Cegah Pencemaran Lingkungan, KKN Undip Olah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi

Kendal, 2 Agustus 2026 – Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro melaksanakan workshop pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah bersama perkumpulan Ibu Fatayat di Madrasah Desa Juwiring pada Minggu (2/8). Kegiatan yang diikuti oleh 17 peserta ini sekaligus menjadi sarana survei untuk memetakan kebiasaan masyarakat dalam penggunaan dan pengelolaan minyak jelantah.

Program ini lahir dari kebiasaan sebagian warga yang masih membuang minyak jelantah langsung ke lingkungan tanpa pengolahan lebih lanjut. Menyasar kelompok ibu rumah tangga melalui perkumpulan Ibu Fatayat, mahasiswa KKN mengenalkan alternatif pemanfaatan minyak bekas ini menjadi produk yang punya nilai guna, sekaligus mengumpulkan data mengenai pola konsumsi dan pembuangan minyak goreng di kalangan warga.

Dari 17 peserta yang mengisi kuesioner, mayoritas atau 12 orang (70,6%) berprofesi sebagai ibu rumah tangga, dengan 7 orang (41,2%) berada di rentang usia 25–40 tahun. Soal kebiasaan penggunaan minyak, 14 responden (82,4%) mengaku memakai minyak goreng sebanyak dua kali sebelum dibuang. Sementara itu, cara membuang minyak jelantah masih didominasi metode yang kurang ramah lingkungan: 7 responden (41,2%) membuangnya langsung ke tanah, dan 4 responden (23,5%) ke saluran air.

Workshop berlangsung dengan peserta mendapat penjelasan singkat mengenai dampak minyak jelantah yang dibuang sembarangan, sebelum masuk ke sesi praktik langsung mengolahnya menjadi lilin aromaterapi. Menariknya, hasil analisis lanjutan menunjukkan tingkat pengetahuan peserta soal pengelolaan minyak jelantah tergolong cukup tinggi, sejalan dengan sikap positif mereka terhadap upaya pemanfaatannya  dan hal ini turut tercermin dari respons yang sangat baik terhadap pelaksanaan workshop itu sendiri.

Bagi mahasiswa KKN, data yang terkumpul dari kegiatan ini menjadi bekal awal untuk melihat potensi pengembangan program pengelolaan minyak jelantah yang lebih luas di Desa Juwiring, sementara bagi warga, workshop ini membuka opsi baru dalam menangani limbah dapur yang selama ini kerap dianggap tidak bernilai.

  • Kaila Khansa
  • Mahasiswa Program Studi Statistika, Universitas Diponegoro
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!