Dari Alat Rehabilitasi Hingga Website Desa: Langkah Nyata KKN UNDIP Optimalisasi Teknologi Tepat Guna di Tawangsari

Gambar 1. Pendampingan Praktik Alat Terapi dan Pembagian Brosur Edukasi Teknologi Asistif oleh Mahasiswa KKNT UNDIP kepada Peserta Workshop di Srikandi Patra.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Diponegoro (UNDIP)  telah menginisiasi Program Sosial Kemasyarakatan Kelompok (Saintek) berjudul “Optimalisasi Teknologi Tepat Guna untuk Mendukung Pelayanan dan Kesejahteraan Masyarakat Desa” di Desa Tawangsari, Kabupaten Boyolali pada Agustus 2026. Rangkaian kegiatan yang berlangsung dalam beberapa hari ini berfokus pada dua sektor, yaitu peningkatan kemandirian fisik penyandang disabilitas melalui teknologi kesehatan dan modernisasi tata kelola pelayanan digital desa.

Langkah awal program ini diwujudkan melalui kegiatan “Workshop Literasi Teknologi Asistif Berbasis Demonstrasi MyoMes dan TelbowMes untuk Mendukung Kemandirian Penyandang Disabilitas dan Masyarakat Desa Tawangsari” yang digagas oleh Nurul Aulia, mahasiswa Teknik Mesin UNDIP. Bertempat di Srikandi Patra, workshop ini dihadiri oleh warga yang didominasi oleh ibu-ibu, orang tua, serta rekan-rekan penyandang disabilitas para pembatik di Srikandi Patra.

Dalam perannya, Nurul mendemonstrasikan perangkat rehabilitasi medis berbasis riset laboratorium C-BIOM3S Universitas Diponegoro, yaitu MyoMes dan TelbowMes. Nurul juga menyampaikan paparan mengenai konsep dasar teknologi asistif, serta memandu para audiens dalam mempraktikkan langsung penggunaan perangkat tersebut yang dirancang untuk membantu seseorang yang mengalami keterbatasan fungsi gerak.

Suasana workshop sangat interaktif saat para peserta mencoba untuk mempraktikkan langsung simulasi gerakan alat tersebut. Manfaat nyata dari program ini turut dirasakan masyarakat, sebagaimana diungkapkan oleh Pengelola Srikandi Patra, Ibu Fatimah. Menurutnya, keberadaan alat terapi ini sangat membantu peserta serta memberikan pengalaman baru mengenai teknologi asistif. Ibu Fatimah pun berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar dengan jangkauan dan variasi alat yang lebih beragam agar makin banyak masyarakat yang mengenal serta merasakan manfaatnya.

Tak berhenti di situ, pada hari yang berbeda, aksi inovasi mahasiswa UNDIP merambah ke Balai Desa Tawangsari melalui program “Pengembangan Sistem Penagihan PAMSIMAS dan Website Desa” yang diusung oleh Wan Azka Khairi Muhammad, mahasiswa Teknik Komputer UNDIP.

Program ini diawali dengan koordinasi bersama Tim IT Desa Tawangsari untuk mendata analisis kebutuhan serta kendala pada website desa. Azka juga berkoordinasi dengan pengurus BUMDes untuk menginventarisasi hambatan operasional dalam proses penagihan PAMSIMAS (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat). Setelah melakukan peninjauan terhadap dokumentasi dan sistem yang berjalan, Azka melakukan pembenahan teknis agar sistem penagihan dan platform informasi desa dapat beroperasi secara optimal.

Hasil dari program ini adalah perapihan tata letak antarmuka (User Interface/UI) website desa dan sistem penagihan PAMSIMAS agar lebih indah dan ramah pengguna. Azka juga menambahkan fitur-fitur baru yang memudahkan operasional pengurus BUMDes maupun warga yang mengakses layanan tersebut.

Melalui perpaduan antara kepedulian sosial di bidang kesehatan inklusif dan modernisasi tata kelola digital ini, mahasiswa KKNT UNDIP berharap seluruh luaran program yang telah diserahkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk mendukung pelayanan publik dan kesejahteraan warga Desa Tawangsari.

  • Nurul Aulia
  • Mahasiswa Program Studi Teknik Mesin, Universitas Diponegoro
  • samuelalfreal@gmail.com
  • 0811284220
  • Bukti-Pembayaran
    Bukti-Pembayaran
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!