Tingkatkan Semangat Beribadah, KKN UPGRIS Kelompok 19 Hadirkan Media Edukasi Visual di Masjid Ummi Salamah Kelurahan Lodoyong Ambarawa

Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 19 Hadirkan Media Edukasi Visual di Masjid Ummi Salamah Kelurahan Lodoyong Ambarawa, Rabu (12/8/2026). (Foto: Dok. KKN UPGRIS Kelompok 19)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang tepatnya kelompok 19 menghadirkan inovasi baru yaitu dengan memasang media cetak edukatif di Masjid Ummi Salamah, Kelurahan Lodoyong, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, pada Rabu (12/8/2026).  Langkah ini dilaksanakan bertujuan untuk membantu para santri TPQ dan untuk warga sekitar, supaya dapat mendalami, menghafal doa-doa harian, serta menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan Masjid Ummi Salamah.

Program ini diciptakan mahasiswa UPGRIS Kelompok 19 ini dirancang dan dibuat dengan pendekatan visual. Seperti didesain dengan tulisan yang jelas, ditambahkan gambar interaktif dan panduan mengedukasi para santri dan masyarakat sekitar. Media edukasi ini sipasang berisi panduan doa-doa harian. Seperti doa masuk masjid masjid, doa keluar masjid, bacaan doa niat wudhu,

Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 19 memasang media edukasi visual di area Masjid Ummi Salamah.

bacaan doa setelah wudhu, doa masuk kamar mandi, doa keluar mandi, serta himbauan menjaga kebersihan dan ketertiban masjid. Pesan ajakan disampaikan melalui tulisan dan gambar yang menarik. Seperti instruksi untuk melepas alas kaki jika masuk masjid, instruksi mematikan keran setelah wudhu supaya menghemat air, instruksi merapikan mukena dan sarung setelah shalat, serta perintah dan arahan untuk menjaga ketertiban dan kebersihan masjid. Pemasangan media edukasi ini dipasang di berbagai titik strategis masjid, mulai dari pintu masuk utama, selasar, hingga area tempat wudhu. Hal tersebut bertujuan supaya para santri dan warga dapat membaca, mempelajari, serta menghafal doa-doa tersebut dengan mudah setelah beraktivitas di lingkungan masjid.

Perancangan media visual ini didasari keinginan menjadikan masjid sebagai sarana pembelajaran yang menyenagkan bagi anak-anak. Kami mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 19 menjadikan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai tempat belajar anak-anak yang interaktif.

“Kami dari pihak pengurus TPQ mendukung penuh program ini karena bermanfaat. Dengan adanya media edukasi ini membantu warga Kelurahan Lodoyong, terutama anak-anak. Mereka jadi lebih semangat belajar menghafal doa haraian karena medianya menarik dan terpasang jelas di area masjid”. Ujar Sri Agus perwakilan pengurus TPQ Ummi Salamah.

Kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 19 di Kelurahan Lodoyong, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, memberikan warna tersendiri bagi warga masyarakat sekitar. Program kerja yang berfokus pada pembangunan jangka panjang berbasis edukasi karakter. Pemilihan masjid sebagai lokasi utama yang didasari oleh fungsinya menjadi ruang publik yang bersifat edukatif yang ramah anak. Melalui pendekatan visual yang interaktif, mahasiswa mencoba menciptakan metode pembelajaran yang menarik dan tidak membuat bosan dengan didasari  kebutuhan psikologis anak-anak usia TPQ yang menyukai visual gambar dan warna.

Respon hangat dari para pengurus masjid, ustadz, ustadzah, serta orang tua santri menunjukkan bahwa inovasi ini menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Selama ini, proses menghafal doa harian sering kali terkendala oleh terbatasnya media pendukung di luar buku saku yang kadang kala terselip bahkan rusak. Dengan adanya media edukasi yang dipasang di dinding masjid, kini akses terhadap ilmu pengetahuan menjadi tanpa batas. Setiap anak yang datang untuk salat berjamaah atau mengikuti kegiatan TPQ secara otomatis terpapar oleh informasi positif tersebut setiap harinya.

Pengurus TPQ Ummi Salamah saat membimbing para santri belajar doa harian menggunakan media edukasi visual.

Melalui program media edukasi visual ini, KKN UPGRIS Kelompok 19 memberikan kontribusi berkelanjutan bagi masyarakat Kelurahan Lodoyong serta menjadikan Masjid Ummi Salamah sebagai pusat ibadah yang edukatif, inspiratif, bersih, dan nyaman. Keberlanjutan program ini juga menjamin bahwa esensi pengabdian mahasiswa KKN UPGRIS tidak berhenti pada saat hari penarikan KKN usai, melainkan meninggalkan jejak manfaat yang dapat dinikmati oleh generasi penerus di Kelurahan Lodoyong. Diharapkan, langkah manfaat ini dapat menjadi inspirasi bagi kelompok KKN di wilayah lain untuk mengoptimalkan potensi fasilitas publik berbasis keagamaan melalui sentuhan kreativitas dan inovasi pendidikan modern yang membuat warga sekitar terutama anak-anak menjadi semangat untuk belajar dan ibadah ke masjid.

  • Ika Yuni Priandini (PGSD) Dan Imelda Melani (PBSI)
  • Mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang,Kelompok 19
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!