Cegah Bullying Sejak Dini, Mahasiswa KKN Undip Beri Edukasi Siswa SDN 02 KorowelangAnyar
Kendal, 4 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler (KKN-R) Tim II Universitas Diponegoro periode 2025/2026 menggelar program edukasi bertajuk “Aku Bangga dengan Perbedaan” sekaligus sosialisasi pencegahan bullying di SDN 02 Korowelang Anyar, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal, pada Selasa, 4 Agustus 2026. Kegiatan ini menyasar 34 siswa kelas 5 dan dilaksanakan oleh Avicenna Ahmad Faiz, mahasiswa Program Studi Antropologi Sosial Undip, sebagai bagian dari program kerja monodisiplin selama masa KKN berlangsung.
Program ini dilaksanakan sebagai upaya mengenalkan pemahaman mengenai bullying dan pentingnya menghargai perbedaan sejak usia sekolah dasar. Pada usia tersebut, interaksi dengan teman sebaya menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari siswa. Karena itu, pemahaman mengenai empati, saling menghargai, serta keberanian untuk menyampaikan ketika mengalami atau melihat tindakan bullying perlu dikenalkan melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan mereka.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan dikemas secara interaktif supaya materi lebih mudah diserap oleh siswa kelas 5. Avicenna membuka sesi dengan penjelasan dasar tentang apa itu bullying, jenis-jenisnya, dampak yang ditimbulkan, hingga alasan kenapa perilaku tersebut tidak boleh dilakukan. Materi kemudian diperkuat lewat pemutaran video singkat yang menceritakan pengalaman seorang anak yang mengalami bullying, sebagai pemantik empati bagi siswa untuk memahami perasaan korban dari sudut pandang yang lebih dekat.
Selepas sesi materi, siswa diberi ruang untuk bercerita secara terbuka mengenai pengalaman dan perasaan mereka jika pernah mengalami atau menyaksikan bullying di lingkungan sekolah. Sesi ini dilanjutkan dengan diskusi mengenai langkah yang bisa diambil ketika melihat teman menjadi korban bullying maupun ketika diri sendiri mengalaminya. Sebagai penguat komitmen bersama, seluruh siswa turut mengucapkan janji anti bullying dan menyanyikan lagu bertema stop bullying secara bersama-sama.
Di akhir kegiatan, siswa diajak mengekspresikan perasaan mereka melalui media sticky notes yang dibagikan kepada setiap anak. Sticky notes tersebut diisi dengan pengalaman dan perasaan siswa terkait bullying, lalu ditempelkan pada media “pohon ungkapan” yang telah disiapkan sebelumnya. Pohon ungkapan berisi kumpulan sticky notes tersebut kemudian dipasang di dinding kelas 5 sebagai pengingat bagi siswa untuk terus menerapkan sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari di kelas untuk menciptakan lingkungan kelas yang lebih ramah dan bebas dari bullying.
Pihak sekolah menyambut baik program ini. Salah satu guru SDN 02 Korowelang Anyar menyampaikan harapannya terhadap keberlanjutan dampak kegiatan tersebut. “Semoga dengan adanya program ini murid jadi bisa lebih menghargai antar sesama dan mengurangi terjadinya perundungan di kelas dan sekolah,” ujarnya.
Melalui program edukasi ini, mahasiswa KKN berharap siswa SDN 02 Korowelang Anyar dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih menghargai perbedaan dan memiliki kepekaan sosial terhadap sesama teman. Program semacam ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan bisa terus dijaga keberlanjutannya oleh pihak sekolah agar nilai saling menghargai dan semangat anti bullying benar-benar melekat dalam keseharian siswa di lingkungan sekolah.
- Angeline Cyntia Moura Sondakh
- Mahasiswa Prodi Gizi, Universitas Diponegoro
- Setuju







