Bangun Sekolah Aman dan Inklusif, Mahasiswa KKN Undip Gelar Edukasi Anti-Bullying di SD Negeri Pilang 1
SRAGEN – Perundungan “bullying” di lingkungan sekolah masih menjadi perhatian serius yang dapat mengganggu perkembangan psikologis anak. Menanggapi hal tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) menggelar sosialisasi dan edukasi “Anti-Bullying” bagi siswa kelas V A dan V B di SD Negeri Pilang 1, Desa Pilang, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen pada Sabtu (25/7/2026).
Program kolaboratif ini diusung oleh Muhammad Pachlevi Phuan Pradipta dari Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIP Undip bersama Sindy Fatika Sari dari Fakultas Hukum Undip. Sinergi interdisipliner ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para peserta didik sejak dini mengenai pentingnya saling menghargai, hak-hak anak, serta keberanian untuk melaporkan tindakan perundungan kepada pihak guru maupun orang tua.
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dan komunikatif dengan menyertakan contoh-contoh perilaku sehari-hari yang kerap dianggap sepele, seperti ejekan verbal hingga pengucilan, yang padahal berdampak besar bagi kesehatan mental korban.
Salah satu siswa kelas V SD Negeri Pilang 1, Langit, mengungkapkan bahwa praktik perundungan secara verbal masih kerap ditemui dalam interaksi sehari-hari di sekolah.
“Di sekolah masih banyak murid yang suka meneriaki atau memanggil nama teman lain menggunakan nama orang tua mereka kak,” ujar Langit saat ditanya mengenai bentuk perundungan yang sering ia temui di lingkungan sekolah.
Melihat fenomena tersebut, Muhammad Pachlevi menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi searah, melainkan juga membuka ruang aman bagi para siswa untuk bersuara dan mengekspresikan diri.
“Banyak anak yang sebenarnya menjadi korban atau menyaksikan tindakan bullying, tetapi belum memiliki ruang atau tempat yang nyaman untuk bercerita. Bahkan, ada yang sampai merasa enggan untuk masuk sekolah. Melalui edukasi ini, kami ingin menanamkan rasa empati sekaligus memberikan pemahaman bahwa sekolah harus menjadi tempat belajar yang aman dan menyenangkan,” ungkap Pachlevi di sela-sela kegiatan.
Suasana kegiatan berlangsung semarak dan penuh antusiasme. Para siswa diajak berpartisipasi aktif dalam pembuatan video edukasi interaktif mengenai perilaku positif yang harus dijaga di sekolah. Selain itu, para peserta didik juga antusias mengikuti sesi dokumentasi menggunakan bingkai kampanye “Anti-Bullying” sebagai simbol komitmen bersama menolak segala bentuk perundungan.
Pendampingan individual juga diberikan oleh tim KKN ketika mendapati beberapa siswa yang mengalami kesulitan saat mengikuti sesi penulisan, sehingga suasana belajar tetap tenang dan kondusif. Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa SD Negeri Pilang 1 dapat saling merangkul tanpa membeda-bedakan, serta menciptakan iklim sekolah yang inklusif, harmonis, dan bebas dari tindakan perundungan.
Penulis: Muhammad Pachlevi Phuan Pradipta- Mahasiswa KKN Undip Tim II Desa Pilang, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik
- Muhammad Pachlevi Phuan Pradipta (NIM 14010123140156)
- Mahasiswa KKN Undip Tim II Desa Pilang, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik
- Setuju







