Bikin Warga Makin Nyaman, Mahasiswa UNDIP Kenalkan Seni Keramahan Jepang ‘Omotenashi’ ke Kader Posyandu
JATENG.NET, Sragen – -Semangat pelayanan masyarakat yang tulus dan hangat khas Negeri Sakura kini hadir menyapa para kader Posyandu di Kabupaten Sragen. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) 2026, Muhammad Fahri Mubarok, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang, merancang dan meluncurkan booklet edukatif bertajuk “Omotenashi no Bunka: Budaya Pelayanan yang Baik dan Sepenuh Hati ala Jepang”.
Program pengabdian sosial masyarakat ini ditujukan bagi kader Posyandu di Desa Karanganyar, Kecamatan Sambungmacan. Lewat panduan yang mudah dipahami, Fahri mengenalkan konsep Omotenashi sebuah tradisi pelayanan khas Jepang yang menekankan pada rasa tulus, perhatian penuh, dan keramahtamahan tanpa mengharapkan imbalan. “Omotenashi itu bukan sekadar melayani. Intinya adalah melayani dengan hati yang ikhlas agar setiap ibu dan anak yang datang ke Posyandu merasa senang, dihargai, dan terbantu,” ujar Fahri saat mensosialisasikan bookletnya di Desa Karanganyar.
Dalam booklet tersebut, terdapat 5 nilai dasar Omotenashi yang disesuaikan langsung dengan kegiatan rutin Posyandu:
- Tulus (Makoto): Menyambut dan melayani setiap ibu dan balita dengan ikhlas tanpa membeda-bedakan.
- Peka (Kikubari): Cepat tanggap melihat kebutuhan warga, seperti langsung membantu ibu yang kerepotan membawa perlengkapan balita tanpa harus diminta.
- Menghargai (Sonkei): Menyapa dengan ramah, mendengarkan curhatan atau keluhan ibu dengan sabar, serta tidak menghakimi.
- Empati (Rikai): Memahami situasi sulit yang dihadapi ibu (misalnya masalah menyusui) dan memberikan dukungan moral yang menenangkan.
- Menciptakan Suasana Nyaman (Anshin): Menjaga kebersihan area Posyandu, mengatur antrean agar tertib, dan menghadirkan lingkungan yang aman bagi anak-anak.
Kehadiran booklet ini disambut antusias oleh para kader Posyandu di Desa Karanganyar. Melalui materi yang dilengkapi contoh sederhana sehari-hari, para kader diajak untuk mempraktikkan langsung senyum, sapa, dan kepedulian kecil saat pelayanan penimbangan balita.

Ibu-ibu kader Posyandu menyambut hangat pembekalan ini dan merasa terinspirasi untuk menjadikan Posyandu bukan hanya tempat periksa kesehatan, tetapi juga rumah yang hangat bagi warga. Lewat sentuhan budaya Omotenashi ini, Tim KKN UNDIP berharap Posyandu di Desa Karanganyar bisa terus memberikan pelayanan terbaik yang makin dicintai dan dipercaya oleh masyarakat.





