Mahasiswa Statistika Universitas Diponegoro Bantu Penyusunan Database Penggunaan Sumber Air Bersih dan Potensi Usaha Desa Sigayam

Dokumentasi Penyerahan Luaran Kepada Perangkat Desa Sigayam. (Sumber Dokumen Pribadi)

JATENG.NET, Desa Sigayam, Batang (13/08/2026) — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim II Universitas Diponegoro, Intan Pujiyanti, jurusan Statistika, Fakultas Sains dan Matematika, turut berkontribusi dalam mendukung pengelolaan data Desa Sigayam melalui program kerja berupa Penyusunan Database Penggunaan Sumber Air Bersih Masyarakat Desa Sigayam serta Database Usaha dan UMKM Masyarakat Desa Sigayam. edua kegiatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa dalam program Multidisiplin 1 “SIGAYAM LESTARI: Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengelolaan Lingkungan, Air Bersih, dan Perilaku Hidup Sehat” serta Multidisiplin 2 “SIGAYAM BERDAYA: Pemberdayaan Ekonomi dan Peningkatan Kapasitas Masyarakat melalui Inovasi, Digitalisasi, dan Edukasi”.

Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya membantu Pemerintah Desa Sigayam memperoleh informasi yang lebih terstruktur mengenai kondisi penggunaan sumber air bersih dan potensi ekonomi masyarakat. Proses pendataan dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah desa dan kepala dusun, dilanjutkan dengan pengumpulan informasi dari masyarakat, verifikasi data, serta pengolahan dan penyusunan data berdasarkan wilayah.

Dalam program SIGAYAM LESTARI, mahasiswa Statistika berkontribusi melalui Pendataan Penggunaan Sumber Air Bersih Masyarakat Desa Sigayam. Pendataan dilakukan untuk mengidentifikasi sumber air yang digunakan masyarakat, meliputi PAMSIMAS, sumur, DAK, serta sumber lainnya. Berdasarkan hasil pendataan, penggunaan sumber air bersih di Desa Sigayam didominasi oleh PAMSIMAS sebesar 40,4%, diikuti oleh sumur sebesar 33,3% dan DAK sebesar 26,3%.

Hasil pendataan menunjukkan adanya perbedaan penggunaan sumber air di setiap wilayah. Dusun Permas dan Krajan seluruhnya menggunakan PAMSIMAS, sedangkan Dusun Losari didominasi oleh penggunaan DAK. Dusun Jumbleng didominasi oleh penggunaan PAMSIMAS, sementara seluruh rumah di Dusun Dawuhan masih menggunakan sumur sebagai sumber air bersih. Data yang diperoleh selanjutnya diolah dan disusun sebagai Database Penggunaan Sumber Air Bersih Masyarakat Desa Sigayam.

Sementara itu, dalam program SIGAYAM BERDAYA, mahasiswa Statistika berkontribusi melalui Pendataan dan Penyusunan Database Usaha dan UMKM Masyarakat Desa Sigayam. Pendataan dilakukan terhadap berbagai usaha yang tersebar di setiap dusun dengan mencakup informasi mengenai jenis usaha, produk atau jasa yang ditawarkan, lokasi usaha, lama usaha, jumlah tenaga kerja, serta informasi pendukung lainnya.

Dokumentasi Pendataan Usaha dan UMKM Masyarakat Desa Sigayam (Sumber Dokumen Pribadi)

Dari sisi lama usaha, sebanyak 64,7% pelaku usaha telah menjalankan usahanya selama 1–5 tahun. Sementara itu, dari aspek promosi dan digitalisasi, masih terdapat peluang pengembangan. Sebanyak 58,2% pelaku usaha belum melakukan promosi, 75% belum terdaftar di Google Maps, dan 75% masih menggunakan pembayaran secara tunai.

Hasil pendataan juga menunjukkan adanya perbedaan jumlah usaha antarwilayah. Dusun Losari memiliki jumlah usaha terbanyak dengan 26 usaha, sedangkan Dusun Dawuhan memiliki jumlah usaha paling sedikit dengan 3 usaha. Data tersebut selanjutnya diolah dan disusun menjadi Database Usaha dan UMKM Masyarakat Desa Sigayam sebagai gambaran mengenai potensi ekonomi masyarakat di setiap wilayah.

Menurut Intan Pujiyanti, mahasiswa Statistika UNDIP yang terlibat dalam kegiatan pendataan, proses pengumpulan data memberikan gambaran secara lebih jelas mengenai kondisi dan potensi yang dimiliki setiap wilayah di Desa Sigayam.

“Melalui kegiatan ini, kami mencoba membantu mengumpulkan data yang sebelumnya masih tersebar di masing-masing dusun. Data yang kami peroleh kemudian kami olah dan susun agar nantinya dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi sumber air bersih dan potensi usaha masyarakat di Desa Sigayam,” Ujar Intan.

Kepala Desa Sigayam, Daryanto, menyambut baik kegiatan pendataan yang dilakukan mahasiswa KKN. Menurutnya, pendataan tersebut dapat membantu memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi masyarakat desa.

“Kami berterima kasih karena mahasiswa sudah membantu mendata dan menyusun informasi yang ada di desa. Harapannya, data ini bisa terus diperbarui sehingga dapat membantu desa dalam melihat kondisi dan kebutuhan masyarakat,” ungkap Daryanto.

Melalui kedua program multidisiplin tersebut, mahasiswa KKN UNDIP turut menerapkan ilmu Statistika dalam proses pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian data masyarakat. SIGAYAM LESTARI dan SIGAYAM BERDAYA juga menjadi wadah kolaborasi mahasiswa dari berbagai bidang dalam mendukung pengembangan Desa Sigayam berdasarkan kondisi dan potensi yang dimiliki masyarakat.

Data yang telah dikumpulkan diharapkan dapat menjadi dasar informasi bagi Pemerintah Desa Sigayam dalam memahami kondisi penggunaan sumber air bersih sekaligus memetakan potensi usaha masyarakat. Ke depan, data tersebut dapat diperbarui sesuai dengan perkembangan kondisi masyarakat sehingga tetap relevan untuk mendukung perencanaan program desa. Melalui kontribusi dalam program SIGAYAM LESTARI dan SIGAYAM BERDAYA, kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak serta SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan data mengenai kondisi air bersih dan potensi ekonomi masyarakat Desa Sigayam.

Penulis: Intan Pujiyanti (Statistika, Fakultas Sains dan Matematika UNDIP)
Lokasi KKN: Desa Sigayam, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang

Butuh bantuan? Chat kami!