Semarak EXPO KKN UPGRIS, Jalan Sehat hingga Kesenian Rakyat Ramaikan Bergas
Bergas, 25 Agustus 2026 – Suasana meriah menyelimuti Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, pada Selasa (25/8/2026). Sejak pagi, masyarakat memadati kawasan Kantor Kecamatan Bergas untuk mengikuti jalan sehat yang menjadi pembuka kegiatan EXPO KKN Universitas PGRI Semarang (UPGRIS). Kemeriahan kemudian berlanjut dengan pameran berbagai potensi UMKM melalui stand mahasiswa hingga pertunjukan Kesenian Rakyat pada siang hingga malam hari.
Kegiatan jalan sehat dimulai pukul 07.00 WIB dan diikuti masyarakat dari sembilan desa dan empat kelurahan di Kecamatan Bergas. Sebelum jalan sehat dimulai, peserta terlebih dahulu dihibur dengan penampilan solo organ yang turut membangun suasana meriah sejak pagi. Jalan sehat secara resmi dibuka oleh Bupati Kabupaten Semarang, H. Ngesti Nugraha, S.H., M.H., yang juga turut berjalan bersama masyarakat.
Peserta menempuh rute yang dimulai dari Kantor Kecamatan Bergas, kemudian melewati kawasan permukiman warga dan persawahan sebelum kembali ke lokasi awal. Tidak hanya masyarakat dari wilayah Kecamatan Bergas, sejumlah peserta dari luar wilayah juga turut hadir sehingga kegiatan semakin ramai.
Kemeriahan semakin terasa setelah peserta menyelesaikan jalan sehat. Panitia menggelar pengundian hadiah utama dengan berbagai hadiah menarik, di antaranya sepeda motor, kulkas, dan mesin cuci. Hadiah sepeda motor berhasil dimenangkan oleh warga dari Pagersari. Pengundian tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang masih berada di lokasi kegiatan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Rektor Universitas PGRI Semarang, Dr. Sapto Budoyo, S.H., M.H., Bupati Kabupaten Semarang, H. Ngesti Nugraha, S.H., M.H., serta Camat Bergas, Dr. Slamet Widada, S.S., M.M. Kehadiran para pimpinan menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan KKN mahasiswa UPGRIS sekaligus memperkuat hubungan antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Usai kegiatan pagi, perhatian masyarakat beralih ke EXPO KKN yang menghadirkan berbagai potensi desa dan kelurahan di Kecamatan Bergas. Sebanyak 228 mahasiswa KKN UPGRIS yang ditempatkan di sembilan desa dan empat kelurahan turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Masing-masing kelompok menampilkan berbagai produk UMKM dan potensi lokal yang ditemukan selama menjalankan program KKN.
Berbagai stand tampak dipenuhi produk unggulan dari masing-masing wilayah. Mahasiswa tidak hanya memajang produk, tetapi juga menjelaskan proses pengembangan, keunggulan, serta peluang pengembangan UMKM kepada para pengunjung. Presentasi tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperkenalkan potensi ekonomi masyarakat di desa dan kelurahan tempat mereka bertugas.
Kreativitas mahasiswa juga terlihat dari dekorasi setiap stand. Masing-masing kelompok berusaha menampilkan stand yang rapi, menarik, dan mencerminkan identitas daerahnya. Konsep tersebut semakin kuat dengan penggunaan busana bertema “Tradisional Nusantara”. Mahasiswa mengenakan berbagai pakaian tradisional, seperti kebaya dan beskap, sehingga suasana EXPO turut menghadirkan nuansa budaya Indonesia.
Rektor UPGRIS bersama Camat Bergas juga berkesempatan mengunjungi sejumlah stand untuk melihat secara langsung produk unggulan yang ditampilkan mahasiswa. Kehadiran mereka memberikan apresiasi sekaligus dukungan terhadap upaya mahasiswa dalam menggali dan mempromosikan potensi UMKM di wilayah Kecamatan Bergas.
Tidak berhenti pada kegiatan ekonomi dan kreativitas mahasiswa, suasana Kecamatan Bergas kembali semarak melalui Kesenian Rakyat yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB hingga 23.00 WIB. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menikmati sekaligus memperkenalkan kesenian tradisional yang berkembang di berbagai wilayah Kecamatan Bergas.
Sebanyak delapan kelompok kesenian turut tampil dalam kegiatan tersebut, yaitu Karyo Mudho dari Watu Gajah, Langen Mudho Budoyo dari Sruwen, Turonggo Mudho Laras dari Setro Gondoriyo, Kudo Putro Suprabo dari Karangjati, Topeng Ireng Alam Rimba dari Kebon Ombo, Langen Turonggo Jati dari Jatijajar, Turonggo Mudo Kridho Utomo dari Cemanggal, serta Turonggo Jati dari Bengkle.
Penampilan tari dan musik tradisional dari berbagai kelompok kesenian tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Memasuki malam hari, warga dari berbagai kalangan semakin memadati area pertunjukan. Sorak dan tepuk tangan penonton mengiringi penampilan para pelaku seni hingga kegiatan berakhir.
Mahasiswa KKN UPGRIS juga turut mengambil bagian dalam pertunjukan melalui penampilan monolog. Keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya berperan dalam program pemberdayaan masyarakat, tetapi juga ikut berkontribusi dalam kegiatan seni dan budaya di wilayah tempat mereka melaksanakan pengabdian.
Kegiatan jalan sehat, EXPO KKN, dan Kesenian Rakyat menjadi ruang pertemuan antara mahasiswa, pemerintah, pelaku UMKM, pelaku seni, dan masyarakat. Selain menghadirkan hiburan dan kebersamaan, kegiatan tersebut turut memperkenalkan potensi ekonomi serta budaya lokal Kecamatan Bergas.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UPGRIS diharapkan dapat terus memberikan kontribusi nyata selama menjalankan pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat juga diharapkan semakin kuat dalam mengembangkan potensi desa dan kelurahan serta menjaga keberlangsungan budaya lokal di Kecamatan Bergas.
- Alleyhandra Aldebaran
- Universitas PGRI Semarang
- Setuju





