Penyuluhan Pangan Inovasi Kripik Usus dengan Bumbu Pedas Daun Kelor dan Daun Jeruk Kaya Antioksidan, Flavonoid, dan Senyawa Fenolik ( KELORUS )
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 92 Universitas Slamet Riyadi Surakarta (UNISRI) melaksanakan program kerja individu berupa edukasi inovasi produk pangan di UMKM keripik usus Adijaya, Desa Kalikobok, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, pada Kamis (20/8/2026). Kegiatan yang dilaksanakan di SD Negeri 1 Kalikobok, Jurangjero, RT 25, Jurangjero, Kalikobok, Tanon, Kabupaten Sragen tersebut mengangkat judul “Penyuluhan Pangan Inovasi Kripik Usus dengan Bumbu Pedas Daun Kelor dan Daun Jeruk Kaya Antioksidan, Flavonoid, dan Senyawa Fenolik ( KELORUS )”
Program kerja ini bertujuan mengembangkan inovasi produk keripik usus melalui penambahan daun kelor dan daun jeruk pada bumbu pedas. Inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan variasi cita rasa sekaligus memberikan nilai tambah pada produk melalui pemanfaatan bahan pangan lokal yang mengandung berbagai senyawa bioaktif, seperti antioksidan, flavonoid, dan senyawa fenolik.
Kegiatan diawali dengan pengenalan produk bumbu pedas yang menggunakan kombinasi daun kelor dan daun jeruk sebagai bahan tambahan. Selanjutnya, peserta mendapatkan pemaparan materi mengenai potensi pemanfaatan kedua bahan tersebut dalam pengembangan produk pangan. Materi yang disampaikan mencakup kandungan senyawa yang terdapat pada daun kelor dan daun jeruk, manfaatnya secara umum, serta keunggulan produk KELORUS sebagai salah satu alternatif pengembangan cita rasa keripik usus.
Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan proses pembuatan bumbu pedas dan pengaplikasiannya pada produk keripik usus. Dalam proses tersebut, diperkenalkan tahapan pengolahan bahan hingga menghasilkan bumbu dengan perpaduan rasa pedas dan aroma khas daun jeruk. Penambahan daun kelor juga menjadi salah satu bentuk pemanfaatan potensi pangan lokal yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar Desa Kalikobok.
Selain memberikan variasi cita rasa, penambahan daun kelor dan daun jeruk pada bumbu pedas KELORUS juga menjadi upaya untuk memberikan nilai tambah pada produk melalui kandungan senyawa bioaktif yang terdapat di dalamnya. Daun kelor diketahui mengandung berbagai senyawa, seperti flavonoid, senyawa fenolik, vitamin, dan komponen antioksidan. Sementara itu, daun jeruk mengandung senyawa fenolik, flavonoid, serta komponen aromatik yang memberikan karakteristik aroma khas pada produk.
Senyawa antioksidan secara umum berperan dalam membantu melindungi tubuh dari radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan pada sel. Flavonoid merupakan salah satu kelompok senyawa bioaktif yang memiliki aktivitas antioksidan dan berpotensi memberikan manfaat dalam menjaga kesehatan tubuh. Selain itu, senyawa fenolik juga dikenal memiliki aktivitas antioksidan yang membantu menangkal radikal bebas. Dengan adanya kandungan tersebut, penambahan daun kelor dan daun jeruk diharapkan dapat memberikan nilai fungsional tambahan pada inovasi produk keripik usus.
Penambahan daun kelor dan daun jeruk pada produk KELORUS tidak hanya ditujukan untuk menciptakan cita rasa pedas dengan aroma yang khas, tetapi juga sebagai bentuk pemanfaatan bahan pangan lokal yang memiliki kandungan senyawa bioaktif. Daun jeruk memberikan aroma segar dan khas yang dapat meningkatkan karakteristik sensori bumbu, sedangkan daun kelor memberikan nilai tambah melalui kandungan berbagai komponen bioaktif yang dimilikinya.
Program ini dilatarbelakangi oleh produk keripik usus yang selama ini diproduksi dengan pilihan rasa yang masih terbatas, yaitu rasa original atau asin. Kondisi tersebut menjadi peluang untuk menghadirkan inovasi rasa yang dapat meningkatkan daya tarik dan nilai tambah produk. Di sisi lain, keberadaan daun kelor yang mudah ditemukan di lingkungan masyarakat memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi bahan tambahan dalam berbagai produk olahan pangan.
Melalui program KELORUS, mahasiswa KKN memberikan edukasi sederhana kepada pelaku UMKM mengenai pemanfaatan daun kelor dan daun jeruk sebagai bagian dari inovasi produk. Selain menawarkan variasi rasa baru, penggunaan kedua bahan tersebut juga diharapkan dapat menjadi keunggulan tersendiri bagi produk keripik usus yang diproduksi.
Dengan demikian, inovasi KELORUS diharapkan mampu memberikan keunggulan dibandingkan produk keripik usus dengan rasa original atau asin. Produk ini tidak hanya menawarkan variasi rasa baru, tetapi juga memperkenalkan pemanfaatan daun kelor dan daun jeruk sebagai bahan tambahan yang berpotensi meningkatkan nilai inovasi dan daya tarik produk. Kandungan dan aktivitas senyawa bioaktif pada produk akhir dapat dipengaruhi oleh jumlah bahan yang digunakan serta proses pengolahan dan pemanasan.
Dengan adanya kegiatan ini, pelaku UMKM diharapkan dapat memperoleh wawasan baru mengenai pengembangan produk berbasis potensi lokal. Inovasi KELORUS diharapkan tidak hanya menjadi variasi produk keripik usus, tetapi juga dapat membuka peluang pengembangan usaha melalui produk yang memiliki cita rasa khas, nilai tambah, serta daya tarik yang lebih luas bagi konsumen.
- Pandu Arta Bima
- Mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan, Universitas Slamet Riyadi Surakarta ( UNISRI )
- Setuju







