Dari Kesadaran Menjadi Aksi: KKN-R Tim II UNDIP Dorong Generasi Muda Rowobranten Peduli Lingkungan Sejak Dini
Rowobranten ( 6–8/8) — Menjaga lingkungan bukan sekadar membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga membutuhkan kesadaran yang diwujudkan melalui perilaku sehari-hari. Hal tersebut menjadi fokus KKN-R Tim II Universitas Diponegoro Desa Rowobranten dalam pelaksanaan program multidisiplin 2 yang mengangkat tema pembentukan environmental awareness dan environmental behavior pada anak usia sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua rangkaian di MI NU 34 Rowobranten pada 6 Agustus 2026 dan SD Negeri Rowobranten pada 8 Agustus 2026.
Program ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4: Pendidikan Berkualitas melalui pemberian edukasi mengenai kesadaran dan perilaku peduli lingkungan kepada siswa, serta SDGs 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengenalan pemanfaatan kembali barang yang sudah tidak terpakai. Integrasi edukasi dan praktik dalam kegiatan diharapkan dapat membantu siswa memahami bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Foto 1. Pelaksanaan sosialisasi environmental awareness dan environmental behavior di MI NU 34 Rowobranten
Rangkaian kegiatan diawali di MI NU 34 Rowobranten pada 6 Agustus 2026 dengan memberikan sosialisasi kepada siswa mengenai pentingnya memiliki kesadaran terhadap lingkungan serta membentuk perilaku yang mencerminkan kepedulian tersebut. Materi disampaikan secara interaktif dengan bahasa yang sederhana dan disertai contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa, seperti membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan barang sekali pakai, menggunakan kembali barang yang masih dapat dimanfaatkan, dan menjaga kebersihan lingkungan.
Foto 2. Siswa MI NU 34 Rowobranten mengikuti kegiatan sosialisasi
Kegiatan kemudian dilanjutkan di SD Negeri Rowobranten pada 8 Agustus 2026 dengan materi yang serupa. Pelaksanaan di dua sekolah tersebut menjadi bagian dari upaya untuk memperluas edukasi mengenai pentingnya environmental awareness sekaligus mendorong siswa untuk menerapkannya dalam bentuk environmental behavior. Dengan pendekatan yang edukatif dan menyenangkan, siswa diajak memahami bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Foto 3. Pelaksanaan sosialisasi di SD Negeri Rowobranten
Tidak hanya melalui penyampaian materi, siswa di kedua sekolah juga diajak mengikuti aktivitas dan praktik langsung berupa pembuatan mozaik menggunakan tutup dan botol bekas. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman kepada siswa dalam menerapkan konsep reuse atau penggunaan kembali barang yang masih dapat dimanfaatkan. Bahan yang sebelumnya dianggap tidak terpakai diolah menjadi karya kreatif melalui proses yang dilakukan secara langsung oleh siswa.
Foto 4. Praktik pembuatan mozaik menggunakan bahan bekas oleh siswa
Melalui aktivitas tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai perilaku peduli lingkungan, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkannya secara langsung. Pembuatan mozaik menjadi salah satu bentuk pembelajaran kreatif yang menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dilakukan melalui aktivitas sederhana sekaligus menyenangkan.
Pelaksanaan program multidisiplin 2 di MI NU 34 Rowobranten dan SD Negeri Rowobranten diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan pada siswa. Melalui proses memahami, menyadari, dan mempraktikkan, siswa diharapkan mampu membawa nilai-nilai kepedulian lingkungan ke dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, di rumah, maupun di lingkungan masyarakat.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Universitas Diponegoro dalam mendukung terbentuknya generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan mengenai lingkungan, tetapi juga mampu menerjemahkan pengetahuan tersebut ke dalam perilaku nyata. Sebab, menjaga lingkungan tidak selalu dimulai dari tindakan besar, namun dapat dimulai dari satu kesadaran kecil yang kemudian diwujudkan menjadi aksi.
Penulis: Antia Rana Zalikha_15000123140382_Psikologi
Editor: Hendrik AS
- Antia Rana Zalikha_15000123140382_Psikologi
- Mahasiswa Program Studi Psikologi, Universitas Diponegoro
- Setuju





