Mahasiswa KKN UNDIP Dorong Pemanfaatan Biopori untuk Pengelolaan Sampah Organik di Desa Taraman
Sragen – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) di Desa Taraman, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen, melaksanakan program multidisiplin pembuatan dan pemanfaatan Lubang Resapan Biopori (LRB). Program ini dilakukan sebagai upaya mendorong pengelolaan sampah organik sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat biopori bagi lingkungan.
Program tersebut melibatkan beberapa bidang keilmuan dalam Tim II KKN UNDIP. Kegiatan tidak hanya berfokus pada praktik pembuatan biopori, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai pemanfaatan sampah organik serta cara pemeliharaan biopori agar dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat Desa Taraman.
Desa Taraman memiliki potensi di bidang pertanian dan didukung oleh budaya gotong royong masyarakat. Di sisi lain, pengelolaan sampah rumah tangga masih menjadi salah satu persoalan lingkungan. Belum tersedianya tempat pembuangan sampah membuat sebagian masyarakat masih melakukan pembakaran sampah sebagai salah satu cara untuk mengurangi penumpukan sampah.
Melalui program ini, masyarakat diperkenalkan dengan Lubang Resapan Biopori sebagai salah satu alternatif sederhana dalam mengelola sampah organik. Sampah seperti daun kering, sisa tanaman, dan sisa dapur dapat dimanfaatkan dengan memasukkannya ke dalam lubang biopori. Selain membantu proses penguraian sampah organik, biopori juga berfungsi sebagai lubang resapan yang dapat membantu meningkatkan daya resap air ke dalam tanah.
Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi dan praktik pembuatan biopori. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai manfaat biopori, alat dan bahan yang diperlukan, penentuan lokasi, proses pembuatan, hingga pemanfaatan dan pemeliharaannya.
Tidak hanya menghasilkan kegiatan praktik, program ini juga menghasilkan lima luaran, yaitu Prototipe Desain Lubang Biopori, Rencana Anggaran Biaya (RAB) Pembuatan Biopori, Buku Panduan Pembuatan dan Pemanfaatan Biopori, Policy Brief Penguatan Pengelolaan Biopori, dan Lembar Opini (LO).
Prototipe Desain Lubang Biopori dibuat sebagai contoh nyata penerapan biopori yang dapat dilihat dan dipelajari langsung oleh masyarakat, mencakup rancangan bentuk, ukuran, serta susunan material yang digunakan agar biopori dapat berfungsi secara optimal dan mudah direplikasi di lingkungan rumah warga.
Rencana Anggaran Biaya (RAB) Pembuatan Biopori disusun sebagai acuan estimasi biaya yang dibutuhkan dalam pembuatan lubang biopori, mulai dari alat, bahan, hingga total perkiraan pengeluaran, sehingga masyarakat dapat memperkirakan kebutuhan biaya apabila ingin menerapkan biopori secara mandiri di rumah masing-masing.
Buku Panduan Pembuatan dan Pemanfaatan Biopori disusun sebagai pedoman praktis bagi masyarakat. Buku tersebut memuat informasi mengenai pengertian dan manfaat biopori, alat dan bahan, tata cara pembuatan, lokasi yang sesuai, pemanfaatan sampah organik, serta pemeliharaan biopori.
Sementara itu, policy brief disusun sebagai bahan rekomendasi bagi Pemerintah Desa Taraman dalam memperkuat tata kelola Program Lubang Resapan Biopori. Rekomendasi yang diberikan mencakup integrasi program biopori ke dalam perencanaan desa, penyusunan pedoman teknis, pelaksanaan sosialisasi, peningkatan partisipasi masyarakat, serta monitoring dan evaluasi.
Adapun Lembar Opini (LO) menjadi media penyampaian gagasan mengenai pentingnya pembuatan dan pemanfaatan biopori dalam mendukung pengelolaan lingkungan. Lembar opini tersebut diharapkan dapat memberikan perspektif kepada masyarakat dan pemerintah desa mengenai pentingnya keberlanjutan program biopori sebagai bagian dari upaya pengelolaan lingkungan di tingkat desa.
Dalam proses pelaksanaan program, mahasiswa juga berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Taraman untuk memperoleh masukan terkait kondisi dan kebutuhan desa. Koordinasi tersebut dilakukan agar kegiatan serta luaran yang dihasilkan dapat sesuai dengan kondisi masyarakat dan dapat dimanfaatkan setelah program selesai.
Perangkat Desa Taraman mengapresiasi adanya program pembuatan dan pemanfaatan biopori beserta luaran yang diberikan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas program yang diberikan kepada Desa Taraman. Adanya prototipe, RAB, buku panduan, policy brief, dan lembar opini ini sangat membantu karena memberikan informasi dan masukan mengenai pengelolaan biopori. Harapannya program ini dapat terus dilanjutkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” ungkapnya.
Melalui program pembuatan dan pemanfaatan biopori beserta lima luaran yang dihasilkan, mahasiswa KKN UNDIP berharap masyarakat Desa Taraman dapat semakin memahami pentingnya pengelolaan sampah organik dan konservasi air. Program ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah untuk mendorong pengelolaan lingkungan yang lebih terarah dan berkelanjutan di Desa Taraman.
Program ini dilaksanakan oleh 6 mahasiswa KKN, yaitu Zahwa Vira Sabiila (Hukum, FH), Mohammad Firdaus Amali (Administrasi Publik, FISIP), Thessalonica Kanaya R. (Ilmu Pemerintahan, FISIP), Daniella Aurel Anastasya (Kesehatan Masyarakat, FKM), Ketzia Arella (Akuntansi Perpajakan, Sekolah Vokasi), dan Taufiq ‘Afif Irza Pawita (Rekayasa Perancangan Mekanik, Sekolah Vokasi).
- TIM II KKN UNDIP DESA TARAMAN 2026
- Mahasiswa Universitas Diponegoro
- Setuju






