DUKUNG PENGELOLAAN USAHA AYAM PETELUR, MAHASISWA KKN UNDIP BERIKAN BUKU PENCATATAN DAN MONITORING DI DESA BERCAK
Penulis: Adinta Yuliateradita Putri
Boyolali, 11 Agustus 2026 — Mahasiswa KKN dari Universitas Diponegoro di Desa Bercak, Kecamatan Wonosamodro, Kabupaten Boyolali melaksanakan salah satu program kerja Sosial Kemasyarakatan (Sosmas) melalui kegiatan pendampingan usaha ayam petelur yang ada di desa. Kegiatan ini dilakukan dengan cara terlibat langsung dalam proses pemeliharaan ayam serta membantu pengurus dalam pencatatan dan pemantauan usaha tersebut. Program ini diwujudkan dengan menyusun dan memberikan Buku Pencatatan dan Monitoring Usaha Ayam Petelur kepada Mas Ulin, yang merupakan pengurus ayam petelur di Desa Bercak. Pendampingan ini dilakukan dengan mengikuti kegiatan pemeliharaan ayam petelur yang rutin. Sekitar pukul 07.00, mahasiswa membantu Mas Ulin dalam memberi pakan kepada ayam, membersihkan kandang dari kotoran, serta mengumpulkan telur yang telah dihasilkan. Pemberian pakan dilakukan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh pengurus, yaitu pada pagi hari sekitar pukul 07.00 dan kembali sekitar pukul 13.00. Pada waktu tertentu, mahasiswa juga membantu kegiatan di siang hari, terutama dalam pemberian pakan dan pengambilan telur.
Berpartisipasi langsung dalam kegiatan tersebut memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami kondisi usaha pemeliharaan ayam petelur serta kegiatan sehari-hari yang dilakukan oleh pengurus. Kegiatan seperti memberi makan, menjaga kebersihan kandang, dan mengumpulkan telur harus dilakukan secara teratur agar perawatan ayam tetap berjalan lancar. Selain membantu tugas pengurus, kegiatan tersebut juga memberikan pemahaman bagi mahasiswa tentang kebutuhan akan pencatatan dalam mengelola usaha ayam petelur.
Berdasarkan kegiatan yang dilakukan di lapangan, ada beberapa data yang harus dicatat dengan rapi, seperti jumlah ayam yang ada, banyak telur yang dihasilkan, banyak pakan yang digunakan, hasil penjualan telur, serta jumlah ayam yang meninggal atau dipindahkan. Oleh karena itu, Adinta membuat Buku Pencatatan dan Monitoring Usaha Ayam Petelur dengan format yang mudah dipahami dan sesuai dengan kebutuhan orang yang mengurus usaha tersebut. Buku ini diharapkan bisa membantu proses manajemen usaha sehingga data hasil dari kegiatan peternakan bisa disimpan dengan lebih rapi.
Buku tersebut dilengkapi dengan panduan atau SOP yang menjelaskan cara mengisi setiap bagian di dalamnya. Di bagian catatan harian, terdapat informasi tentang tanggal atau hari, jumlah ayam yang ada, jumlah telur yang diproduksi, banyaknya pakan yang digunakan, jumlah telur yang terjual, serta jumlah ayam yang mati atau dikeluarkan. Dalam bagian produksi telur, pengurus bisa mencatat berapa banyak telur yang dihasilkan, termasuk telur yang retak dan telur yang bisa dijual. Bagian pakan digunakan untuk mencatat stok awal, berapa jumlah pakan yang digunakan, dan stok pakan akhirnya.
Selain itu, ada bagian untuk mencatat penjualan telur yang mencakup jumlah atau berat telur yang terjual, harga penjualan, serta total hasil dari penjualan tersebut. Pencatatan ayam yang mati atau dikafirkan juga dilakukan agar dapat mengetahui perubahan jumlah populasi ayam tersebut. Dengan adanya komponen-komponen itu, pengurus bisa memiliki catatan yang lebih lengkap tentang kegiatan dan kondisi usaha budidaya ayam petelur.
Buku tersebut juga memberikan ringkasan harian dan bulanan. Rekapan harian digunakan untuk mencatat aktivitas usaha setiap hari, sedangkan rekapan bulanan digunakan untuk mengumpulkan data selama satu bulan. Data yang sudah dikumpulkan bisa membantu pengurus melihat kemajuan produksi telur, penggunaan makanan, hasil penjualan, serta perubahan jumlah ayam. Rekapan tersebut juga bisa dijadikan acuan untuk mengevaluasi kondisi usaha secara berkala.
Setelah buku selesai dibuat, Adinta memberikan Buku Pencatatan dan Monitoring Usaha Ayam Petelur kepada Mas Ulin. Pada saat menerima buku, mahasiswa juga menjelaskan isinya serta cara menggunakannya agar format yang sudah dibuat bisa dipahami dan digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Selain memberikan buku dalam bentuk fisik, Adinta juga memberikan file digital kepada Mas Ulin sebagai cadangan yang bisa digunakan untuk mencetak ulang buku atau lembar catatan jika diperlukan.
Pemberian soft file tersebut diharapkan bisa membantu buku tetap digunakan setelah acara KKN selesai. Jika buku atau lembar catatan yang ada sudah habis, pengurus bisa mencetak ulang format yang sama, sehingga tidak perlu membuat format baru. Sistem pencatatan yang sudah dibuat bisa terus digunakan untuk membantu mengelola usaha ayam petelur.
Melalui program Sosmas ini, Adinta tidak hanya menyediakan produk berupa buku pencatatan, tetapi juga turut serta dalam kegiatan merawat ayam petelur bersama para pengurus. Kegiatan itu adalah salah satu cara menerapkan ilmu Manajemen dan Administrasi Logistik untuk membantu proses mencatat, mengurus data, serta mengelola urusan bisnis di tingkat desa. Diharapkan buku yang diberikan bisa membantu pengurus dalam mencatat dengan lebih rapi dan memudahkan proses memantau perkembangan usaha budidaya ayam petelur di Desa Bercak.
Tentu saja, pelaksanaan kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan Mas Ulin yang bertugas sebagai pengurus ayam petelur serta teman-teman KKN dari Universitas Diponegoro. Dengan adanya kerja sama dan partisipasi tersebut, pelaksanaan kegiatan bimbingan dalam pemeliharaan serta penyusunan dan pemberian buku pencatatan dan pemantauan usaha ayam petelur dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat yang bisa digunakan terus-menerus.
- Adinta Yuliateradita Putri
- Mahasiswi Progam Studi Manajemen dan Administrasi Logistik,Universitas Diponegoro
- Setuju






