Dari Instagram hingga Google Maps: Langkah UMKM Desa Cemeng Menuju Digitalisasi dan Pembukuan Kas Sederhana
Sragen, Desa Cemeng — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Tim II Reguler melaksanakan kegiatan Sosialisasi Digitalisasi UMKM dan Pembukuan Kas Sederhana kepada Ibu PKK Desa Cemeng, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen. Kegiatan yang dilaksanakan pada 21 Juli 2026 ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola dan mengembangkan usaha melalui pemanfaatan teknologi digital serta pencatatan keuangan yang lebih teratur.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan memanfaatkan agenda rutin pertemuan PKK Desa Cemeng di mana rangkaian kegiatan utama PKK selesai, kami diberikan kesempatan untuk menyampaikan materi dan melakukan pendampingan kepada para peserta, khususnya ibu-ibu PKK yang juga menjalankan UMKM dari rumah.
Pelaksanaan kegiatan dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemanfaatan media digital dalam pemasaran UMKM di Desa Cemeng. Sebagian pelaku usaha masih mengandalkan pemasaran dari mulut ke mulut dan komunikasi melalui WhatsApp. Kondisi tersebut membuat potensi jangkauan pemasaran produk UMKM belum dimanfaatkan secara maksimal. Selain itu, pencatatan keuangan usaha juga masih menjadi tantangan bagi sebagian pelaku UMKM, terutama dalam membedakan uang hasil usaha dengan keuangan pribadi.
Melalui kegiatan ini, kami memberikan pemahaman mengenai pentingnya digitalisasi dalam pengembangan UMKM di era saat ini. Peserta diperkenalkan dengan pemanfaatan media sosial, khususnya Instagram, sebagai salah satu sarana untuk memperkenalkan produk dan menjangkau konsumen yang lebih luas. Pemanfaatan teknologi digital dan berbagai AI tools juga diperkenalkan sebagai salah satu alternatif untuk membantu pelaku UMKM dalam mengembangkan strategi pemasaran dalam memaksimalkan teknik pengambilan gambar.
Selain materi mengenai digitalisasi, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pembukuan kas sederhana. Pencatatan pemasukan dan pengeluaran secara rutin diperkenalkan sebagai langkah awal untuk membantu pelaku usaha mengetahui kondisi keuangan usahanya. Pemisahan antara uang usaha dan uang pribadi juga ditekankan agar pengelolaan keuangan menjadi lebih teratur dan mengurangi risiko tercampurnya dana pribadi dengan hasil penjualan.
Tidak berhenti dengan penyampaian materi, kami turut memberikan pendampingan secara langsung kepada peserta dalam pembuatan akun Instagram untuk UMKM serta membantu mendaftarkan usaha yang belum tercantum pada Google Business, sehingga informasi mengenai usaha dapat ditemukan melalui Google Search dan Google Maps.
Pendampingan secara langsung tersebut mendapatkan respons positif dari para peserta. Ibu-ibu PKK, khususnya yang memiliki UMKM, menunjukkan antusiasme dalam mempelajari penggunaan media digital dan merasa terbantu dengan adanya akun Instagram untuk usahanya. Selain itu, UMKM yang sebelumnya belum tercantum di Google Business juga berhasil didaftarkan sehingga keberadaannya dapat lebih mudah ditemukan oleh masyarakat melalui layanan Google.
Kegiatan ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Desa Nomor 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui upaya peningkatan kapasitas pelaku UMKM dan pemanfaatan teknologi untuk mendukung perkembangan usaha masyarakat. Dengan adanya pemahaman mengenai pemasaran digital dan pengelolaan keuangan sederhana, pelaku UMKM diharapkan dapat mengembangkan usahanya secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan tersebut, upaya mendorong UMKM Desa Cemeng untuk tidak hanya bertahan dengan pola pemasaran konvensional, tetapi juga mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Digitalisasi dan pencatatan keuangan yang sederhana diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi pelaku UMKM untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus membangun pengelolaan usaha yang lebih tertata.
- Azahra Nurul Aini Syuza
- Mahasiswa Program Studi Manajemen, Universitas Diponegoro
- Setuju






