Dukung SDGs 12, Mahasiswa Arsitektur Undip Edukasi Siswa SMPN 3 Mranggen Ubah Perilaku Buang Sampah Lewat Tata Ruang

Mahasiswa KKN-T 141 Universitas Diponegoro, Andina Rahma Sulaeman, menyampaikan edukasi mengenai arsitektur dan lingkungan kepada siswa SMP Negeri 3 Mranggen. Kegiatan ini mendorong siswa untuk memahami pentingnya menjaga lingkungan serta menerapkan prinsip keberlanjutan dalam kehidupan sehari-hari.

MRANGGEN, DEMAK — Kebiasaan membuang sampah sembarangan kerap dipandang murni sebagai persoalan kesadaran individu. Padahal, desain ruang dan ketersediaan fasilitas di sekitar manusia memegang pengaruh krusial dalam membentuk perilaku tersebut.

Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (Undip), Andina Rahma Sulaeman, mengenalkan konsep arsitektur perilaku kepada siswa SMPN 3 Mranggen, Kabupaten Demak. Program monodisiplin KKN Tematik (KKNT) 141 Undip ini digelar guna mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pendekatan lingkungan binaan.

Sosialisasi bertajuk “Pengaruh Tata Ruang dan Fasilitas Lingkungan terhadap Perilaku Membuang Sampah: Pendekatan dalam Arsitektur” ini mengajak siswa membongkar persepsi umum mengenai sampah. Arsitektur dijelaskan bukan sekadar estetika bangunan fisik, melainkan instrumen perancangan ruang agar aktivitas manusia berjalan nyaman, sehat, dan tertib.

Dalam pemaparannya, Andina menjelaskan konsep behavior setting, bagaimana lingkungan fisik memberi stimulus langsung terhadap tindakan seseorang. Ketiadaan tempat sampah di dalam kelas, misalnya, secara tidak sadar memicu siswa menyelipkan sampah ke dalam laci meja hingga akhirnya menjadi kebiasaan kolektif.

“Fasilitas sampah tidak cukup hanya disediakan, tetapi peletakannya harus mengikuti human circulation pattern atau alur pergerakan manusia. Tempat sampah yang ideal adalah yang menjemput pengguna, mudah terlihat, dan mudah dijangkau tanpa mengganggu sirkulasi ruang,” jelas Andina di hadapan para siswa.

Selain tata letak, materi sosialisasi mencakup peran elemen visual melalui sistem wayfinding dan color coding. Penggunaan warna, simbol, dan penunjuk arah yang kontras mempermudah pengguna memilah jenis sampah secara tepat. Aspek ergonomi juga ditekankan; dimensi tempat sampah, mekanisme pedal, hingga sudut bukaan penutup harus proporsional dengan fisik pengguna agar fasilitas tersebut berfungsi maksimal.

Sesi edukasi ditutup dengan mengajak para siswa menjadi “arsitek” bagi lingkungan tempat tinggalnya sendiri. Siswa dilatih mengevaluasi tata letak tempat sampah di rumah mulai dari titik penempatan dekat dapur, visibilitas dari ruang keluarga, hingga pemilihan wadah tertutup yang higienis.

Inisiatif KKNT 141 Undip ini membuktikan bahwa perbaikan tata kelola sampah dapat diintervensi sejak dini melalui rekayasa ruang. Dari penempatan yang strategis hingga ergonomi sederhana, elemen arsitektur terbukti mampu menciptakan stimulus positif dalam membangun kebiasaan hidup yang lebih bertanggung jawab.

  • Andina Rahma Sulaeman
  • Mahasiswa Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!