Digitalisasi Sistem Keuangan dan Kearsipan BUMDes Harapan Berkah Banaran, Kolaborasi Mahasiswa KKN Undip Dorong Tata Kelola Desa yang Modern

Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen menjadi lokasi pelaksanaan program kerja mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro dalam upaya mendukung digitalisasi sistem keuangan dan kearsipan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Harapan Berkah Banaran pada Agustus 2026. Program ini diinisiasi oleh mahasiswa program studi Administrasi Publik yang berkolaborasi dengan mahasiswa program studi Akuntansi Perpajakan, sehingga rancangan sistem yang dihasilkan mempertimbangkan aspek tata kelola kelembagaan sekaligus kaidah pencatatan keuangan yang lebih akurat.

Program ini digagas berdasarkan temuan lapangan bahwa pencatatan keuangan BUMDes selama ini masih dilakukan secara manual menggunakan buku tulis. Kondisi tersebut membuka peluang terjadinya kesalahan pencatatan, kehilangan data, serta kesulitan dalam proses audit secara transparan. Melihat hal ini, mahasiswa dari kedua program studi bersinergi merancang sistem pencatatan keuangan berbasis Microsoft Excel yang mencakup buku kas, laporan laba rugi sederhana, dan rekapitulasi transaksi bulanan. Dari sisi Administrasi Publik, mahasiswa berperan dalam menyusun alur kerja dan sistem kearsipan agar pencatatan keuangan BUMDes lebih tertib dan sesuai dengan prinsip tata kelola organisasi publik yang akuntabel.

Sebagai luaran utama, tim menghasilkan dua produk konkret, yaitu sistem pencatatan keuangan digital berbasis Excel dan modul panduan penggunaan yang disusun agar pengurus BUMDes dapat mengoperasikan sistem tersebut secara mandiri setelah masa KKN berakhir. Pendampingan dilakukan secara bertahap, mulai dari pengenalan fitur dasar Excel hingga simulasi input transaksi harian bersama pengurus BUMDes, sehingga transfer pengetahuan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Program ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) ke-9 mengenai Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, yang menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur tangguh serta peningkatan akses terhadap teknologi informasi bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk di wilayah pedesaan. Digitalisasi tata kelola keuangan BUMDes menjadi salah satu bentuk konkret transformasi infrastruktur informasi di tingkat desa, yang selama ini kerap tertinggal dibandingkan wilayah perkotaan.

Melalui kolaborasi lintas program studi ini, mahasiswa berharap BUMDes Harapan Berkah Banaran dapat mengelola keuangan secara lebih tertib, transparan, dan akuntabel, sekaligus menjadi langkah awal menuju tata kelola desa yang lebih modern dan berkelanjutan.

  • Muhammad Luthfi Aqsha
  • Mahasiswa Program Studi Administrasi Publik, Universitas Diponegoro
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!