Siaga Hadapi Kebakaran Bersama Damkar, KKN UPGRIS Gelar Edukasi SPAB di Kelurahan Kranggan
Kesiapsiagaan menghadapi bencana kebakaran menjadi hal penting, terutama di wilayah dengan permukiman yang padat dan jarak antar rumah yang berdekatan. Melihat kondisi tersebut, KKN UPGRIS Kelompok 20 melalui program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) menggelar penyuluhan penanggulangan bencana kebakaran di Kelurahan Kranggan, Rabu (26/8/2026).
Penyampaian materi dari Damkar Kabupaten Semarang
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari Linmas Kelurahan Kranggan, siswa SDN Kranggan 01, perwakilan PKK, hingga perwakilan masyarakat. Kegiatan turut dihadiri Lurah Kelurahan Kranggan, Subkhan Yawawi, S.H., yang memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan.
Dalam sambutannya, Subkhan mengapresiasi program kerja KKN UPGRIS Kelompok 20 karena dinilai sesuai dengan kondisi Kelurahan Kranggan, khususnya saat memasuki musim kemarau.
“Saya sangat mengapresiasi program kerja KKN UPGRIS Kelompok 20 karena hal ini sangat sesuai dengan kondisi yang ada di Kelurahan Kranggan, khususnya pada musim kemarau,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi Kelurahan Kranggan yang merupakan wilayah padat penduduk dengan jarak antar rumah yang cukup dekat membuat edukasi mengenai penanggulangan kebakaran menjadi penting. Ia juga mengapresiasi kehadiran petugas pemadam kebakaran yang bersedia memberikan pengetahuan secara langsung kepada masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, KKN UPGRIS Kelompok 20 menggandeng Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Semarang dari Posko Ambarawa. Materi disampaikan oleh Sasongko bersama Satrio Aji, Danang Adi, dan Muhammad Akbar Rofiq.
Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 20 praktik memadamkan api
Penyuluhan diberikan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai pencegahan dan penanggulangan kebakaran serta membangun kesiapsiagaan masyarakat ketika menghadapi keadaan darurat. Kehadiran siswa sekolah dasar dalam kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mengenalkan pengetahuan kebencanaan sejak dini.
Program tersebut mendapat respons positif dari Sarmidi, selaku Komandan Linmas Kelurahan Kranggan. Ia menilai kegiatan yang diberikan mahasiswa KKN dapat menjadi bekal bagi masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran.
“Ini sangat memuaskan sekali apa yang menjadi program dari KKN. Kami sangat mendukung dan sangat berterima kasih. Ini bisa menjadi acuan ke depan untuk membantu masyarakat, khususnya yang membutuhkan,” ujarnya.
Sarmidi juga berharap mahasiswa KKN terus mempertahankan semangat untuk memberikan edukasi dan membantu masyarakat.
“Harapannya KKN tetap semangat dan seperti ini, membantu kepada seluruh masyarakat agar supaya KKN bisa tetap eksis dan selamanya,” katanya.
Sementara itu, Fahmi Ardiansyah, Koordinator Desa KKN UPGRIS Kelompok 20, mengatakan bahwa program SPAB ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebencanaan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pengetahuan yang bisa langsung diterapkan oleh masyarakat, terutama mengenai kesiapsiagaan menghadapi kebakaran. Kami juga berharap edukasi yang diberikan Damkar dapat menjadi bekal bagi warga untuk lebih waspada dan mengetahui langkah yang tepat ketika menghadapi keadaan darurat,” ujarnya.
Menurut Fahmi, keterlibatan berbagai kelompok masyarakat dalam kegiatan tersebut menjadi hal penting karena kebencanaan merupakan persoalan yang dapat terjadi kepada siapa saja.
Kegiatan SPAB ini menjadi salah satu upaya KKN UPGRIS Kelompok 20 untuk menghadirkan edukasi yang dekat dengan kebutuhan masyarakat Kelurahan Kranggan. Kolaborasi bersama Damkar Kabupaten Semarang diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan warga sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa pencegahan bencana dapat dimulai dari lingkungan terdekat.
(Inti Marisa Khoghiroh, Tim Publikasi KKN UPGRIS Kelompok 20)
- Inti Marisa Khoghiroh
- Tim Publikasi KKN UPGRIS Kelompok 20
- Setuju







