim II KKN Universitas Diponegoro (Undip) melakukan kegiatan edukasi mengenai GEMPAR atau “Gerakan Permainan Rakyat” kepada siswa-siswi kelas 6 SD Muhammadiyah 24 Surakarta pada Kamis (15/08/24).

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan melestarikan permainan tradisional kepada generasi muda, serta memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebudayaan lokal di tengah arus modernisasi. 

Hidupkan Kembali Semangat Budaya di Kalangan Anak, Mahasiswa KKN UNDIP Adakan Edukasi ‘Gempar’ (Gerakan Melestarikan Permainan Anak) di SD Muhammadiyah 24 Surakarta

Edukasi yang disampaikan mencakup berbagai permainan tradisional yang populer di kalangan anak-anak Indonesia pada masa lalu, seperti ular tangga, lompat tali, congklak dan juga kelereng. 

Para siswa-siswi terlihat sangat antusias saat mencoba langsung permainan-permainan tersebut di halaman sekolah. Selain bermain, mereka juga diberi pemahaman mengenai asal-usul dan makna budaya yang terkandung dalam setiap permainan. 

Shafa menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk hiburan, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran yang menyenangkan. 

Baca Juga:  Perluas Jangkauan Informasi, Mahasiswa KKN UNDIP Luncurkan E-Booklet Interaktif untuk Promosi Desa Canden

“Dengan GEMPAR, saya ingin mengajak adik-adik dari SD Muhammadiyah 24 Surakarta untuk lebih mengenal permainan tradisional yang sarat akan nilai-nilai kebersamaan, ketangkasan, dan kreativitas,” ujarnya.

Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 24 Surakarta, Gatot Suherman juga menyambut baik kegiatan ini dan berharap bahwa melalui edukasi seperti ini, anak-anak dapat lebih menghargai warisan budaya lokal. 

“Ini adalah langkah positif dalam mengenalkan kembali permainan tradisional kepada anak-anak di era digital ini. Kami berharap kegiatan ini dapat diadakan secara rutin,” tuturnya.

Kegiatan GEMPAR ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan pemberian hadiah kepada siswa yang berhasil memenangkan permainan. Penulis berharap melalui edukasi ini, generasi muda dapat terus melestarikan dan mencintai permainan rakyat sebagai bagian dari identitas budaya bangsa.

Editor: Nur Ardi
Follow WhatsApp Channel www.jateng.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

FT UNDIP Lewat Rewearth 2025 Salurkan Ribuan Pakaian ke Komunitas Sosial di Semarang
Dosen yang Menyalakan Logika: Ketika Filsafat Jadi Gaya Hidup di Kelas
Kanker Payudara: Mengintip ‘Sel Nakal’ dari Dekat! Rahasia di Balik Biomedis Tumor dan Harapan Pengobatan Masa Depan
Olahraga untuk Investasi Tulang Masa Depan: Apakah Semua Olahraga Bikin Tinggi?
CFD Perdana Comal, Saat Warga Akhirnya Menikmati Jalanan yang Biasanya Hanya Dilewati
SDN Gedanganak 02 Catat Prestasi! Aji Darma Juara 1 Olimpiade Teknologi Tingkat Kabupaten
Sinergi Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang dan Warga Krajan Tingkatkan Kesehatan Balita hingga Lansia
Analisis Pengelolaan Sumber Daya Manusia dalam Industri Properti di PT. Musawa Jaya Perkasa
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 14:21 WIB

FT UNDIP Lewat Rewearth 2025 Salurkan Ribuan Pakaian ke Komunitas Sosial di Semarang

Kamis, 4 Desember 2025 - 13:54 WIB

Dosen yang Menyalakan Logika: Ketika Filsafat Jadi Gaya Hidup di Kelas

Selasa, 2 Desember 2025 - 13:35 WIB

Kanker Payudara: Mengintip ‘Sel Nakal’ dari Dekat! Rahasia di Balik Biomedis Tumor dan Harapan Pengobatan Masa Depan

Selasa, 2 Desember 2025 - 12:39 WIB

Olahraga untuk Investasi Tulang Masa Depan: Apakah Semua Olahraga Bikin Tinggi?

Senin, 1 Desember 2025 - 14:43 WIB

CFD Perdana Comal, Saat Warga Akhirnya Menikmati Jalanan yang Biasanya Hanya Dilewati

Berita Terbaru