Gabungkan Kearifan Jepang untuk Menghafal Al-Qur’an, Ini Pengalaman Mahasiswa KKN UNDIP di Pesant...

Gabungkan Kearifan Jepang untuk Menghafal Al-Qur’an, Ini Pengalaman Mahasiswa KKN UNDIP di Pesantren Al-Mubarok

Ukuran Teks:

JATENG.NET, SEMARANG – Sebagai mahasiswa Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang Universitas Diponegoro, saya, Aimee Ulya Zahrah, memiliki kesempatan luar biasa untuk menjalankan program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Tim 105 di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Fajrul Falah, S.Hum., M.Hum. dan Riris Tiani, S.S., M.Hum., di Pondok Pesantren Al-Mubarok yang terletak di RW 03, Kelurahan Plamongan Sari, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang pada Selasa (22/7/2025).

Selama menjalankan pengabdian, saya membawa sebuah program yang saya beri nama Japanese Memory Method for Quranic Memorization, yaitu metode menghafal Al-Qur’an yang saya adaptasi dari budaya belajar masyarakat Jepang yang terkenal disiplin, konsisten, dan sistematis.

Saya selalu terpesona dengan cara orang Jepang belajar, terutama dalam hal melatih daya ingat. Mereka mampu menghafal ribuan huruf kanji yang kompleks karena terbiasa menggunakan strategi bertahap, pengulangan aktif, serta keterlibatan indra dalam proses pembelajaran. Dari inspirasi itu, saya mengembangkan pendekatan yang memadukan nilai-nilai pendidikan Jepang dengan semangat mencintai Al-Qur’an.

Dalam program ini, saya memperkenalkan tiga metode utama:

Shadowing (シャドーイング):

Teknik ini mengajak para santriwati untuk mendengarkan lantunan ayat dari murattal dan secara langsung menirukannya tanpa jeda. Metode ini sangat efektif dalam memperkuat memori auditori dan melatih kefasihan melafalkan ayat.

Sumoru Suteppu (スモールステップ / Small Step):

Ini adalah teknik menghafal ayat dengan membaginya ke dalam potongan kalimat yang kecil namun utuh secara makna. Para santriwati diminta untuk fokus pada satu bagian pendek, mengulanginya sampai lancar, kemudian menyambung dengan potongan berikutnya. Saya memilih ayat-ayat yang memungkinkan untuk dibagi secara alami, seperti Surah Al-Mu’minun ayat 57–59.

Yubisashi Kankō (指差し観光 / Point-and-Read):

Metode ini melibatkan gerakan menunjuk kata demi kata sambil melafalkan, yang membantu keterlibatan visual dan kinestetik dalam proses hafalan. Teknik ini sederhana namun sangat membantu para santriwati dalam memahami struktur dan urutan ayat.

Saya menerapkan metode ini kepada para santriwati di Pondok Pesantren Al-Mubarok. Reaksi mereka sangat antusias dan mengejutkan saya. Banyak dari mereka mengatakan bahwa menghafal menjadi lebih menyenangkan dan tidak menegangkan seperti biasanya.

Gabungkan Kearifan Jepang untuk Menghafal Al-Qur’an, Ini Pengalaman Mahasiswa KKN UNDIP di Pesantren Al-Mubarok
Suasana pelatihan yang berlangsung interaktif dan antusias diikuti oleh para santriwati Pondok Pesantren Al Mubarok.

Salah satu santriwati, yang akrab disapa Iyut, secara khusus menyampaikan kesannya kepada saya. Ia berkata, “Aku paling suka yang sumoru suteppu, soalnya ayatnya jadi lebih gampang dimengerti karena dihafal bagian kecil-kecil tapi nggak bikin bingung maknanya”. Baginya, teknik ini sangat membantu untuk membangun rasa percaya diri dalam proses menghafal. Mendengar hal itu membuat saya sadar bahwa pendekatan sederhana bisa sangat bermakna ketika diberikan dengan kasih dan metode yang tepat.

Saya merasa bahwa Japanese Memory Method ini bukan hanya sekedar teknik menghafal, melainkan sebuah jembatan kultural—menggabungkan kekuatan pendidikan Jepang yang struktural dengan spiritualitas Islam yang mendalam. Harapan saya, metode ini dapat menjadi alternatif baru yang inovatif dan efektif dalam dunia tahfidz, terutama bagi generasi muda yang membutuhkan pendekatan segar dan menyenangkan.

Dengan program ini, saya tidak hanya belajar memberi, tapi juga banyak belajar dari ketulusan para santriwati. Mereka membuktikan bahwa semangat belajar dan rasa cinta terhadap Al-Qur’an bisa tumbuh lebih kuat jika diberi ruang untuk berkembang dengan cara yang mereka pahami.

Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak Pondok Pesantren Al-Mubarok yang telah memberikan ruang untuk berbagi ilmu, kepada para santriwati yang sangat kooperatif dan antusias, serta kepada rekan satu kelompok saya yang telah bekerja sama dengan luar biasa selama proses pelaksanaan kegiatan ini. Terima kasih juga saya sampaikan kepada seluruh pihak yang telah membantu dan mendukung terselenggaranya program ini.

Semoga kedepan, akan semakin banyak metode kreatif yang lahir dari lintas budaya demi satu tujuan mulia: mencintai dan menjaga Al-Qur’an dalam hati kita semua.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan