Angkat Kue Cucur Jadi Produk Unggulan, Mahasiswa KKN Undip Dampingi UMKM Desa Taman Naik Kelas

Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro mendampingi pelaku UMKM Kue Cucur di Desa Taman, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, dalam penguatan branding, tata kelola usaha, legalitas, dan kualitas produk untuk meningkatkan daya saing usaha.

PEMALANG — Kue cucur, jajanan tradisional yang telah diproduksi secara turun-temurun oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Taman, kini mendapat sentuhan pendampingan dari sembilan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro. Melalui program multidisiplin bertema “Penguatan Potensi UMKM Kue Cucur melalui Peningkatan Kualitas, Tata Kelola Usaha, dan Daya Saing Produk“, tim ini menyasar hampir seluruh aspek usaha mulai dari branding, legalitas, hingga higiene produksi.

Sabtu, 8 Agustus 2026 — Program ini digagas atas dasar potensi besar yang dimiliki UMKM Kue Cucur Desa Taman: permintaan pasar yang stabil dan cita rasa khas warisan turun-temurun. Namun dibalik potensi tersebut, usaha ini masih menghadapi keterbatasan dalam hal branding, tata kelola, legalitas, dan dokumentasi digital yang menghambat daya saingnya di pasar yang lebih luas.

Membangun Identitas dan Model Usaha

Langkah awal penguatan UMKM dimulai dari sisi identitas dan strategi usaha. Valiza Ina Alicia (Bahasa dan Kebudayaan Jepang) menyusun sebuah E-Book profil UMKM Kue Cucur sebagai media promosi digital, lengkap dengan dokumentasi proses produksi dan produk, untuk mengatasi minimnya media informasi digital yang selama ini dimiliki pelaku usaha.

Pemetaan model bisnis kemudian didampingi oleh Adifa Ayu Shofiyana (Administrasi Bisnis), yang memperkenalkan konsep Business Model Canvas kepada pelaku UMKM. Melalui sosialisasi dan pendampingan penyusunan yang disesuaikan dengan kondisi usaha sebenarnya, program ini menghasilkan leaflet edukasi yang memetakan elemen-elemen kunci model usaha Kue Cucur secara lebih terstruktur yang dapat dijadikan sebagai dasar dalam strategi pengembangan dan pengambilan keputusan untuk usaha kedepannya.

Memperkuat Legalitas dan Standar Produksi

Aspek legalitas dan administrasi usaha turut menjadi sorotan. Syahrul Faiz Ibnu Pramono (Ilmu Pemerintahan) mendampingi pelaku UMKM memahami pentingnya perizinan berusaha yang terdiri dari Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Izin Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) melalui edukasi dan penyusunan langkah-langkah pengurusan legalitas yang dituangkan dalam buku saku panduan.

Dari sisi keamanan pangan, Muhammad Umar Azif (Bioteknologi) menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) produksi, sanitasi peralatan, dan penyimpanan bahan baku, sekaligus mensosialisasikannya kepada pelaku usaha guna meningkatkan pemahaman tentang Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). Sejalan dengan itu, Nasywa Putri Ramadhani (Kesehatan Masyarakat) memberikan edukasi higiene personal selama proses produksi, dilengkapi checklist higiene sebagai alat evaluasi mandiri bagi pelaku usaha.

Menata Bahan Baku hingga Pembukuan

Ketersediaan bahan baku hasil pertanian seperti tepung beras, gula merah, dan santan turut menjadi perhatian Hana Rahmah Fadhlillah (Agroekoteknologi), yang memberikan penyuluhan penanganan dan penyimpanan bahan baku agar mutu produksi tetap terjaga. Penataan fisik ruang penyimpanan kemudian diperkuat oleh Isyraqi Firdaus Candra (Manajemen dan Administrasi Logistik) melalui sistem storage dan pelabelan bahan baku berdasarkan frekuensi penggunaan, sehingga proses produksi menjadi lebih efisien.

Di sisi keuangan, Khalisa Humaira Hendradi (Akuntansi Perpajakan) mendampingi pelaku UMKM menyusun pencatatan keuangan sederhana berbasis buku kas, lengkap dengan perhitungan laba rugi dan modul panduan pencatatan keuangan, hal ini menjadi sebuah langkah penting mengingat banyak UMKM serupa yang belum menyadari pentingnya pembukuan dalam menjalankan usaha.

Memperluas Jangkauan Pasar

Untuk meningkatkan visibilitas usaha, Nathania Orva Linnisa dari Teknik Perkapalan mengembangkan peta digital lokasi usaha melalui Google Maps, lengkap dengan informasi alamat, kontak, dan jam operasional. Langkah ini diharapkan mempermudah calon pembeli dari luar desa menemukan lokasi UMKM Kue Cucur tanpa harus bertanya secara langsung, sekaligus mendukung promosi dari mulut ke mulut maupun media sosial.

Luaran Utama: Banner Identitas UMKM

Sabtu, 8 Agustus 2026 — Sebagai luaran utama dari rangkaian program ini, tim KKN membuat dan memasang banner identitas usaha bagi dua UMKM Kue Cucur di Desa Taman. Banner ini menjadi penanda fisik yang memuat identitas dan informasi usaha, sekaligus menjadi wujud nyata dari upaya penguatan branding yang telah didampingi tim melalui Business Model Canvas dan E-Book profil UMKM. Kehadiran banner ini diharapkan dapat meningkatkan pengenalan dan daya tarik visual UMKM Kue Cucur di mata masyarakat maupun calon pembeli.

Pelaku UMKM Kue Cucur berharap kehadiran banner identitas usaha, E-Book profil, dan peta digital lokasi dapat meningkatkan pengenalan usaha mereka di mata masyarakat luas dan calon pembeli dari luar desa. Selain itu, pelaku usaha berharap pemahaman mengenai legalitas usaha, standar higiene produksi, dan pencatatan keuangan yang telah didampingi selama program dapat terus diterapkan secara konsisten, sehingga UMKM Kue Cucur Desa Taman mampu naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas secara berkelanjutan. 

  • Valiza Ina Alicia, Adifa Ayu Shofiyana, Syahrul Faiz Ibnu Pramono, Nasywa Putri Ramadhani, Hana Rahmah Fadhlillah, Muhammad Umar Azif, Khalisa Humaira Hendradi, Isyraqi Firdaus Candra, Nathania Orva Linnisa
  • Mahasiswa Program studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang, Administrasi Bisnis, Ilmu Pemerintahan, Kesehatan Masyarakat, Agroekoteknologi, Bioteknologi, Akuntansi dan Perpajakan, Manajemen dan Administrasi Logistik, Teknik Perkapalan (Universitas Diponegoro)
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!