Mahasiswa Ilmu Pemerintahan KKN UNDIP Dorong Kemudahan Akses Pelayanan Publik melalui Banner Alur Pelayanan di Desa Jimus

Klaten — Pelayanan publik menjadi salah satu bentuk kehadiran pemerintah yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat. Di tingkat desa, berbagai kebutuhan administrasi masyarakat dilayani melalui kantor desa. Namun, pelayanan yang baik juga perlu didukung dengan informasi yang jelas agar masyarakat mengetahui jenis layanan, tahapan, serta prosedur yang harus dilalui.

Melihat kebutuhan tersebut, Annabiyla Eskha Nugraheni, mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Diponegoro, mengembangkan program kerja individu di bidang administrasi pemerintahan desa dan pelayanan publik dalam rangkaian KKN Reguler UNDIP di Desa Jimus, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten.

Program kerja tersebut berfokus pada identifikasi alur pelayanan publik di Desa Jimus yang kemudian diwujudkan dalam bentuk Banner Alur Pelayanan Publik. Program ini menjadi salah satu bentuk penerapan ilmu pemerintahan secara langsung sekaligus upaya sederhana untuk membantu masyarakat memperoleh informasi pelayanan dengan lebih mudah.

Pelaksanaan program diawali dengan keterlibatan Annabiyla dalam berbagai kegiatan di Kantor Desa Jimus, termasuk membantu administrasi pemerintahan desa dan pengarsipan dokumen. Dari kegiatan tersebut, ia memperoleh gambaran mengenai aktivitas administrasi sekaligus melihat pentingnya penyampaian informasi pelayanan yang mudah dipahami masyarakat.

Menurutnya, masyarakat tidak hanya membutuhkan pelayanan ketika datang ke kantor desa, tetapi juga perlu mengetahui sejak awal layanan apa yang dibutuhkan, ke mana harus mengurusnya, dan bagaimana tahapan yang harus dilalui.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, proses selanjutnya dilakukan dengan mengidentifikasi alur pelayanan publik yang ada di Kantor Desa Jimus. Informasi yang diperoleh kemudian disusun kembali menggunakan bahasa dan tampilan yang lebih sederhana agar masyarakat dapat memahami informasi pelayanan secara lebih cepat.

Setelah proses identifikasi, informasi pelayanan kemudian dikembangkan menjadi Banner Alur Pelayanan Publik sebagai luaran program kerja individu. Banner dirancang sebagai media informasi yang dapat ditempatkan di lingkungan kantor desa sehingga masyarakat dapat mengakses informasi ketika membutuhkan pelayanan.

Media visual dipilih karena informasi mengenai prosedur administrasi akan lebih mudah dipahami apabila disajikan secara sistematis dan ringkas. Masyarakat dapat melihat gambaran tahapan pelayanan tanpa harus terlebih dahulu memahami istilah administratif yang cukup kompleks.

Dalam penyusunannya, banner memuat informasi mengenai beberapa jenis pelayanan, antara lain data kependudukan seperti KTP, KIA, akta kelahiran dan akta kematian, surat pindah datang, serta surat keterangan untuk keperluan sekolah, perbankan, domisili, dan kehilangan.

Dengan demikian, pembuatan banner tidak hanya berkaitan dengan desain, tetapi melalui rangkaian proses mulai dari memahami kegiatan administrasi, mengidentifikasi kebutuhan informasi, menyusun alur pelayanan, hingga mengolahnya menjadi media komunikasi publik.

Sebagai mahasiswa Ilmu Pemerintahan, kegiatan tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan bidang yang dipelajari, khususnya administrasi pemerintahan dan pelayanan publik. Kegiatan KKN memberikan kesempatan untuk melihat bagaimana konsep yang dipelajari di perkuliahan diterapkan dalam penyelenggaraan pemerintahan di tingkat desa.

Melalui keterlibatan dalam administrasi dan pengarsipan, Annabiyla juga memperoleh pengalaman dalam memahami proses pelayanan dari sisi pemerintah sekaligus melihat kebutuhan informasi dari sisi masyarakat sebagai penerima layanan. Pelayanan publik bukan hanya mengenai bagaimana pemerintah memberikan layanan, tetapi juga bagaimana masyarakat dapat memahami dan mengakses layanan tersebut. Informasi yang jelas dapat membantu masyarakat datang dengan persiapan yang lebih baik dan membuat proses pelayanan menjadi lebih terarah.

 

 

Keberadaan Banner Alur Pelayanan Publik diharapkan dapat menjadi salah satu media pendukung bagi Pemerintah Desa Jimus dalam menyampaikan informasi pelayanan kepada masyarakat. Masyarakat dapat memperoleh gambaran awal mengenai jenis dan tahapan pelayanan tanpa harus selalu mendapatkan penjelasan secara langsung.

Ke depannya, banner tersebut diharapkan dapat terus dimanfaatkan dan diperbarui apabila terdapat perubahan dalam prosedur pelayanan. Dengan begitu, luaran program tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan KKN, tetapi tetap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan pemerintah Desa Jimus setelah masa pengabdian mahasiswa berakhir.

Melalui program kerja individu ini, Annabiyla Eskha Nugraheni sebagai mahasiswa Ilmu Pemerintahan UNDIP turut mendapatkan pengalaman untuk menerapkan ilmu yang dipelajari sekaligus memahami secara langsung dinamika administrasi dan pelayanan publik di tingkat desa.

Sederhana bentuknya, tetapi diharapkan dapat membantu menghadirkan informasi pelayanan yang lebih jelas, terarah, dan mudah dipahami oleh masyarakat Desa Jimus.

  • Annabiyla Eskha Nugrahaeni
  • Mahasiswa Program Studi S-1 Ilmu Pemerintahan, Universitas Diponegoro
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!