Dari Limbah Jadi Cuan, Mahasiswa KKN UNS Dorong Ekonomi Lokal Lewat Briket Sekam Padi

Dari Limbah Jadi Cuan, Mahasiswa KKN UNS Dorong Ekonomi Lokal Lewat Briket Sekam Padi

Ukuran Teks:

JATENG.NET, BoyolaliMahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode Januari – Februari 2026 melaksanakan kegiatan Peningkatan Ekonomi Kreatif Lokal melalui Pembuatan Briket dari Limbah Sekam Padi yang Bernilai Ekonomi dan Ramah Lingkungan dengan Keterlibatan Masyarakat di Desa Dibal, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah pada hari Minggu (25/01/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah sekam padi sebagai bahan bakar alternatif sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa. Kepala Desa Dibal, Sulistiyanto, menyampaikan bahwa mayoritas masyarakat bermata pencaharian sebagai petani.

“Wilayah sini kebanyakan bekerja sebagai petani, ada yang bertani padi dan sayuran,” ujarnya.

Ketua pelaksana kegiatan, Noviana Arrgi Widya Hapsari, menjelaskan bahwa program ini difokuskan pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah pertanian.

“Program ini didasarkan pada banyaknya limbah pertanian khususnya sekam padi yang belum dimanfaatkan secara optimal,” jelasnya.

Kegiatan diawali dengan pemaparan tahapan pembuatan briket, mulai dari pembakaran sekam padi, penghalusan sekam menjadi bubuk, pencampuran dengan tepung tapioka dan air hangat, proses pencetakan, hingga pengeringan briket. Selain pemaparan materi, masyarakat dilibatkan secara langsung dalam praktik pencampuran bahan dan pencetakan briket.

Sesi tanya jawab juga dilakukan sebagai ruang diskusi antara mahasiswa dan masyarakat. Antusiasme terlihat dari kehadiran bapak-bapak, ibu-ibu, dan pemuda karang taruna. Pertanyaan yang muncul antara lain terkait bahan baku, perbandingan campuran yang tepat, serta keunggulan briket sekam padi dibandingkan arang kayu bakar.

Ketua RT 04 Desa Dibal, Sarwiji, mengungkapkan kegiatan ini memiliki potensi ekonomi bagi masyarakat.

“Kalau dikelola dengan baik, ini bisa menambah pendapatan. Mungkin karang taruna bisa melanjutkan dan menawarkan produk ke angkringan di sekitar,” tuturnya.

Kegiatan yang berlangsung sekitar empat jam di rumah Bapak Purwanto ini mendapat respon positif dari masyarakat. Program pembuatan briket ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan KKN UNS yang berlangsung selama 45 hari di Desa Dibal. Diharapkan, inovasi pemanfaatan limbah sekam padi ini dapat menjadi peluang usaha baru sekaligus mendukung pengelolaan limbah pertanian yang berkelanjutan.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan