Inovasi Lampu IoT Tenaga Surya KKN Undip Dukung Revitalisasi Sendang Kemantren dan SDGs 7, 11, dan 13
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU 52 Universitas Diponegoro (Undip) menerapkan lampu jalan otomatis berbasis Internet of Things (IoT) yang memanfaatkan energi panel surya di kawasan Sendang Kemantren, Kelurahan Mijen, Kota Semarang, pada 14 Agustus 2026.
Penerapan teknologi tersebut menjadi bagian dari program kerja “Revitalisasi Sendang” yang ditujukan untuk mendukung penataan Sendang Kemantren sebagai kawasan yang memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata di masa mendatang. Selama ini, kawasan sendang berada di lingkungan hutan jati Mijen dan mendapat perawatan dari Kelompok Tani setempat.
Meskipun memiliki potensi lingkungan yang cukup baik, Sendang Kemantren masih menghadapi beberapa kendala dalam hal fasilitas pendukung. Salah satunya adalah belum adanya penerangan di sekitar kawasan sendang. Letaknya yang berada di area hutan juga membuat pemasangan jaringan listrik konvensional menjadi kurang mudah dibandingkan dengan wilayah permukiman.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN-T IDBU 52 dari Program Studi Informatika mencoba menghadirkan alternatif penerangan dengan memanfaatkan teknologi dan energi terbarukan. Pengembangan solusi ini dilakukan berdasarkan arahan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) serta hasil koordinasi dengan pihak setempat. Dari koordinasi tersebut, kebutuhan akan penerangan menjadi salah satu hal yang dianggap penting untuk mendukung proses penataan kawasan Sendang Kemantren.
Agus Chris selaku Ketua Kelompok Tani Mijen menyampaikan bahwa adanya penerangan di sekitar sendang dapat memberikan manfaat bagi warga, terutama ketika terdapat aktivitas maupun kegiatan perawatan kawasan.
“Selama ini memang belum ada penerangan di sekitar sendang. Dengan adanya lampu ini, kami berharap kawasan bisa lebih nyaman dan memudahkan warga ketika ada kegiatan atau perawatan di sekitar sendang,” ujar Agus.
Menanggapi kebutuhan tersebut, mahasiswa merancang sistem lampu jalan otomatis berbasis IoT dengan panel surya sebagai sumber energi. Sistem dibuat agar lampu dapat menyala dan beroperasi secara otomatis sesuai pengaturan yang telah ditentukan, sehingga penggunaannya tidak sepenuhnya bergantung pada jaringan listrik konvensional.
Tahap pengerjaan dilakukan secara bertahap, mulai dari pemilihan komponen, perakitan rangkaian, pemasangan sistem, hingga pengujian alat. Dalam sistem tersebut, panel surya berperan menangkap energi matahari untuk kemudian digunakan sebagai sumber daya. Energi yang dihasilkan selanjutnya diatur dan disimpan melalui komponen pendukung sebelum digunakan untuk mengoperasikan lampu dan perangkat pengendali.
Perangkat pengendali pada sistem berfungsi mengatur waktu kerja lampu agar dapat beroperasi secara otomatis. Setelah rangkaian selesai dirakit, mahasiswa melakukan beberapa pengujian untuk memastikan sistem dapat menerima dan menyimpan energi dengan baik serta lampu dapat bekerja sesuai mekanisme yang telah dirancang.
Selain menghasilkan perangkat lampu, mahasiswa juga menyusun buku panduan sebagai salah satu bentuk pendukung keberlanjutan program. Buku tersebut memuat informasi mengenai perakitan, instalasi, penggunaan, hingga perawatan lampu jalan berbasis panel surya. Panduan disusun agar pihak setempat memiliki acuan ketika akan menggunakan maupun melakukan perawatan sederhana terhadap perangkat yang telah dipasang.
Penyusunan panduan ini juga diharapkan dapat memudahkan proses pemeliharaan apabila nantinya terdapat kendala pada perangkat. Dengan adanya petunjuk yang terdokumentasi, pengetahuan mengenai cara kerja dan perawatan sistem tidak hanya bergantung pada mahasiswa selama program KKN berlangsung.
Siyamto selaku Ketua RW 07 berharap penerapan lampu tenaga surya tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi Sendang Kemantren, tetapi juga dapat menjadi contoh untuk kawasan sendang lainnya.
“Kami berharap lampu ini bisa menjadi percontohan. Kalau sudah terlihat manfaatnya, ke depannya bisa diduplikasi dan diterapkan di daerah sendang lainnya, sehingga kawasan-kawasan tersebut juga bisa lebih tertata dan memiliki penerangan,” ujar Siyamto.
Pemilihan panel surya sebagai sumber energi disesuaikan dengan kondisi Sendang Kemantren yang memiliki keterbatasan dalam akses jaringan listrik. Selain menjadi solusi penerangan, penggunaan energi surya juga memperkenalkan pemanfaatan energi terbarukan untuk kebutuhan fasilitas sederhana di lingkungan masyarakat.
Dengan adanya lampu tersebut, kawasan sendang diharapkan menjadi lebih nyaman dan mudah diakses ketika warga melakukan aktivitas di sekitarnya. Penerangan juga dapat membantu Kelompok Tani dalam melakukan perawatan maupun kegiatan penataan kawasan, terutama pada waktu ketika kondisi sekitar mulai gelap.
Program “Revitalisasi Sendang” turut berkaitan dengan beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs). Pemanfaatan energi matahari sebagai sumber daya mendukung SDG 7 tentang Affordable and Clean Energy. Penyediaan fasilitas penerangan sebagai salah satu infrastruktur pendukung kawasan juga sejalan dengan SDG 11 tentang Sustainable Cities and Communities. Di sisi lain, penggunaan energi terbarukan melalui panel surya turut berkontribusi pada SDG 13 tentang Climate Action.
Ke depannya, sistem tersebut masih memiliki peluang untuk dikembangkan mengikuti proses penataan Sendang Kemantren. Jika kawasan mulai berkembang sebagai destinasi wisata, pemasangan lampu dapat diperluas ke beberapa titik lain yang membutuhkan penerangan. Sistem juga dapat dikembangkan dengan fitur pemantauan penggunaan energi maupun pengelolaan lampu yang lebih terintegrasi.
Melalui penerapan lampu jalan otomatis berbasis IoT dan penyusunan buku panduan ini, mahasiswa KKN-T IDBU 52 Undip berupaya memanfaatkan ilmu yang diperoleh di bidang Informatika untuk menjawab kebutuhan nyata di masyarakat. Perpaduan teknologi, energi terbarukan, serta dokumentasi penggunaan dan perawatan alat diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi warga sekaligus mendukung proses penataan dan pengembangan Sendang Kemantren.
- Anisa Rafa Puspita
- Mahasiswa Program Studi Informatika, Universitas Diponegoro
- Setuju





