Mahasiswa KKN Undip Latih Pembuatan PMT Berbasis Ikan Nila dan Telur Bebek di Polanharjo
Klaten, 1 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Reguler II Tim 7 Kecamatan Polanharjo Kabupaten Klaten menggelar pelatihan memasak Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dengan kearifan lokal melalui pemanfaatan ikan nila dan telur bebek. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kecamatan Polanharjo pada Sabtu (1/8/2026) tersebut diikuti oleh 30 peserta yang terdiri atas lima ibu hamil dan 25 remaja putri atau calon ibu.
Kegiatan yang dilaksanakan pada pukul 13.00–15.00 WIB ini merupakan bagian dari program kerja Multidisiplin 2 yang bertujuan memperkenalkan alternatif PMT yang lebih beragam dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang tersedia di Kecamatan Polanharjo. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai kebutuhan gizi, tetapi juga diajak secara langsung mengolah ikan nila dan telur bebek menjadi makanan yang lebih variatif, yaitu nugget dan dimsum ikan nila.
Mendorong Diversifikasi PMT dengan Bahan Pangan Lokal
Program pelatihan ini dilatarbelakangi oleh masih perlunya upaya pencegahan stunting di Kabupaten Klaten. Dalam kegiatan tersebut disampaikan bahwa angka stunting di Kabupaten Klaten masih menjadi perhatian dan disebut berada di atas rata-rata Provinsi Jawa Tengah.
Salah satu persoalan yang ditemukan adalah penggunaan PMT yang cenderung monoton. Berdasarkan hasil pengamatan dan informasi yang diperoleh dalam kegiatan, PMT yang umum diberikan dalam berbagai kegiatan masyarakat maupun dikonsumsi di rumah antara lain bubur kacang hijau dan telur rebus.
Meskipun kedua makanan tersebut dapat menjadi bagian dari pilihan makanan bergizi, keterbatasan variasi dapat menimbulkan kejenuhan dalam mengonsumsi makanan tambahan. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mahasiswa KKN menghadirkan alternatif pengolahan PMT dengan bahan pangan lokal.
Melalui pemanfaatan ikan nila dan telur bebek, masyarakat diperkenalkan pada cara mengolah bahan yang relatif mudah ditemukan di lingkungan sekitar menjadi menu PMT yang lebih menarik dan beragam.
Praktik Langsung Membuat Nugget dan Dimsum Ikan Nila
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan dengan sambutan dan pengisian pre-test untuk mengetahui pemahaman awal peserta. Setelah itu, peserta diperkenalkan dengan moderator serta mahasiswa pelaksana praktik memasak.
Sesi utama kegiatan berupa praktik pengolahan bahan pangan lokal. Peserta diajak melihat secara langsung proses pengolahan ikan nila dan telur bebek menjadi nugget, mulai dari persiapan bahan, proses pencampuran, pengolahan, hingga produk siap disajikan.
Setelah praktik pembuatan nugget selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Peserta kemudian kembali mengikuti praktik pengolahan bahan yang sama menjadi dimsum ikan nila.
Dalam praktik tersebut, peserta tidak hanya melihat hasil akhir makanan, tetapi juga memperoleh penjelasan mengenai resep dan tata cara pembuatannya dari awal hingga akhir. Dengan demikian, peserta diharapkan dapat mempraktikkan kembali resep tersebut secara mandiri di rumah.
Mengenalkan PMT yang Bergizi dan Tidak Membosankan
Selain keterampilan memasak, kegiatan juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya pemenuhan kebutuhan nutrisi makro dan mikro bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.
Peserta diperkenalkan pada pentingnya variasi makanan dalam memenuhi kebutuhan gizi. Diversifikasi PMT diharapkan dapat menjadi alternatif agar anak tidak mudah merasa bosan dengan menu yang sama secara berulang. Pemanfaatan bahan pangan lokal juga menjadi salah satu keunggulan yang ditawarkan melalui program ini. Ikan nila dan telur bebek yang tersedia di lingkungan masyarakat dapat diolah menjadi berbagai menu sehingga masyarakat tidak harus bergantung pada bahan makanan yang mahal atau sulit diperoleh. Dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di sekitar, masyarakat diharapkan dapat menciptakan menu PMT yang lebih variatif dengan tetap memperhatikan nilai gizi dan keterjangkauan biaya.
Didukung Mahasiswa Lintas Disiplin
Pelaksanaan kegiatan melibatkan mahasiswa KKN Undip dari berbagai bidang keilmuan. Beberapa mahasiswa yang terlibat dalam pelaksanaan praktik antara lain Chindy dari Fakultas Hukum serta Nadhiva dari Fakultas Pertanian dan Peternakan.
Keterlibatan mahasiswa dari latar belakang yang berbeda menjadi bagian dari pendekatan multidisiplin dalam pelaksanaan program. Setiap bidang keilmuan dapat memberikan kontribusi sesuai dengan kompetensi masing-masing untuk mendukung tujuan kegiatan.
Kegiatan juga dihadiri oleh peserta dari kalangan ibu hamil dan remaja putri Kecamatan Polanharjo serta didukung oleh pihak Kecamatan Polanharjo.
Mendorong Masyarakat Menciptakan Menu PMT Secara Mandiri
Sebelum pelaksanaan kegiatan, sebagian peserta belum memahami secara menyeluruh mengenai peran nutrisi makro dan mikro serta pentingnya PMT sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan gizi anak. Selain itu, pilihan PMT yang selama ini dikenal masyarakat cenderung terbatas pada beberapa jenis makanan.
Melalui pelatihan ini, peserta memperoleh pengetahuan mengenai alternatif pengolahan bahan pangan lokal serta kesempatan untuk melihat dan mempraktikkan secara langsung proses pembuatan nugget dan dimsum ikan nila.
Setelah kegiatan, peserta diharapkan mampu mencontoh resep yang telah dipraktikkan dan mengembangkan variasi menu PMT lainnya dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang tersedia di Kecamatan Polanharjo.
Program ini juga diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan. Masyarakat dapat mengembangkan resep yang telah diperoleh dan menciptakan inovasi menu baru sesuai dengan bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Menghasilkan Buku Saku Resep PMT Berbasis Pangan Lokal
Sebagai salah satu output program, mahasiswa KKN menghasilkan buku saku atau booklet resep dan tata cara memasak PMT berbahan pangan lokal. Buku saku tersebut diharapkan dapat menjadi panduan bagi masyarakat untuk mengulangi proses pembuatan makanan yang telah dipraktikkan selama kegiatan.
Selain buku saku, kegiatan ini menghasilkan beberapa output lain, yaitu meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai kebutuhan nutrisi makro dan mikro serta meningkatnya kesadaran mengenai pentingnya variasi makanan, termasuk PMT, agar anak tidak mudah merasa bosan dalam mengonsumsi makanan tambahan.
Di akhir kegiatan, produk PMT yang telah dibuat kemudian dibagikan kepada peserta untuk dapat dinikmati bersama.
Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Program pelatihan PMT berbasis pangan lokal ini memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 2 – Tanpa Kelaparan (Zero Hunger) melalui upaya meningkatkan pemanfaatan pangan dan pemenuhan kebutuhan gizi. Program ini juga berkaitan dengan SDG 3 – Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being) melalui edukasi dan praktik yang mendukung pemenuhan gizi serta pencegahan stunting.
Pemanfaatan bahan pangan yang tersedia di sekitar masyarakat juga dapat mendukung upaya pemanfaatan sumber daya pangan lokal secara lebih optimal.
Melalui program Multidisiplin 2 ini, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro berharap masyarakat Kecamatan Polanharjo dapat memiliki lebih banyak pilihan dalam menyediakan PMT yang bergizi, terjangkau, dan menarik. Dengan adanya variasi menu serta pemanfaatan bahan pangan lokal, masyarakat diharapkan mampu mengembangkan PMT secara mandiri sebagai salah satu bagian dari upaya mendukung pemenuhan gizi anak dan pencegahan stunting.
Penulis/Reporter: Indrafata Wijayani
Fotografer: [Nama dokumentator]
Kelompok: KKN Reguler II – Tim 7 Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten
DPL: Dr. Ir. Suyatno, M.Kes.
- Indrafata Wijayani
- Mahasiswa Program studi S1 Akuntansi, Universitas Diponegoro
- Setuju






