Melalui Program Business Model Canvas dan Isi Piringku: KKN-R Tim II Undip Perkuat UMKM dan Bangun Kesadaran Gizi Generasi Muda Desa Kedungdowo

KKN-R Tim II Universitas Diponegoro melaksanakan sosialisasi Business Model Canvas bagi pelaku UMKM pada Minggu (02/08/2026) dan edukasi gizi seimbang “Isi Piringku” pada Selasa (22/07/2026) di Desa Kedungdowo, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali. Kedua program ini bertujuan memperkuat UMKM dan meningkatkan kesadaran gizi generasi muda.

BOYOLALI — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler (KKN-R) Tim II Universitas Diponegoro melaksanakan program kerja berupa sosialisasi Business Model Canvas (BMC) bagi pelaku UMKM dan penyuluhan edukasi gizi seimbang “Isi Piringku” bagi generasi muda di Desa Kedungdowo, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali. Sosialisasi BMC dilaksanakan pada Minggu (02/08/2026) di Balai Desa Kedungdowo, sedangkan penyuluhan gizi seimbang dilaksanakan pada Selasa (22/07/2026) di SDN 2 Kedungdowo. Kedua kegiatan tersebut menjadi upaya mahasiswa KKN-R Tim II Undip dalam mendukung pengembangan UMKM sekaligus meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pola makan bergizi dan seimbang.

Nabilah Gunawan Putri, salah satu anggota KKN-R Tim II Undip 2026, menyampaikan bahwa Desa Kedungdowo memiliki potensi UMKM yang cukup besar untuk dikembangkan. Menurutnya, potensi tersebut perlu didukung dengan pemahaman yang lebih baik mengenai perencanaan dan pengelolaan usaha agar pelaku UMKM dapat mengembangkan bisnisnya secara lebih terarah. Di sisi lain, ia menilai edukasi mengenai gizi seimbang juga penting diberikan kepada anak-anak sejak dini untuk membangun kesadaran mengenai pola makan sehat dan bergizi. 

Sosialisasi Business Model Canvas dilaksanakan di Balai Desa Kedungdowo dan diikuti sekitar 20 pelaku UMKM yang mayoritas bergerak dalam produksi tempe dan keripik singkong. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh kepala desa, sekretaris desa, kepala dukuh, serta perangkat desa lainnya. Dalam kegiatan ini, mahasiswa memberikan pemahaman mengenai konsep dasar BMC sebagai alat untuk membantu pelaku UMKM menyusun dan mengembangkan perencanaan usaha secara lebih terstruktur. Materi yang disampaikan mencakup pengertian dan manfaat BMC, sembilan elemen utama BMC, hingga contoh penerapannya dalam pengembangan usaha. Mahasiswa juga memperkenalkan konsep Golden Triangle sebagai salah satu model bisnis yang dapat digunakan dalam perencanaan usaha. Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Para pelaku UMKM aktif menyampaikan pertanyaan mengenai penerapan BMC berdasarkan kondisi usaha yang sedang mereka jalankan.

Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan dalam mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman mengenai pengelolaan usaha. Namun, beberapa peserta masih mengalami kesulitan memahami istilah-istilah dalam BMC karena belum terbiasa dengan konsep tersebut. Keterbatasan waktu juga membuat pembahasan beberapa elemen BMC belum dapat dilakukan secara lebih mendalam. Sebagai tindak lanjut, mahasiswa memberikan modul pembelajaran mengenai BMC yang memuat penjelasan sembilan elemen BMC beserta contoh penerapannya. Modul tersebut diharapkan dapat menjadi panduan bagi pelaku UMKM untuk menyusun perencanaan usaha secara lebih terarah dan dapat diterapkan secara mandiri setelah kegiatan berakhir.

Mahasiswa KKN-R Tim II Undip menjelaskan konsep Business Model Canvas (BMC) kepada pelaku UMKM Desa Kedungdowo, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, pada Minggu (2/8/2026). Materi mencakup sembilan elemen BMC sebagai panduan menyusun strategi dan perencanaan usaha yang lebih terarah.

Selain penguatan UMKM, KKN-R Tim II Undip juga memberikan edukasi mengenai pentingnya gizi seimbang kepada siswa-siswi SDN 2 Kedungdowo melalui konsep “Isi Piringku”. Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya pola makan bergizi dan seimbang sejak usia dini. Materi penyuluhan mencakup pedoman porsi makan melalui konsep “Isi Piringku”, manfaat makanan bergizi bagi tubuh, kebutuhan nutrisi esensial, serta pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber makanan bergizi. Mahasiswa juga memberikan contoh penerapan konsep “Isi Piringku” dalam menu makanan sehari-hari agar materi lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh siswa. Setelah penyampaian materi, siswa diberikan poster edukasi yang memuat pedoman porsi makan bergizi serta contoh penerapan konsep “Isi Piringku”. Poster tersebut diharapkan dapat membantu siswa mengingat dan menerapkan pola makan seimbang secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari serta mendukung upaya pencegahan stunting sejak dini. Kegiatan ini menunjukkan kontribusi positif dalam membangun kesadaran gizi seimbang pada generasi muda. Meski demikian, perbedaan tingkat pemahaman dan kemampuan membaca siswa menjadi salah satu hambatan selama penyuluhan. Sebagian siswa juga mudah terdistraksi sehingga diperlukan metode penyampaian yang lebih interaktif untuk menjaga fokus dan meningkatkan pemahaman peserta.

Mahasiswa KKN-R Tim II Undip memberikan edukasi gizi seimbang melalui konsep “Isi Piringku” kepada siswa SDN 2 Kedungdowo pada Selasa (22/7/2026). Edukasi ini mengenalkan porsi makan bergizi dan pentingnya membiasakan pola makan sehat sejak dini.

 

Melalui kedua program tersebut, KKN-R Tim II Undip berupaya memberikan kontribusi bagi masyarakat Desa Kedungdowo, baik melalui peningkatan kapasitas pelaku UMKM maupun pembentukan kesadaran hidup sehat sejak dini. Edukasi yang diberikan diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat bagi perkembangan ekonomi dan kualitas kesehatan masyarakat Desa Kedungdowo.

 

  • Nabilah Gunawan Putri
  • Mahasiswa Universitas Diponegoro
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!