Mahasiswa KKN Sosialisasikan Bahaya Membakar Sampah bagi Kesehatan di Dukuh Grogol Tawangsari
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Diponegoro, Diva Andriawati, melaksanakan sosialisasi bertema “Kebersihan Kunci Kesehatan” pada acara perkumpulan warga RT di Dukuh Grogol, Desa Grajegan, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo, pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Kegiatan ini menyasar warga setempat yang masih memiliki kebiasaan membakar sampah rumah tangga.
Sosialisasi ini bertujuan untuk menjawab persoalan kebiasaan membakar sampah yang masih umum dijumpai di lingkungan permukiman, padahal aktivitas tersebut menghasilkan asap yang mengandung zat berbahaya dan berdampak buruk bagi kesehatan pernapasan warga sekitar, terutama anak-anak dan balita.
Dalam pemaparannya, Diva menjelaskan bahwa asap dari pembakaran sampah menjadi salah satu penyumbang polusi udara di lingkungan permukiman. Asap tersebut mengandung zat berbahaya yang dapat mencemari udara dan terhirup oleh warga sekitar, khususnya dalam jangka panjang.
Diva turut memaparkan data prevalensi masalah pernapasan pada anak di Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, sebanyak 34,2% balita di Indonesia tercatat mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Sementara berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi pneumonia juga menunjukkan peningkatan dari 2,5% menjadi 3,0% seiring bertambahnya usia.
Ia menjelaskan bahwa paparan asap beracun dari pembakaran sampah dapat memicu berbagai masalah pernapasan, seperti ISPA, asma, dan bronkitis, serta menyebabkan iritasi pada mata dan kulit. Risiko ini menjadi lebih besar pada kelompok rentan seperti balita dan lansia yang sistem imunnya belum atau tidak lagi optimal.
“Membakar sampah itu kelihatannya cara paling gampang buat buang sampah, tapi dampaknya ke kesehatan pernapasan keluarga sendiri dan tetangga sekitar cukup besar, apalagi untuk balita dan anak-anak yang rentan kena ISPA. Makanya saya ajak warga di sini untuk mulai beralih dari membakar sampah ke mengelola sampah, misalnya dengan memilah sampah organik dan anorganik,” ujar Diva.
Sosialisasi ini mengangkat pesan utama “Stop Membakar, Mulailah Mengelola Sampah”, sebagai ajakan bagi warga untuk beralih dari kebiasaan membakar sampah menuju pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan dan sehat. Kegiatan turut diisi dengan sesi diskusi bersama warga mengenai alternatif pengelolaan sampah rumah tangga yang dapat diterapkan sehari-hari.
Kegiatan ini turut mendukung pencapaian sejumlah poin dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui pencegahan gangguan pernapasan akibat polusi udara, SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui edukasi pengelolaan sampah di lingkungan permukiman, serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui pengurangan aktivitas pembakaran sampah yang berkontribusi terhadap pencemaran udara.
Diva berharap sosialisasi ini dapat mendorong perubahan kebiasaan warga Dukuh Grogol dalam mengelola sampah, sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih dan mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat polusi udara di lingkungan tempat tinggal.
- Diva Andriawati
- Mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi, Universitas Diponegoro
- Setuju





