BELAJAR MENGELOLA UANG SEJAK DINI: EDUKASI LITERASI KEUANGAN ANAK MELALUI POJOK BACA DI DESA AMPELGADING

BELAJAR MENGELOLA UANG SEJAK DINI: EDUKASI LITERASI KEUANGAN ANAK MELALUI POJOK BACA DI DESA AMPELGADING

PEMALANG, 17 Agustus 2026– Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro melaksanakan program kerja “Edukasi Pengelolaan Uang Sederhana” sebagai upaya meningkatkan literasi keuangan anak-anak di Desa Ampelgading, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang. Kegiatan ini memanfaatkan pojok baca sebagai sarana edukasi yang interaktif dan mudah dipahami oleh anak-anak.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons terhadap pentingnya pengenalan pengelolaan keuangan sejak dini. Anak-anak pada rentang usia 8–14 tahun mulai mengenal dan menggunakan uang dalam kehidupan sehari-hari, terutama melalui uang saku. Karena itu, pemahaman mengenai cara menggunakan, menyimpan, dan mengatur uang secara sederhana menjadi salah satu keterampilan yang penting untuk dikenalkan sejak usia sekolah.

Dengan menyasar anak-anak usia 8–14 tahun di Desa Ampelgading, program ini bertujuan memberikan pemahaman dasar mengenai pengelolaan uang melalui kegiatan yang edukatif dan menyenangkan. Pojok baca digunakan sebagai ruang belajar yang memungkinkan anak-anak memperoleh pengetahuan sekaligus membangun kebiasaan membaca.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pengenalan uang dan fungsi uang dalam kehidupan sehari-hari. Materi kemudian dilanjutkan dengan pengenalan perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, cara menentukan prioritas penggunaan uang, pentingnya menabung, serta pengelolaan uang saku secara sederhana.

Untuk membuat kegiatan lebih menarik, mahasiswa menggunakan metode penyampaian materi, simulasi sederhana, diskusi, dan tanya jawab. Anak-anak diberikan contoh situasi sehari-hari agar dapat memahami cara menentukan pilihan dalam menggunakan uang. Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan melibatkan peserta secara langsung.

Pojok baca juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Selain sebagai tempat penyampaian edukasi, pojok baca dilengkapi dengan media informasi yang dapat digunakan anak-anak untuk membaca dan memperoleh pengetahuan setelah kegiatan selesai. Dengan demikian, keberadaan pojok baca diharapkan dapat menjadi sarana belajar yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan.

Kepala Seksi Pelayanan, Bapak Daryani , menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN.

“Kami mengapresiasi kegiatan mahasiswa KKN yang memberikan edukasi kepada anak-anak di Desa Ampelgading. Pengenalan pengelolaan uang sejak dini merupakan hal yang baik karena dapat membantu anak-anak belajar menggunakan uang secara lebih bijak. Kami berharap pojok baca ini juga dapat terus dimanfaatkan sebagai tempat belajar bagi anak-anak,” ujarnya.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Tim II UNDIP berharap anak-anak Desa Ampelgading dapat memiliki pemahaman dasar mengenai pengelolaan uang dan mulai menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak juga diharapkan dapat membangun kebiasaan menabung, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menggunakan uang saku secara lebih terencana.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi membaca bersama, foto bersama, dan ramah tamah antara mahasiswa KKN dan anak-anak Desa Ampelgading. Keberadaan pojok baca diharapkan dapat menjadi salah satu sarana edukasi yang terus memberikan manfaat bagi masyarakat meskipun pelaksanaan KKN telah selesai.

Penulis/Reporter: Jakti Feri Anto
Kontak Media/Humas Kelompok: kkn.ampelgading26@gmail.com

  • Jakti Feri Anto
  • Mahasiswa Program Studi Akuntansi Perpajakan, Universitas Diponegoro
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!