Edukasi Pemilahan Sampah Organik dan Anorganik sebagai Upaya Mewujudkan Lingkungan Berkelanjutan di SD Banaran 03

Dalam rangka mendukung peningkatan kesadaran lingkungan sejak usia dini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro melaksanakan Program Kerja Multidisiplin 4 yang berjudul “Sosialisasi Edukasi Mengenai Memilah Sampah Organik dan Anorganik ke SD Banaran 03.” Kegiatan ini diselenggarakan di SD Banaran 03, Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, dengan sasaran utama siswa sekolah dasar sebagai generasi penerus yang memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Kegiatan sosialisasi diawali dengan pemberian materi mengenai pengertian sampah organik dan anorganik, karakteristik masing-masing jenis sampah, serta dampak yang ditimbulkan apabila sampah tidak dikelola dengan baik. Tim KKN menjelaskan bahwa sampah organik merupakan sampah yang mudah terurai secara alami, seperti sisa makanan, daun, dan ranting, sedangkan sampah anorganik merupakan sampah yang sulit terurai, seperti plastik, kaca, dan kaleng. Materi disampaikan dengan metode yang interaktif dan mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar agar pesan yang diberikan dapat diterima secara efektif.

Selain penyampaian materi, siswa juga diajak untuk berpartisipasi dalam kegiatan praktik sederhana memilah sampah berdasarkan jenisnya. Melalui aktivitas tersebut, para siswa dapat memahami secara langsung cara membedakan sampah organik dan anorganik serta pentingnya membuang sampah pada tempat yang sesuai. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam menjawab pertanyaan, mengikuti diskusi, dan berpartisipasi dalam simulasi yang diberikan selama kegiatan berlangsung.

Sebagai mahasiswa Program Studi Bisnis Digital, pelaksanaan program ini turut menerapkan pendekatan komunikasi dan edukasi berbasis media visual yang efektif. Dalam era digital, penyampaian informasi tidak hanya bergantung pada komunikasi lisan, tetapi juga memerlukan media edukasi yang menarik dan mudah dipahami oleh masyarakat. Oleh karena itu, tim KKN merancang dan menghasilkan media informasi berupa poster edukatif mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik. Poster tersebut disusun dengan memperhatikan aspek desain visual, penyajian informasi yang ringkas, serta penggunaan ilustrasi yang menarik sehingga mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa terhadap pentingnya pengelolaan sampah.

Program ini juga memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 11, yaitu Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan (Sustainable Cities and Communities). Melalui edukasi mengenai pemilahan sampah sejak usia dini, kegiatan ini berkontribusi dalam membentuk perilaku masyarakat yang peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. Peningkatan kesadaran mengenai pengelolaan sampah diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan, sejalan dengan tujuan SDG 11 untuk mewujudkan permukiman yang aman, tangguh, dan berkelanjutan.

Luaran dari kegiatan ini berupa poster edukasi mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran dan pengingat bagi siswa maupun warga sekolah. Dengan adanya poster tersebut, informasi mengenai pentingnya memilah sampah dapat terus tersampaikan secara berkelanjutan meskipun kegiatan sosialisasi telah berakhir.

Melalui pelaksanaan program ini, diharapkan siswa SD Banaran 03 dapat menerapkan kebiasaan memilah sampah dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi agen perubahan yang mampu menularkan perilaku peduli lingkungan kepada keluarga dan masyarakat sekitar. Dengan demikian, upaya menjaga kebersihan lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana yang memberikan dampak positif bagi keberlanjutan lingkungan di masa depan.

  • Ajie Bayu Fidianto
  • Mahasiswa Program Studi Bisnis Digital, Universitas Diponegoro
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!