Meriahkan Expo Kecamatan Gubug: KKN 52 UPGRIS Kemiri Pamerkan Proker, UMKM Unggulan, hingga Sendratari “Legenda Rawa Pening”

Foto Bersama di depan Stand EXPO KKN 52 Kemiri

GROBOGAN – Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) di wilayah Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, resmi ditutup dengan perhelatan akbar Expo KKN pada Jumat, 28 Agustus 2026. Acara yang diinisiasi oleh Koordinator Kecamatan (Korcam) ini berlangsung meriah sejak pagi hari dan diikuti oleh berbagai kelompok KKN, termasuk delegasi unggulan dari KKN Kelompok 52 Desa Kemiri.

Dibuka dengan Jalan Sehat Membelah Kecamatan Keseruan acara sudah terasa sejak pagi ketika ratusan warga mulai berkumpul di titik start halaman Kantor Kecamatan Gubug. Kegiatan “Jalan Sehat 6 Desa” resmi dimulai, menandai pembukaan rangkaian expo dengan penuh semangat dan kebersamaan.

Antusiasme warga desa sangat terasa di sepanjang rute jalan sehat. “Saya sangat senang dan antusias bisa ikut jalan sehat hari ini. Kami dari perwakilan warga Desa Kemiri sengaja hadir untuk ikut berpartisipasi dan memberikan dukungan penuh agar acara penutupan KKN ini semakin meriah,” ujar Bu Eny S, salah satu perwakilan warga Desa Kemiri yang turut membaur dalam barisan peserta.

Setelah warga kembali dari jalan sehat, acara resmi dibuka melalui sambutan dari Camat Gubug. Pamerkan Solusi Infrastruktur dan UMKM Desa Kemiri Di area Expo, stan milik KKN Kelompok 52 Desa Kemiri sukses mencuri perhatian didampingi oleh DPL yaitu Bapak Muh Isna Nur Wibisana, S.Pd., M.Kes. Kami mempresentasikan Program Kerja (Proker) fisik yang telah direalisasikan didepan petinggi UPGRIS maupun pemerintah kecamatan Gubug, yaitu pembuatan Biopori untuk mencegah genangan air dan menjaga kesuburan tanah, serta pemasangan Reflektor Jalan guna meningkatkan keselamatan warga saat berkendara di malam hari.

Selain infrastruktur, stan ini juga diserbu pengunjung yang penasaran dengan produk-produk UMKM lokal unggulan dari Desa Kemiri. Jajanan khas desa ludes terjual, mulai dari Kripik Pisang olahan Bu Yayuk yang renyah, Rengginang gurih racikan Mbah Rayi, hingga Sempolan sedap buatan Bu Munyasaroh. Kehadiran stan ini menjadi ajang promosi sukses bagi pelaku ekonomi kecil di Desa Kemiri untuk menjangkau pasar tingkat kecamatan.

Penampilan “Legenda Rawa Pening” Momen yang paling ditunggu-tunggu tiba, yakni sesi Lomba Kesenian Tari Perdesa. KKN Kelompok 52 bersama delegasi Desa Kemiri tidak main-main dalam kompetisi ini. Mereka menggandeng Sanggar Tari Sekar Panji kurang lebih 20 orang yang tampil untuk mempersembahkan sebuah mahakarya bertajuk “Legenda Rawa Pening”. Melalui gerak tari yang luwes, kostum menawan, dan penjiwaan teatrikal yang kuat, para penari berhasil menghidupkan kembali kisah epik Baru Klinting. Penampilan klimaks saat adegan pencabutan lidi sakti berhasil membuahkan gemuruh tepuk tangan dari penonton dan dewan juri.

Keberhasilan seluruh pameran dan pertunjukan ini tidak lepas dari persiapan yang matang. “Dalam Expo ini, kami berusaha memberikan yang terbaik sebagai kenang-kenangan penutup. Mulai dari menampilkan proker unggulan biopori dan reflektor, membawa UMKM lokal agar makin dikenal luas, hingga menyuguhkan mahakarya Sendratari Legenda Rawa Pening. Harapan kami, apa yang kami persembahkan hari ini bisa menjadi kebanggaan bagi Desa Kemiri,” jelas Muhammad Ammar Fayiz, selaku Penanggung Jawab (PJ) Expo KKN Kemiri 52.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pengumuman pemenang lomba serta pembagian doorprize secara meriah yang diselingi oleh hiburan musik orgen tunggal. Bagi KKN Kelompok 52, ajang EXPO Kecamatan ini bukan sekadar perayaan penutup, melainkan wujud nyata keberhasilan sinergi antara mahasiswa dan masyarakat Desa Kemiri dalam menciptakan jejak positif di bidang infrastruktur, ekonomi, dan pelestarian budaya.

  • KKN Kemiri 52 UPGRIS
  • Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 52 Kemiri
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!