Mahasiswa KKN UPGRIS Bantu UMKM Desa Gebugan Perkuat Pemasaran Digital melalui Google Maps
Gebugan, 26 Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) mendampingi sejumlah pelaku UMKM di Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, dalam memanfaatkan Google Maps untuk memperkenalkan lokasi dan informasi usaha. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja digitalisasi pemasaran UMKM yang dilakukan untuk membantu usaha lokal lebih mudah dikenal dan ditemukan oleh masyarakat.
Pendampingan dilakukan dengan mengumpulkan informasi usaha secara langsung dari para pelaku UMKM. Mahasiswa kemudian membantu membuat dan melengkapi profil usaha di Google Maps, mulai dari nama usaha, lokasi, foto, hingga informasi mengenai produk yang tersedia.
Salah satu UMKM yang mendapatkan pendampingan adalah Retno Bakery milik Retno Asih. Usaha tersebut menyediakan berbagai produk makanan homemade, seperti bolu kelapa, bolu tape, brownies, bolu ketan hitam, putu ayu, kue ulang tahun, dan kue kering. Retno Bakery juga memanfaatkan Instagram sebagai salah satu media untuk memperkenalkan produknya.
Selain Retno Bakery, pendampingan dilakukan kepada Tumpi by Mama Tugiya yang memproduksi berbagai jenis peyek homemade, seperti peyek tumpi, kacang hijau, kacang tanah, bayam, dan kacang bawang. Mahasiswa juga mendampingi Sumber Hasil Bumi di wilayah Lempuyangan yang menyediakan bubuk kopi dengan varian Arabika, Robusta, dan Excelsa serta jasa selep.
Pemilik Sumber Hasil Bumi, Ibu Munjiah, menyambut baik kegiatan pendampingan yang dilakukan mahasiswa KKN. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus membantu memperkenalkan usaha yang dijalankannya.
“Senang sekali bisa bertemu dan dibantu oleh mahasiswa KKN. Selama kegiatan ini, saya juga bisa berbagi cerita tentang usaha yang saya jalankan dan mendapatkan pengalaman baru dari anak-anak KKN,” ujar Ibu Munjiah, pemilik Sumber Hasil Bumi.
UMKM lain yang turut mendapatkan pendampingan adalah Tahu Rono Rene Renes yang memproduksi tahu putih dan tahu pong. Melalui pendampingan tersebut, mahasiswa membantu melengkapi informasi usaha agar keberadaan UMKM dapat lebih mudah diakses secara digital.
Retno Asih, pemilik Retno Bakery, juga mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN. “Senang sekali bisa bertemu dan dibantu oleh mahasiswa KKN. Selama kegiatan ini, saya juga bisa berbagi cerita tentang usaha yang saya jalankan dan mendapatkan pengalaman baru dari anak-anak KKN,” katanya.
Program digitalisasi pemasaran ini diharapkan dapat membantu pelaku UMKM Desa Gebugan dalam memperkenalkan usaha dan produknya kepada masyarakat secara lebih luas. Pemanfaatan Google Maps juga menjadi salah satu langkah sederhana untuk memudahkan masyarakat menemukan lokasi usaha secara langsung.
- Dyah Ayu Wulan Pengukir
- Mahasiswa
- Setuju





